Selamat datang! Selamat membaca!


Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.

Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..

Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.

DIKEDAI KOPI ITU KUTEMUKAN JAWABAN : THE POWER OF PERCEPTUAL POSITION

Written by Coach Lock on May 28, 2008 – 9:20 pm - Dibaca 556 kali

Saya baru saja menyelesaikan hari pertama dari tiga hari kelas training Leadership yang saya bawakan di salah satu hotel ternama di bilangan Jakarta Barat. Wow … hari ini adalah hari yang begitu luar biasa bukan saja karena kelas training berjalan sesuai dengan apa yang saya harapkan namun saya belajar banyak mengenai leadership dari para peserta di kelas training tersebut.

 

Ketika beristirahat di kamar hotel yang nyaman dan melihat acara masak – memasak di televisi HP saya berbunyi, ternyata teman baik saya yang menelepon. Rupanya teman baik saya itu sudah tiba di lobby hotel, ya saya memang ada janji untuk bertemu untuk sekedar sharing dan memperluas wawasan dengannya.

 

Awalnya saya ingin menawarkan makan malam, tetapi karena teman saya itu terburu akhirnya kita sepakati ngobrol sambil ngopi di salah satu kedai kopi yang sangat termasyur. Teman saya itu luar biasa, saya mengagumi kisah hidupnya, terutama bagaimana ia membangun hubungan yang luar biasa dengan istrinya, bayangkan saja sampai istrinya berdoa dan kurang lebih berkata  “Tuhan terima kasih buat suami yang Kau berikan”. Buat saya itu pujian yang tinggi dan saya yakin itu karena wujud kasih sayang dan perhatian yang luar biasa yang telah ia berikan kepada istrinya.

 

Apakah tulisan saya kali ini mengenai kehidupan keluarga ? Bukan, kali ini bukan. Sebenarnya saya ingin menulis mengenai kegundahan hati, perasaan nggak enak yang tiba – tiba muncul beberapa hari belakangan ini yang saya nggak tahu dan ngga ngerti penyebabnya apa.

 

Melalui sharing dan ngobrol – ngobrol dengan teman saya tersebut TANPA SADAR saya memahami bahwa saya diingatkan untuk menghasilkan lebih sesuai dengan ”Investasi“ yang telah ditanamkan ke dalam diri saya. Saya diingatkan untuk tidak menjadi debitur yang kurang ngajar yang hobby-nya ngemplang

 

Sambil anda terus membaca tulisan saya ini, cobalah bayangkan apa yang akan dihasikan oleh seorang HRD Manager kalau dalam bertindak orang tersebut menggunakan kerangka berpikir sebagai seorang HRD Manager. Menurut anda bagaimana ? Apa hasilnya ? Saya percaya bahwa apa yang HRD Manager tersebut dapatkan adalah paling maksimal akan sesuai dan terbaik berdasarkan best practise yang berlaku di dunia per-HRD-an. Sebaliknya apa yang terjadi apabila kerangka berpikir HRD Manager tersebut adalah kerangka berpikirnya Owner, hasilnya adalah DAHSYAT.

 

Ya ternyata kegundahan saya adalah pada saat saya mau menghasilkan karya yang lebih baik ternyata saya hanya mampu menghasilkan karya yang itu – itu saja dan nyaman dengan karya yang itu – itu saja. Padahal hanya dengan sedikit bergerak ke samping berpindah perceptual position saya menemukan jawaban. Sebuah solusi yang sangat sederhana bukan ? Benar – benar naif… benar – benar naif …
Sambil menulis artikel ini hati saya penuh dengan ucapan syukur ke Tuhan YME diberikan kesempatan untuk melakukan lagi semuanya dari awal dengan kerangka berpikir yang berbeda dan terus berusaha meningkatkan ”return“ atas ”investasi“yang telah ditanamkan dalam hidup saya, juga tak lupa ucapan syukur atas dihadirkannya teman yang luar biasa itu di dalam hidup saya.


Posted in Umum | 12 Comments »
Email This Post Email This Post


12 Responses to “DIKEDAI KOPI ITU KUTEMUKAN JAWABAN : THE POWER OF PERCEPTUAL POSITION”

  1. By Sandra Dewi on May 30, 2008 | Reply

    Hai darling

  2. By Stefanus on May 30, 2008 | Reply

    selamat atas keberhasilan pak Tjia dalam mengambil satu langkah untuk mulai mempelajari dan memahami attitude suatu metode atau tehnik NLP

  3. By Tjia Irawan on May 31, 2008 | Reply

    Pak Guru

    terima kasih pak, semakin tahu semakin bingung pak

  4. By Den Kris on Jun 4, 2008 | Reply

    Dear Tjia Irawan,

    Saya sangat terinspirasi dengan tulisan Anda. Terima kasih banyak, sudah turut “mengingatkan” diri ini.

    Menulis, melatih, mencoach adalah investasi diri yang luarbiasa dari Tuhan.

    Saya akan mulai pindahkan perceptual position diri ini, tuk memiliki kerangka berpikir as a ‘De Mello & Alex Ferguson…’

  5. By Bang Rommy on Jun 25, 2008 | Reply

    Mantaaaf!!…Kang Tjia!!…Menginspirasi!..
    …Perceptual Position..hhhhmmmm…

    Terusssss…AJARI saya Bang Tjia..!??!.. Semoga Betah

    Salam,
    Bang Rommy

  6. By Tjia Irawan on Jun 26, 2008 | Reply

    ah bang Rommy … mana berani saya mengajarkan Rajawali untuk terbang atau ikan Hiu untuk berenang

  7. By Bang Rommy on Jun 26, 2008 | Reply

    Acchh…memang GAK ada orang yang mau bersusah-susah menjadi guru saya…

    Salam,
    Bang Rommy

  8. By Tjia Irawan on Jun 27, 2008 | Reply

    Benar bang rommy GAK ada orang yang mau bersusah susah menjadi guru anda……. buat apa bersusah – susah mengajarkan Rajawali untuk terbang toh Rajawali punya potensi untuk terbang, buat apa mengajarkan ikan Hiu berenang toh sejak lahir sudah mampu berenang. anda memahami maksud saya ???

    Wahai trainer mengapa kauajarkan burung untuk terbang dan ikan untuk berenang ? mengapa engkau menggarami laut dan mewarnai pelangi ?

  9. By Bang Rommy on Jun 27, 2008 | Reply

    Terbangnya rajawali…
    Berenangnya Ikan…
    Asin nya Garan dilaut..
    Pintarnya kodok melompat..

    …tetap perlu tahu…bahkan harus tahu..

    Bagaimana terbang lebih efektif…dan bisa lebih tinggiiiiii lagi…
    Bagaimana Si Ikan dapat lebih mahir berenang,
    menyisip2 dalam lumpur…mencari makanan yang tersembunyi disela-sela rumput laut…

    …Dan yang lebih penting…

    Punya HATI untuk melakukan semua…

    low profile dalam terbang, berenang dan melompat..
    Penuh percaya diri dalam terbang, berenang dan melompat…tapi diselubungi juga oleh kebijakan2 yang dewasa…

    Dapat SELALU berfikir yang dapat “lebih memberdayakan” daya terbang, kelincahan berenang dan power dalam melompat…

    Itu semua saya MASIH PERLU GURU…

    Alooooooooooooooooooooooooooooooooooooo
    ooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo
    ooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo….any body HERE??…

    Siapa yang MAU JADI GURU saya..??..

    PUHONG???…
    BOSS NGAPUSI…??!!

    Where the hell R U Now..???….

    Wakaakakkakakakakakakakakakaakakakakakakakakakakakakakakakakakakakakaakakakakakakakakakakakakakakakakakaak………..mana ada yang mau punya MURID GILA…kayak saya!!…

    Salam butuh guru,
    Bang Rommy

  10. By Tjia Irawan on Jun 27, 2008 | Reply

    Bang Rommy anda tahu risiko terburuk dari keinginan anda tersebut ? coba pikirkan

  11. By Bang Rommy on Jun 28, 2008 | Reply

    Bang Tjia yang baik…

    Resiko…apa??
    Keinginan yang mana…??hehehhe..
    Pikirkan…apa?..

    Makasih Bang Tjia,

    salam,
    bang rommy

  12. By Tjia Irawan on Jun 28, 2008 | Reply

    akhirnya bang Rommy memahami …

Post a Comment

Spam Protection by WP-SpamFree