Selamat datang! Selamat membaca!


Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.

Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..

Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.

MAU TAHU SIAPA SAYA ? AAAAH … TERNYATA ….

Written by Coach Lock on June 2, 2008 – 6:15 pm - Dibaca 861 kali

”Kamu masih punya orang tua Tjia ? Berbaktilah” sebuah pertanyaan dan pernyataan yang menyentak dan menusuk jauh ke dalam lubuk hati saya. Pertanyaan dan pernyataan itu diungkapkan oleh Tirta Setiawan, seorang penulis buku yang berjudul Sales Kaya – Sales Miskin yang juga Ketua Asosiasi Real Estat Broker Indonesia. Tuhan ternyata mau agar saya BELAJAR sesuatu dari beliau HARI INI

Saya masih ingat cerita yang disampaikan oleh ibu saya bagaimana saya dilahirkan 36 tahun yang lalu. Waktu itu keluarga kami adalah keluarga yang sederhana, memang sih kami memiliki beberapa toko di bilangan Pasar Pagi – Jakarta Kota namun itu bukanlah toko yang besar tapi toko yang juga sederhana, sesederhana kehidupan kami.

Saya masih ingat bagaimana di usia 3 tahun, saya mengalami sakit yang sedemikian parah, yang menurut cerita ibu saya waktu itu di Indonesia belum pernah ada penyakit yang seperti ini. Sakit yang menyerang syaraf utama tubuh saya yang membuat saya tidak hanya lumpuh tetapi juga punya ‘ilmu kebal’ alias mati rasa, jadi apabila ada dokter yang mau mengoperasi saya mungkin tidak perlu menggunakan bius. Tinggal potong atau bedah saja, toh saya tidak akan merasa sakit sedikitpun.

Saya masih ingat bagaimana harta keluarga harus habis untuk membiayai perawatan saya di rumah sakit. Dan juga tentang bagaimana kakek saya yang harus bertukar nyawa dengan saya. Ya kakek saya akhirnya meninggal beberapa saat setelah berkata kenapa anak sekecil ini harus menderita seperti ini, biarlah saya yang sudah puas hidup yang dipanggil pulang.

Saya masih ingat bagaimana ayah dan ibu saya bercerita setelah harta habis harus berhutang sana – sini, mencari pinjaman sana – sini. Merendahkan diri dan mungkin direndahkan oleh kerabat dan kolega, biasalah mungkin dianggap sebagai benalu atau pengganggu.

Saya masih ingat karena kasih Tuhan ada dua orang dokter dari Belanda dan seorang dokter dari Indonesia yang akhirnya BERHASIL mengoperasi susunan syaraf utama dalam tubuh saya  sehingga anda bisa tahu dan mudah – mudahan mengenal seorang Tjia Irawan

Saya masih ingat bagaimana kehidupan setelah habis – habisan, saya harus bersekolah, ketiga adik saya juga harus bersekolah. Kedua orang tua saya bekerja memeras keringat, membanting tulang siang dan malam melakukan pekerjaan kasar untuk membiayai nafkah keluarga, maklum pendidikan yang rendah membuat kesempatan mereka jauh dari kursi empuk nan nyaman.

Saya masih ingat bagaimana perasaan saya saat orang tua saya berkata, ”maaf, papa hanya bisa menyekolahkan kamu sampai SMA saja, adik – adik kamu membutuhkan biaya yang besar, nggak apa ya ?” duh, seperti kisah di sinetron dan telenovela.

Saya masih ingat  akhirnya 16 tahun yang lalu saya mulai bekerja di sebuah bank yang memiliki nama besar, mulai berkarya dan manganggap bahwa kehidupan selanjutnya akan ramah terhadap saya.

Saya masih ingat bagaimana perasaan saya pada saat melihat dan mendengar teman – teman saya menikmati masa muda mereka, ber ha ha hi hi, hang out ke sana dan ke sini, sedangkan saya harus menyisihkan penghasilan saya untuk membantu orang tua dan berjibaku supaya saya bisa menyelesaikan gelar sarjana yang saya idam – idamkan.

Saya masih ingat betapa kurang ajarnya saya, ketika karier saya mulai menanjak dan mulai memasuki jenjang MANAJERIAL, saya mulai balas dendam, mulai berfoya – foya, mulai ’menikmati hidup’. Dan betapa nistanya saya yang rela menghamburkan rupiah demi kehidupan malam, sedangkan ke dua orang tua dan adik – adik saya masih berjuang mencari bekal untuk hidup.

Saya masih ingat di tahun 2002 saya mulai berkenalan dengan PENGETAHUAN BARU yang bernama Neuro Linguistic Programming (NLP), ah mungkin dulu karena syaraf  saya (baca : Neuro) pernah sakit. Makanya dengan bangga saya berkata bahwa saya ini BOSS (Bekas Orang Sakit Syaraf).

Saya masih ingat bagaimana pertama kali saya membantu orang ’menyembuhkan’ dirinya dengan  PENGETAHUAN BARU ini dan hasilnya  begitu powerful, bernilai, elegan dan canggih. Sehingga saya berkata kepada diri saya sendiri …. wow cool … fantastic ..

Saya masih ingat bagaimana senangnya saya dengan MAINAN BARU ini, seperti seorang anak kecil yang kegirangan dan tak henti – hentinya bercerita ke taman – temannya.

Saya ingat bagaimana salah satu yang saya pelajari dalam NLP adalah EKOLOGIS, dan ketika saya mengajarkan EKOLOGIS namun saya sendiri tidak EKOLOGIS. Ketika saya mengajarkan bahwa kita harus menghormati DUNIA orang lain, TERNYATA saya sendiri tidak menghormati DUNIA orang tua saya sendiri, DUNIA istri saya, DUNIA anak – anak saya, DUNIA adik – adik saya, DUNIA teman – teman saya, DUNIA para staf saya, DUNIA atasan saya, DUNIA para klien saya dan lainnya.

Saya masih ingat bagaimana saya telah mengecewakan orang tua saya dan orang – orang yang saya cintai karena saya tidak EKOLOGIS dan tidak bisa menghormati DUNIA mereka dan hanya menganggap bahwa DUNIA saya adalah yang terbaik.

Saya ingat bagaimana saya telah mengecewakan para guru – guru saya, yang telah mengajarkan ajaran – ajaran yang luhur.

Saya masih ingat bagaimana di suatu malam ibu saya meneteskan air matanya ketika ber-DOA agar anaknya yang NAIF ini selalu diberkati, selalu berhasil dalam hidupnya.

Saya masih ingat bagaimana bagaimana bau keringat ayah saya, ketika beliau kembali dari mencari nafkah.

Saya masih ingat perkataan Tirta Setiawan ”Kamu masih punya orang tua Tjia ? BERBAKTILAH”

 


Posted in Umum | 23 Comments »
Email This Post Email This Post


23 Responses to “MAU TAHU SIAPA SAYA ? AAAAH … TERNYATA ….”

  1. By "bos ngapusi" on Jun 2, 2008 | Reply

    Pak Tjia sedang nyindir saya ya , kok ceritanya begitu menusuk hatiku ,pak Tjia tahu dari mana bahwa saya sebenarnya orang yang tidak berbakti pada orang tua ?

  2. By 'Romo nDobosi' on Jun 2, 2008 | Reply

    Kata Ahong “Kalo nyindir bukan begitu caranya ….”

    Ini mah MENOHOK LANGSUNG KE ULU HATI !!!

    Berat …. BERAT !!!

    Orang Tua Saya sudah di Surga ….

  3. By Alfriz on Jun 3, 2008 | Reply

    good .. thanks ajakan berkontemplasi nya .. mikir .. belajar .. sadar .. paham

  4. By Tjia Irawan on Jun 3, 2008 | Reply

    wah saya tidak menyangka ternyata Bos Ngapusi juga sama tidak BERBAKTI-nya dengan saya. sebagai anak – anak yang tidak BERBAKTI, kira – kira ke depannya apa yang akan Bos Ngapusi lakukan ? jangan – jangan Bos Ngapusi akan meninggalkan jalan yang tidak BERBAKTI ini. YAKIN nih ?

  5. By Tjia Irawan on Jun 3, 2008 | Reply

    Romo yang selalu ndobosi, betapa banyaknya ‘orang tua’ – ‘orang tua’ disekitar kita. ada Romo yang lain yang bilang kalo kita melakukan sesuatu yang baik untuk orang yang paling hina sebenarnya kita sedang melakukan BAKTI terhadap ORANG TUA di atas segala orang tua, begitu mo

  6. By 'Romo' Okky Sulistijo on Jun 3, 2008 | Reply

    Ada juga tuh …. Anggur Tjap Orang Tua

  7. By Tjia Irawan on Jun 3, 2008 | Reply

    akhirnya romo memahami maksud saya …

  8. By Adi Putera on Jun 5, 2008 | Reply

    Tulisan beginian kudu publish ke ranah yang lebih luas,nih. Ciamik!

  9. By Tjia Irawan on Jun 5, 2008 | Reply

    oke bro … anchornya berhasil

  10. By Krisnawan Putra on Jun 5, 2008 | Reply

    Sebuah kisah kehidupan yang sarat nilai-nilai pembelajaran. Salut!

    So, bukan kebetulan dulu Anda pernah menyebut diri “BOSS”, karna saya yakin ke depan alam akan menggenapi Anda menjadi Boss (Owner) dalam arti sesungguhnya.

    Keep on Progress!

  11. By Bang Rommy on Jun 7, 2008 | Reply

    ..kalo bercerita soal hubungan orang tua,..anak..pasti deh kita langsung romantis… dengan State yang sedikit trances..(kayak apa ya sedikit trance?)…, lalu subjectifitas lah yang akan memberi penilaian…; tapi bukan karena itu saya SALUT dengan cerita Bapak Tjia.
    …, salut dari alur ceritanya yang menjadi demikian hidup…salut akan perjuangan bapak dalam menjalani kehidupan….salut akan Metaphora dan sebagai sample bila ingin lebih maju….salut akan kemampuan bapak menggugah bawah sadar kita….bahwa kita memang masih punya UTANG,…UTANG yang TIDAK akan bisa terbayarkan!!!!…yaitu BERBUAT BAiK pada orng tua..!!….ma’af…saya gnti istilahnya dengan BERBUAT BAIK!!..

    ….Dan kalau hanya sampai tahap SALUT dan BERCERITA.., nothing!!…..marri kita sama2 ACTION..untuk BERBUAT BAIK terutama keorang tua kita……..

    Salam KENAL untuk semuanya uang LUAARRRR BIASA!!

    Bang Rommy

  12. By Tjia Irawan on Jun 9, 2008 | Reply

    Terima kasih bang Rommy buat kunjungannya

  13. By Bang Rommy on Jun 9, 2008 | Reply

    Pak Tjia…

    Sayalah yang berterimakasih bisa bersahut-sahutan dimedia ini dengan orang hebat seperti Pak Tjia..!!..

    Semoga bisa menular ke saya…

    Makasih Pak..

    Salam,
    Bang Rommy

  14. By ly on Jun 12, 2008 | Reply

    senang bisa mbaca artikel pak Tjia disini.. yang mengingatkan saya akan banyak dalam hidup ini dan membuat saya makin berani menjalaninya untuk mama, anak2, saudara, teman2 dan semua yang telah men-support saya
    terima kasih atas begitu banyak masukkan yang sangat berharga yang membuat saya mampu bertahan di tempat saya bekerja dan mulai dapat merasakan kenyamanannya sekarang ini.

    Salam, Ly

  15. By Tjia Irawan on Jun 12, 2008 | Reply

    ly … tahukah bahwa anda telah memberkati saya dengan komentar anda ini. sukses untuk anda

  16. By bang Rommy on Jun 12, 2008 | Reply

    Kok..koment ane gak di komen lagi Bang Tjia..?
    pilih kasih niii…qiqiqiiqq
    Salam,
    Bang Rommy

  17. By Tjia Irawan on Jun 12, 2008 | Reply

    terima kasih sudah ngingetin bang Rommy … karena sebenarnya saya sedang mencermati komentar – komentar anda yang menggunakan VAK-nya salah seorang yang saya kenal yang telah mewisudakan dirinya

  18. By Bang Rommy on Jun 13, 2008 | Reply

    …kekekkeke…sopo seng kasih bocoran Bang Tjia..??..guru besar saya si Bang Denmaz alfriz?…kekekkekekke…

    Makasih mau buang2 waktu buat mencermati koment2 saya yang gak berarti…

    Maju teruzzz Bang Tjia…

    Salam persahabatan,
    Bang Rommy

  19. By Tjia Irawan on Jun 14, 2008 | Reply

    ah bang Rommy … bang denmaz hendrawan masih jaga rahasia kok … jadi masih aman … mencermati shoutbox itu asik lo

  20. By WongPlembang on Jun 25, 2008 | Reply

    Salam,

    Walau saya belum mengenal Bpk, tapi dengan membaca tulisan ini saya meneteskan air mata. Betapa tidak, kita semua memiliki orang tua juga (mungkin dengan cerita yang berbeda). Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan KemudahanNya dan memberikan KekuatanNya agar bapak selalu berkarya bagi diri, keluarga, dan orang lain. Amin

    Hormat Saya,
    WongPlembang

  21. By Tjia Irawan on Jun 26, 2008 | Reply

    WAW … Halo wong kito galo … ah jangan gitu … masa’ lupa sama sahabat sih …

  22. By WongPlembang on Jun 26, 2008 | Reply

    Ya Tuhan, Ampunilah diriku ini. Bagaimana aku bisa mengenal Bp. Tjia Irawan yang ganteng itu, mengenal diriku sendiri saja sampai sekarang ini masih belum bisa….oh Tuhan Limpahkanlah setitik dari setetes air laut PengetahuanMu, Hancurkanlah kekerasan hatiku dengan KelembutanMu…oh..

    Limpahkanlah kepada Guru-Guru saya di PORTAL ini luapan airbah IlmuMu dan diberikan kekuatan untuk menyirami kami dengan karya-karya mereka. Amin.

  23. By Tjia Irawan on Jun 26, 2008 | Reply

    WAW … doa yang dahsyat hati – hati lo kalo terkabul nanti hidupnya malah sukses ….
    pssst … siap nggak dengan harga yang harus dibayar .. tahu kan kalo saat sesuatu yang keras dihancurkan rasanya seperti apa .. apa nggak takut kalo beneran terjadi akibatnya hidup anda malah sukses

Post a Comment

Spam Protection by WP-SpamFree