Selamat datang! Selamat membaca!
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.
Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..
Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.
“Bahasa Indonesia” adalah bahasa yang kaya akan Arti dan Makna
Written by Kang PUHONG on June 1, 2008 – 3:56 pm - Dibaca 375 kaliDalam kesehari-harian berdialog tentang apapun dengan menggunakan bahasa Indonesia, adalah sudah biasa bagi yang membiasakan diri dalam berbahasa Indonesia. Dikarenakan sudah menjadi kebiasaan, sering terjadi menggunakan bahasa Indonesia yang kurang jelas dalam mengartikan dan memaknai dari kata-kata yang terucap, sehingga dianggap biasa dalam menganalisa kata-kata itu.
Dimana dalam bahasa Indonesia itu, kata-katanya terbagi berbagai jenis kata : 1. Kata Keterangan, 2. Kata Benda, 3. Kata Sifat, 4. Kata Kerja. Yang mana kata-kata tersebut akan berubah arti dan maknanya, bila diucapkan dengan berbeda-beda Nada. Nah inilah dari suatu bukti dari bahasa yang kaya akan Arti dan Makna.
Didalam mempelajari suatu Ilmu Memprogram Kata-kata ke dalam Jiwa, atau boleh disebut Ilmu Neoro-Linguistic Programming ( NLP). Menggunakan Kata-kata adalah amat penting, didalam memprogram kata-kata ke dalam Jiwa. Sehingga kata-katanya perlu jelas dan rinci akan arti dan maknanya.
Bila saja mau merenung sejenak akan Bangsa kita ini, sesungguhnya sudah sejak dahulu kala menggunakan Ilmu NLP, dan amat disayangkan baru mau menyadarinya setelah 63 tahun Merdeka, ditambah 37 tahun dari Kebangkitan Bangsa.
Bangsa Indonesia sudah dari dahulu kala menggunakan Ilmu NLP, dalam berdialog sehari harinya. Dimana ciri-cirinya ketika menjawab beberapa pertanyaan tidak berbelit-belit, cukup dengan menjawab dengan satu kata sudah mewakili dua pertanyaan sekaligus.
Contoh ilustrasi cerita Rakyat Indonesia pada umumnya terjadi! Pada suatu hari seorang Ibu di rumah sedang bekerja dengan amat seriusnya, tiba-tiba kedua putranya datang pulang dari sekolah, putra Sulungnya bertanya “Bu sedang buat apa?”, dan si Adiknya pun meminta sesuatu “Bu minta makan”, maka tanpa mengalihkan pekerjaannya sang Ibu hanya menjawab dengan satu kata “ Kemeja “
Nah begitulah cerita seorang ibu yang memang sudah sejak kecil menggunakan Ilmu NLPnya. Silahkan anda semua merenungi tentang bahasa Indonesia yang Kaya dengan Arti dan Makna.
Demikianlah tulisan ini ditulis oleh si Penipu serta Pembohong, semoga para pembaca tidak Tertipu dan merasa Dibohongi oleh saya,dan akan disambung kembali hikayat penipuan serta pembohongan kelak nanti!
Posted in Umum |
Email This Post

By "bos ngapusi" on Jun 2, 2008 | Reply
kang PuHong , setahu saya jenis kata ada 5 ,jenis kata yang ke 5 adalah kata Enggak benar , he he he
By Bang Rommy on Jun 7, 2008 | Reply
…setahu saya..bahasa indonesia itu miskin vocab…masih kalah dengan bahasa Jawa…Sunda,
..Inggris….dll…apalagi dgn bahasa ARAB yang satu katanya aja bisa punya pecahan kata sampai 200 kata!!
…menjadi “kaya arti” dan “kaya makna”..karena diperindah oleh persepsi kita…
Kita adalah apa yang kita pikirkan!…
Terussss berkarya Kang Puhong!..Mantaaaaafff..
Salam kenal buat semuanya para pakar NLP, terapi, BP dan kehidupan!
Bang Rommy
By Agus Setyadi on Jun 24, 2008 | Reply
Ada juga tuh cerita lain bang. Ada seorang Bos perkebunan teh di puncak bogor (aslinya orang sunda) dan memiliki salah satu bawahannya (Pemetik Daun Teh)yang berasal dari Wonosobo. Suatu hari terjadi keributan, karena si Bos minta diambilkan sebuah ember tapi menggunakan bahasa sunda, “Mas. tolong COKOT EMBER”. Kontan si Bawahan emosi bukan
main, “Sampeyan ini walaupun seorang Bos jangan sembarangannya nyuruh ya!”. “Saya ini masih manusia, masa’ di suruh NYOKOT EMBER”. Beruntung keributan tidak jadi menjadi baku hantam, karena ada Rekan mereka yang melerai dg menjelaskan kata COKOT DAN NYOKOT bagi orang Sunda artinya “Bawakan” dan bagi orang Jawa artinya “Gigit”.Akhirnya merekapun bersalaman saling meminta maaf atas salah paham itu. (”si Paham” emang dimana-mana sering salah….he…he…he, lama-lama dibilang Salah Paham…kasihan kamu “Paham”)
By IIN on Sep 5, 2008 | Reply
NDA PWENTING TUHH.. ITU URUSAN MU JANGKOW CURHT
By koetjloek on Sep 6, 2008 | Reply
Bang IIN( Yayan ) memang nda penting buat anda sebagai yayan nanda. wajar dan sewajarnya. merasa tersinggung dengan tulisan yang ada. mbok yo eling tulisan opo lading kan ora?. tulisan yo tulisan sing curhat sopo sing ra enak sopo?. mesake le’ pantes ne ngono ae? sing sering yo ngomentarine.mben rame. kapan dolann nang malang?????