Selamat datang! Selamat membaca!


Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.

Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..

Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.

Canggihnya DEMI WAKTU……

Written by AdhiSus on July 3, 2008 – 10:55 pm - Dibaca 848 kali

Ketika pusing-pusing mikirin harga-harga barang naik, ada konflik keluarga, hutang yang belum terbayarkan, kita kadang-kadang pusing, tidak tahu mau berbuat apa. Bikin suntuk dan stress pikiran dan perasaan.

Saat itu sabtu pagi jalan-jalan di Gasibu Bandung, cari makan pagi nasi pecel Madiun.

Sambil makan pecel, ada tempe goreng anget, langsung saja saya santap…

Uwahhhhh enak tenan……

Saat makan pecel ini, seketika saya lupa akan segudang masalah yang saya sebut di atas tadi yang membuat saya stress.

Setelah selesai makan, saya jadi merenung, dan ingat kembali konsep tentang Garis-Waktu (Timeline) yang beberapa tahun lalu saya pelajari.

Sesungguhnya, “yang lalu” itu sudah tidak ada. “Yang akan datang” masih misteri.

Kadang manusia berpikir, merasakan dan membayangkan “masa lalu” yang negatif dan menyakitkan. Tetapi itu kan “masa lalu”. Yang ada adalah “masa kini”. Kita berpikir dan merasakan pada MASA KINI (walaupun kita pernah hidup di masa lalu). Ketika kita berpikir tentang “masa lalu”, sebenarnya kita “menarik” masa lalu dalam pikiran kita ke “masa kini”. Kalau kebetulan “masa lalu” itu beremosi negatif, maka otomatis “masa kini” kita juga beremosi negatif.

Begitu juga, saat kita membayangkan “masa datang” yang kita “duga” negatif, emosi kita “masa sekarang” akan merasa negatif. Sekali lagi, ini adalah “menarik” masa datang ke masa sekarang. Akan problem kalau kita selalu seperti ini setiap saat. Inilah prinsip orang yang stress, depresi dan juga paranoid.

Apalagi anda yang “penggila” The Secret, Law of Attraction. Apa yang anda rasakan, pikirkan dan “tarik” di masa sekarang? Ho….ho…ho….ho……

Coba kalau kita “masa kini” sedang makan, lalu memikirkan “masa lalu” kita buang air besar yang menjijikkan (hiiii….), makan jadi tidak enak. Ini karena kita tidak bisa memisahkan (detach) “waktu”. Agar kita “sehat”, sebaiknya kita dapat memilah-milah perasaan-perasaan ini.

Di sini seolah-olah ada “Garis-Waktu”, yaitu saat-saat serentetan peristiwa terjadi pada diri kita di masa lalu, sekarang dan masa mendatang. Ada garis-waktu atas peristiwa yang dulu… dulu sekali….kemarin,….. tadi pagi jam 5… tadi pagi jam 7…. sekarang… dst. Perhatikan perasaan dan pikiran kita saat-saat itu. Seharusnya persaan-perasaan itu bisa tidak sama bukan?

Peristiwa yang “mengenakkan” (trauma) di masa lalu, tidak seharusnya “terbawa” ke masa sekarang. Trauma “kecoa” di “masa lalu”, tidak seharusnya kita secara otomatis “takut” saat melihat di “masa sekarang”. Peristiwa gagal (perasaan negatif) di masa yang lalu, tentu tidak sama dengan peristiwa yang akan kita lalui di masa mendatang (The past does not equal to the future, kata si NLP)

Saat ini kita mungkin masih punya banyak hutang di beberapa kartu kredit, istri sakit di rumah sakit. Tetapi kalau saat ini dan 2 jam mendatang kita ketemu klien, pikiran tetap concern ke klien. Kita sebaiknya “berpikir” untuk kondisi saat ini, yaitu ke klien.

Bila kita menyadari pentingnya memisahkan peristiwa-peristiwa pada garis-waktu kita, terutama peristiwa “negatif”, kita bisa lebih sukses dan hidup bahagia, walau banyak hutang.

Sukses untuk pembaca…

Haji Adhi

———–

loaislami.blogspot.com

hipno-bicara.blogspot.com

klinik-hipno.blogspot.com

hipnoparenting.blogspot.com

===============================


Posted in Umum | 8 Comments »
Email This Post Email This Post


8 Responses to “Canggihnya DEMI WAKTU……”

  1. By Qibro on Jul 3, 2008 | Reply

    Kate Babe ane, hey Tong belajar thu jadi terapist! Emang knape Be? Udah ambil aja sertifikasi buruan…Kate Babe: “banyak orang skarang trauma ame masa lalu dan juge pusing mikirin masa depan”. Dijamin laris elo Tong.

    Siapa Ane???

  2. By WongPlembang on Jul 4, 2008 | Reply

    Begitu baik tulisan Tuan ini, tolong lah awak diberi tau cara-cara atau trik memisahkan masa-masa itu. Terutama kalo awak ndak buat Strategi ke depan (kadang ingat yang lalu-lalu)…

    Terima Kasih buat Jawaban Tuan.

    WongPlembang.

  3. By Bang Rommy on Jul 4, 2008 | Reply

    Demi Waktu!!…wal Asri.!!..

    Mantafff….Pak Haji…

    Salam kenal,
    Bang Rommy

  4. By Novel Latief on Jul 6, 2008 | Reply

    Nah ini dia, tulisan nyang “mencerahkan”, tulisan nyang “positif” and nyang “mudah dicerna”, meski komentar Kang Pu Hong, apa ada sih nyang “positif” ntu? atau “negatif”? Jangan-jangan ini udah keluar dari “pakem” BP???
    Gimana nih Kang Pu Hong???

    Salam kenal dan mohon maap ni pak haji,
    Novel Latief

  5. By Kang PuHong on Jul 6, 2008 | Reply

    Waduh apa tulisan itu Lampu????? maapin saya yg NAIF dan DOIF. kata itu gak ada yg POSITIF atau NEGATIF, ada juga bilangan negatip dan bilangan positip, dimana dalam pakem BPLE tidak mengajarakan Berhitung tambah kurang, yang diberikan adalah Tools untuk bersikap dan bertindak. sesuai dengan Pilihannya masing,sebab Kehidupan adalah akibat Tindakan /Perbuatan. akibat dari Keputusan yg diambbil. nah sekarang bagaimana caranya anda menyikapi semua ini, itu adalah Piliohan anda.selamat Melatih

  6. By Alfriz Hendrawan on Jul 6, 2008 | Reply

    sedap .. mari bertanggung jawab .. masing-masing
    .. sekarang tuk merangkai masa depan .. masing-masing

    nggak usah meributi cara orang lain .. mari meributkan cara masing-masing .. bertanggung jawab dalam hidup .. masing-masing

    Luarbiasa Aa’ Haji .. salam sukses dan hidup bahagia

  7. By AdhiSus on Jul 6, 2008 | Reply

    Kudoakan, pembaca jadi manusia-manusia:
    Lebih bahagia…
    Lebih manfaat untuk alam sekitar….
    Lebih makmur….
    Lebih banyak rezeki…

    Salam sukses!

  8. By Mrs.Doraemon on Jul 6, 2008 | Reply

    “Demi waktu” nya pak haji…. , makan pecel ya, ya gak ngajak, lha! masa lalu “gak ajak ” yg ketarik masa kini ya ? so… apa yg harus sy lakukan sekarang biar saya makan pecel di ajak pak haji? jadi??….. gimana dulu…., gimana sekarang….. ; kapan dulu….. ; kapan sekarang….. ?…. wah ! wah! bingung…bingung aku bingung ( nyanyi lagunya edy silitonga ya?)

Post a Comment

Spam Protection by WP-SpamFree