Selamat datang! Selamat membaca!


Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.

Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..

Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.

20 MEI 2008; HARI KEBANGKITAN PIKIRAN – THE MAP IS NOT THE TERRITORY.

Written by Coach Lock on May 22, 2008 – 6:27 am - Dibaca 1,108 kali

Tanggal 20 Mei lalu saya mengikuti satu acara bertajuk Family Day, niat awalnya mengikuti acara tersebut karena hendak menyenangkan anak dan istri dan belajar mengambil tanggung jawab sebagai seorang suami dan ayah dari 2 orang anak – anak yang luar biasa. Acara Family Day tersebut diselenggarakan di daerah yang bernama Nglimut. Walaupun sudah hampir dua tahun bermukim di kota lunpia ini namun daerah yang sudah mencapai level unconcious competence ya perjalanan dari daerah Tengger ke Simpang Lima saja. Sedangkan untuk daerah di luar itu masih jadi blind area.

 

Melihat saya yang kelihatan bingung, terdengar suara dari samping saya, tenang pak ada PETA-nya begitu kata salah seorang panitia. Wah lega rasanya, langsung saya minta saja PETA yang dimaksud. Setelah melihat PETA yang diberikan, saya hanya bisa tersenyum, mengapa ? karena nama – nama daerah di sana semuanya asing buat saya. Lihat saja nama daerahnya Jrakah, Cangkiran ke arah Boja belok kiri ke arah Jetis nanti pertigaan ambil jalan ke kanan ke arah Gempol, dsb, dsb. Walah Jrakah dimana ? Cangkiran dimana ? Jetis dimana ? semuanya au ah gelap

 

Tiba – tiba pewahyuan datang, ada suara di pikiran saya yang berbunyi THE MAP IS NOT THE TERRITORY. Ha ha ha …. ternyata saya diijinkan dan diberi kesempatan untuk  belajar NLP sepanjang perjalanan saya. Selama ini PETA saya kan hanya Tengger dan Simpang Lima dan hari ini saya dipaksa memperluas PETA saya. Ternyata memperluas PETA itu tidak mudah, perjalanan saya ke daerah baru tersebut betul – betul asing dan perlu kewaspadaan, di sebelah kanan saya tebing dan disebelah kiri saya jurang. Perjalanan dari Medini ke arah Nglimut lewat jalan – jalan yang sempit dan semi off-road membuat saya ekstra hati – hati karena selain bertanggung jawab menjaga kehidupan diri sendiri ada tanggung jawab juga menjaga kehidupan semua penumpang di mobil saya. Akhirnya sampai juga di tempat tujuan dengan selamat , tempat Pemandian Air Panas Ngimut sudah di depan mata, dalam hati saya bersyukur terima kasih Tuhan kami semua tiba dengan selamat.

 

Perjalanan tersebut memberikan pencerahan secara pribadi buat saya. Ada beberapa hal yang saya pelajari hari itu, yaitu  :

  1. Memperluas PETA itu tidak semudah teori di atas kertas, kadang harus melewati daerah – daerah yang penuh kengerian, penuh pertanyaan kepada DIRI sendiri, sudah benarkah jalan yang saya lalui ? apakah ini jalan buntu yang ujungnya jurang atau berasumsi bahwa ini adalah jalan yang aman ?
  2. Saat memperluas PETA ternyata saya juga harus EKOLOGIS terhadap semua penumpang yang ada di kendaraan saya. Mereka “mempercayakan hidupnya” pada saya, dan saya harus BERTANGGUNG JAWAB dan MEMPERTANGGUNG JAWABKAN “kepercayaan” itu.
  3. Orang yang PETA-nya luas, saya asumsikan telah melewati jalan – jalan yang sulit dan menantang saat mereka memperluas PETA-nya. Perjalanan tersebut sungguh memberikan pencerahan buat saya untuk lebih MENGHORMATI orang tersebut karena saya dapat belajar darinya tentang bagaimana memperluas PETA saya sendiri dan buat orang yang mungkin sedang berpura -pura PETA-nya sudah luas saya dapat belajar MENGASIHI mereka, karena suatu saat merekapun akan menembus hutan, melewati jalan yang berliku saat mereka oleh keadaan dipaksa memperluas PETA mereka

 

Ternyata tanggal 20 Mei 2008 adalah hari Kebangkitan Pikiran saya untuk mempelajari dan memahami satu Presuposisi NLP yang sangat terkenal. THE MAP IS NOT THE TERRITORY.

 

 

 

 


Posted in Umum | 14 Comments »
Email This Post Email This Post


14 Responses to “20 MEI 2008; HARI KEBANGKITAN PIKIRAN – THE MAP IS NOT THE TERRITORY.”

  1. By Adi Putera on May 24, 2008 | Reply

    GREAT,Bro! Tulisan model begini yang ditunggu-tunggu. Aplikasi nyata dalam kehidupan.

  2. By Bang Rommy on Jun 7, 2008 | Reply

    …the map is not territory!…

    so..MAP nya BIGGER OR SMALLER ya..dari territory..?…

    Salam untuk semuanya

    Bang Rommy

  3. By Tjia Irawan on Jun 9, 2008 | Reply

    ah bang Rommy … BIGGER or SMALLER ya terserah yang ngegambar MAP-nya … santai aja bang

  4. By Bang Rommy on Jun 9, 2008 | Reply

    ..Iya Mas Tjia…ane santai2 saja kok…ane gak bisa apa2…bisanya cuman santai..kayak lagu Oma irama…qiqiiqiq…

    Tahu GAK,…MAP emangnya ADA??… map itu kan map nya map nya map nya (entah berapa kali map nya) MAP juga..??!!…
    Sama deh dengan berapa AKAR dari MINUS satu?..
    ….ada dalam bentuk BILANGAN, bisa ditulis, dilambangkan dengan hurup i (kecil)….tapi emangnya ada??

    Wakakakakkakakakakaka……..

    Salam Gila,

    Bang Rommy

  5. By Tjia Irawan on Jun 10, 2008 | Reply

    maap bang ane ngga tau tuh kalo map map map map, maap bang ane orang baru disini ane juga kagak tau akar minus satu. ane pake nye cuman akar bahar sama susuk gotri bang buat jage jage

  6. By Bang Rommy on Jun 10, 2008 | Reply

    Akar Bahar ame susuk gotri..??…kayak Kang PUHONG dooonk..?? wakakakkaa..
    Bang Tjia bisa aje…;..”goyang” teruuuzzz… Bang….tarrrrrrrrrrrriiiiiiiiiikkkk…!

    SUKSES buat Bang Tjia

    Salam sungkem buat penggila kehidupan…

    Bang Rommy

  7. By Wang Pa Tan on Jul 16, 2008 | Reply

    dukun, pendekar atau praktisi NLP ???

  8. By Bang Rommy on Jul 16, 2008 | Reply

    …BETI lah…beda2 tipizzz…qiqqiqiiq

  9. By Mr. KPK on Jul 17, 2008 | Reply

    Pak Tjia, pasang GPS di mobilnya dan juga jangan lupa bawa yang handheld, jadi bisa bernavigasi ria dengan tenang. Kalau pakai GPS Garmin 76CSx entar saya kasih download MAP nya seluruh Indonesia deh. Gratis tis… Pasti ngga nyasar. Kalau pun ngga ada MAP nya GPS juga tetep bisa dipakai Navigasi kok, cuman jadi menuntut kejelian VISUAL, AUDITORY dan KINESTHETIC terutama jika memasuki area yang bervegetasi lebat karena bentukan medan hampir tidak terlihat. Jika berada di daerah kaldera Gunung Berapi atau di dekat Kawah – kawah di Plateau, Olfactory-nya juga harus main pak, untuk mengetahui adanya gas beracun atau tidak. Tapi tanda tanda visualnya ada kok, kalau daerah itu rawan gas beracun, pasti ngga ada tanaman yang tumbuh di disitu atau kadang ditemukan kerangka hewan, bahkan kadang juga manusia. Mau ikutan Training saya IMPK “Ilmu Medan Peta dan Kompas” dan IMTP “Imu Medan Tanya Penduduk”? Yang kedua ini relatif lebih mudah dan praktis, namun hanya bisa dipraktekkan sejauh ada penduduk yang bisa ditanyai.

    Gimana Pak Tjia? Tertarik belajar jadi petualang? Wakakakakakaka…………….

    Salam Blusukan

    Mr. KPK

  10. By Tjia Irawan on Jul 18, 2008 | Reply

    Duh Mr. KPK terima kasih buat pembelajarannya, ada pencerahan yang baru nih tks

  11. By Tjia Irawan on Jul 18, 2008 | Reply

    Bang Rommy yang luar biasa, jadi anda memilih di jalur yang mena nih dukun atau pendekar ? he he he

  12. By Mr. KPK on Jul 18, 2008 | Reply

    Wakakakaa………… Pak Tjia nanggapi nya formal amir.

  13. By Bang Rommy on Jul 18, 2008 | Reply

    Bang Tjia yang Super Luar Biasa..(bukan biasa diluar…qiqiqiq)….; apa perlunya sebutan…
    ;..sebutan cuman topeng2 hasil persepsi orang saja..kan??..; dukun menurut Bang Tjia… Bisa jadi pendekar menurut saya yang dhoif dan na’if ini…; tapi diatas itu semua…. yang DUKUN BENERAN…..cuman Pendekar Denmaz Alfrizz
    …yang suka SOK TAHU…..QQIQIQIQQQIQQI….

    Salam Zero Mind,
    Bang Rommy yang PERKASA!

  14. By Tjia Irawan on Jul 19, 2008 | Reply

    Mr. KPK yang terhormat, setelah sadar saya memutuskan untuk formal :)

    Bang Rommy untuk menjamin bahwa selingkuhan saya tetap negatif maka perlu biasa di luar dong

Post a Comment