Selamat datang! Selamat membaca!
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.
Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..
Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.
Prinsip Dasar Pengembangan Hidup
Written by Kang PUHONG on June 7, 2008 – 11:04 am - Dibaca 351 kaliDalam Kehidupan Manusia di alam Semesta ini begitu banyak corak dan ragamnya, sehingga kita dapat melihat dan dapat merasakan adanya perbedaan–perbedaan! Hasil dari Manusia membentuk Kehidupannya masing-masing. Di mana ketika melihat dan merasakan akan hasilnya, maka kita membuat suatu penilaian sendiri sehingga kita seolah–olah berada di tengah-tengah dari yang dianggap di bawah kita dan di atas kita.
Yang mana sesungguhnya setiap Manusia itu punya Keinginan untuk mencapai apa yang di Inginkannya. Akan tetapi seakan–akan tidak dapat menggapainya apa yang dinginkan itu, sehingga Pasrah terhadap Nasib yang dibentuknya. Dalam benak Manusia berkata-kata Ooh! Yaa!! Heh! Huh! Aah!, dan lain-lainnya nada keluh kesah yang dialami dalam meraih Keinginan.
Dalam sejarah Bangsa Indonesia yang begitu lama dijajah akibat penDoktrinan oleh bangsa Penjajah pada saat itu kurang lebih 350 tahun. Dan setelah Merdeka Bangsa Indonesia mulai Tumbuh dan Berkembang. Dan Amat disayangkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia ini! Perkembangan Manusia Indonesia agak tersendat-sendat, dibandingkan dengan Bangsa tetangga sebelah yang Merdekanya boleh dibilang masih belum begitu lama, Perkembangan Manusianya begitu cepat. Mengapa demikian terjadinya begitu lambat dan tersendat-sendat Tumbuh dan Berkembang untuk menjadi Hasil yang Berbentuk Buah Karya??????
Di mana dalam tulisan ini saya akan mencoba, untuk menguraikan dari sudut pandang saya yang tidak begitu luas mengenai Pengembangan Hidup Manusia.
Mari kita mencoba meReframing kembali tentang Bangsa ini sebelum Merdeka, selama 350 tahun dijajah oleh Pendoktrinan dalam Environment yang Behaviors dan Capability-nya dibatasi, berakibat Beliefs/Valuesnya dibatasi oleh Doktrinnya Penjajah.
Berkat adanya Spiritual sadar akan Identity-nya , maka Bangsa ini Bangkit Berontak melawan Penjajah, akibat dari menyadari Sumber Daya Manusia (SDM) butuh dan perlu disatukan untuk jadi Potensi. Penyatuan SDM ini jadi Potensi Penggerak melawan Penjajah yang oleh Penjajah dicap sebagai Pemberontak. Hasil dari Pemberontakan yang merubah Beliefs/Values membuat Capability dalam Behavior merubah Environment Bangsa yang Merdeka.
Itu semua adalah Frames Global, bagaimana secara Rinci (Specific)nya sebagai Manusia yang ingin Tumbuh maju Berkembang untuk mendapatkan Hasil menjadi sebuah Bentuk Buah karya nyata??? Ayo kita coba lagi meReframing ke Diri sendiri, apakah SDM yang kita miliki sudah dikenali? Dan sudah menyatu? Apakah semua itu begitu penting?, mengapa?, lalu apa?, mengenal SDM yang dimiliki? Mungkin lho! Kayanya agar Environment anda yang akan berperilaku (Behavior) mempunyai Kemampuan (Capability) merubah Keyakinan yang bernilai (Belief/Values) menjadi Diri Anda yang sesungguhnya Anda. Lho! Kenapa?, mungkin saja anda dalam Behavior dijejali oleh kata-kata Harus begini! Harus begitu? Wajib begini! Wajib begitu?, kan baiknya harus begini! kan baiknya harus begitu?, nah kata-kata Harus dan Wajib itulah membuat Capability di dalam Environment anda Terbebani oleh Pendoktrinan! Kata-kata Harus dan Wajib. Sehingga Anda merasa Berat dan terkadang Bingung untuk tumbuh dan berkembang dalam hidup ini!, mungkin saja lho! Terjadi? Seandainya kebingungan itu terjadi pada anda, cobalah mengenal SDM yang adan punyai? Bingungkan apa itu SDM? Bila tak salah?, yang dinamakan Sumber Daya Manusia itu adalah:
- Hati Nurani (Qolbu)
- Otak (Otak Kiri/Pikiran dan Otak Kanan/Perasaan)
- VAKOG (Visual, Auditory, Kinesthetic, Olfactory, Gustatory).
Nah! Dalam melakukan aktivitas sejak dari bayi hingga yang disebut Dewasa, terkadang kita tidak menyadarinya ketika melihat/membayangkan (Visual), ketika berbicara/mendengarkan (Auditorial), ketika dirasakan/merasakan (Kinestetik). Inilah yang mungkin boleh disebut SDM kita sehingga menjadi Potensi Diri. Di mana di dalam Environment Manusia itu adanya VAKOG, lalu bagaimana VAK ini menyatu?, agar menjadi suatu Potensi mengembangkan Hidup ini?. Silahkan anda meReframing kembali dalam Environment Diri anda. Apakah anda dalam berkomunikasi dominan menggunakan Visual ?, atau Auditorial? Mungkin Kinestetik?
Nah! bila sudah tahu dan mengenal ke dominan anda dalam menggunakan VAK, sebaiknya anda melatih yang lainnya agar sama kekuatannya. Mari kita perhatikan Ilustrasi cerita tentang VAK yang sudah menyatu:
Mungkin permainan ini anda sering melihatnya? dan banyak para Pembawa Acara bahkan Para Pelatih memperagakannya. Dalam peragaan seorang yang berdiri tegap, kedua kakinya diregangkan selebar bahu! lalu tangan kanan! Dilancangkan ke depan sejajar bahu, di mana telapak tangan dikepalkan, di mana telunjuk jari! diancungkan ke depan. Lalu putar perlahan-lahan searah jarum jam sampai titik terakhir di mana sudah tidak dapat diputar lagi, karena kedua telapak kaki tidak boleh bergeser dan diangkat, lalu ditandai titik terakhir gerakan anda itu. Minta bantuan rekan anda untuk memberi tanda di lantai, kemudian anda masih dalam posisi semula berdiri! Tidak merubah letak telapak kaki anda.
Sekarang coba anda pejamkan mata, dan bayangkan lengan anda bergerak berputar searah jarum jam! Ingat hanya dalam bayangan anda (Visual), lalu putar perlahan ke arah tadi yang anda tidak sanggup melanjutkannya (Auditorial), dan dalam bayangan anda Rasakan sakitnya (Kinestetik), sekarang dalam bayangan anda (Visual) tambah 10cm lagi (Auditorial) dan rasakan sakitnya (Kinestetik), lalu coba dalam bayangan anda (Visual) tambahkan lagi 10cm menjadi 20cm (Auditorial) dan Rasakan sakitnya (Kinestetik). Bila kita perhatikan wajah anda maka ketika membayangkan! Wajah anda akan ada perubahan.
Setelah itu buka mata anda! Lalu coba gerakan seperti semula, lihatlah! Hasilnya akan lebih jauh dari gerakan semula, mengapa itu terjadi? Yang jelas rasa sakitnya tidak seperti semula! Itu terjadi disebabkan oleh VAK yang sudah menyatu. Bukan karena anda PIKIR RACUN (BISA) maka anda PASTI RACUN (BISA). Dalam paragaan tadi hasil akhirnya adalah akibat dari ketika RASA di dalam bayangannya sudah dapat menerima, maka POTENSInya keluar berkat kekuatan VAK yang sama. Di mana bukan Pikiran yang mampu bertindak! sesungguhnya Perasaan yang mau menerima, hingga Potensi Dirinya ke luar.
Sekiranya Tulisan ini!, kurang berkenan di hati para pembaca, maka inilah hasil tulisan Tukang Bohong dengan Menipu lewat tulisan ini. Mohon jangan dipraktekkan!!! Karena bila”terkilir” bukan urusan saya dan bukan Tanggungan saya, oleh sebab anda Jawab dengan mempraktekkannya sampai terkilir.
Posted in Umum |
Email This Post

By Pesilat Chikung on Jun 7, 2008 | Reply
Emang Doraemon???
Harus begini dan begitu???
Mana kantong ajaibnya … ???
By Bang Rommy on Jun 8, 2008 | Reply
..kang PUHONG..salam kenal,..kok nama Anda tidak ada dalam foto2 para kontributor?..; PUHONG naon maksudnya?..anda dr. Stefanus yang melegenda itu?..
Salam,
Bang Rommy
By User on Jun 8, 2008 | Reply
Salam kenal Kang Puhong. Tulisan Anda mencerahkan. Terima kasih.
By Tjia Irawan on Jun 9, 2008 | Reply
Bang Rommy … mohon maaf, foto kang Puhong tidak bisa ditampilkan karena beliau masuk daftar DPO
By Bang Rommy on Jun 9, 2008 | Reply
Wakakakakka…..; emang kang PUHONG termasuk makhluk Langka gitu?…qiqiqiqiqiqiiqiq
Salam,
Bang Rommy
By bang Rommy on Jun 11, 2008 | Reply
Kang PUHONG…?..Where R U??…lagi semedi kalllekkk…
By si Pulan on Jun 11, 2008 | Reply
YangCaem Bang Rommy! ade salam dari Kang PUHONG, salam hanget slalu. dia lagi Itiqab coba saja longok di dazal.q.googlepages.com.barang kali mau nemanin itiqab.
By bang Rommy on Jun 12, 2008 | Reply
…tuuuu..kan BENER ane, siapa si Kang PUHONG gila itu…qiqiiqiq…SALAM HANGAT juga yee… BANG PULAN atau Kang Puhong..atau siapapun Abang…
Semoga dapet deh SEMEDI nye…
Salam
Bang Rommy
By Aji on Jun 25, 2008 | Reply
Bang Rommy,,, aku ngerti siapa Kang Puhong he he he …
Salam Takjub Kang Puhong, Anda memang Ruar Biasa. Aku harus sinau lebih banyak lagi ke sampeyan.
By 'Romo nDobosi' on Jun 25, 2008 | Reply
WAW! Mr. Aji ngerti atau paham?
By Bang Rommy on Jun 25, 2008 | Reply
Alooo….Kang Aji..Apa kabar?…smsku gak nyampe?…; Kang Puhong,..Boss Ngapusi…suwe2 katahuan lah mereka dari “gaya” postingan-nya;
mereka-lah…orang2 yang Saya Hormati..
Sinau ke Aku…Boleh dalam hal hura2..; mau maen billyard?..Bowling?…Ngedugem kayak kita 4 tahun-an yang lalu…hahahahhahha…; tapi dalam kehidupan…Aku ini Cetek, Na’if…….
…..bahkan Nista….Kang Aji…??!!…
sO,..Kapan Ke Jakarta meneh..?…kemaren si “I” ajak maen Golf, copy darat bareng tuch…
Salam Sukses buat Kang Aji
Bang Rommy
By Bang Rommy on Jun 25, 2008 | Reply
Rommo nDobosi…”NGERTI” di level neurological yang mana?…kalo’ “PAHAM” yang mana?… ; tinggi-an yang PAHAM ya..??…JANGAN sok suka berpersepsi deeh Romo….; tuuuuu…kan SIFAT JELEK ane muncul lagi….MA’AF Romo…bawa’an orok,…cletak-cletuk..gak sopan…
Salam gak sopan,
Bang Rommy
By Mr. KPK on Jul 7, 2008 | Reply
Namanya aja “Romo NDOBOSI” kok ditanggapi pakai level neurological, ya ngga nyambung. Komentar Romo NDOBOSI seharusnya ditanggapi dengan DOBOS - DOBOSan juga, ngga usah pakai level - levelan wong bukan multilevel marketing, apalagi pakai istilah neurological (eh.. kui istilah apa tha? artine apa sih?)
By Bang Rommy on Jul 7, 2008 | Reply
Bang KPK,…artinya opo??…aku sendiri gak tahu, …biasalaaaahh…wong naif dhoif koyok aku ini suka dikamuflase’in, dipura2′in,ditutup2in dengan istilah2 ASING… biar keliatan KEREN??….qiqiiqiq….Naif sih Naif,..tapi sedikit sombong gak apa kaaan.??.. namanya juga “usaha”…..wakakkakakakaka….
salam sombong,
Bang Rommy
By Mr. KPK on Jul 8, 2008 | Reply
Bang Roomy, memang sih, daripada minder lebih baik sombong biar kelihatan pinter dan diperhatikan bahkan dipuji puji orang di cap sebagai orang pinter (dukun, wakakakaka). Mung………. seringkali saya melihat batas antara Pinter alias Genius dengan Gila alias edan itu ternyata tipis banget lho. Bahkan batas antara Genius dan Idiot juga tipis banget. Ini saya temukan terutama pada NLP-er atau orang yang pinter NLP. Coba kalau kita ngobrol dengan orang yang ngga ngerti NLP kan malah lebih mudah nyambung dan sama sama ngerti maksud percakapannya, kalau sama orang yang pinter NLP, kata “positive dan negatif” aja bisa jadi ruwet penjelasannya, kemaren di Semarang waktu training NLP Fundamental Therapy, mbahas kata “Positive dan Negative” saja sampe sejam lebih dan itupun kalau ngga di potong, entah sampai kapan mbahasnya ngga tahu deh. Bisa bisa training NLP Fundamental Therapy nya berubah jadi Diskusi Panel membahas “Positive dan Negative”. Kalau kaya gini, sebutan yang pas idiot apa genius? Huahuhauhauhauhauhauhauhauahuahu…………………..
By Bang Rommy on Jul 8, 2008 | Reply
PINTER…??…emang PERLU??..
jadi Ruwet??…ruwet yang gimana?.. gitu aje dianggap ruwet?..qiqiiqiqiqiq…
Negatif positif?…wajar banget bikin bingung, itu kata yang ambigu, bias…; diganti dengan lebih memberdaya dan tidak memberdaya.. lebih jelas kaannn?…en Gak sampek 1 jam?…
Semuanya cuman pilihan….; otak kita saja yang suka pilih2…; sedikit2 pilih.. sedikit2 pilihhh…; pilih kok cuman sedikiiiiit???.
wakakkakakaakkakakakaka….