Selamat datang! Selamat membaca!
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.
Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..
Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.
Resep Empek-empek Kapal Selam Ala Soreang Bandung
Written by Co Ploq on July 14, 2008 – 8:16 am - Dibaca 1,399 kaliJika anda penggemar empek-empek, apalagi tipe kapal selam yang muantttep sampurno “pada hakikatnya” namun sayang sungguh sayang habitnya seneng “timbul tenggelam” seperti saya, berikut resep empek-empek ala Soreang Bandung yang semoga akan bikin HIDUP anda dan saya TAK LAGI timbul tenggelam, berikut panduan resepnya:
- Kemauan MEMBUKA DIRI itulah dasar pertama dari segala dasar untuk menjadikan pempek kapal selam soreang Bandung ini membukti daya kerjanya.
- Hindari PEMBENARAN jika ingin pempek ini memiliki kualitas rasa yang sempurna, memberikan manfaat berkembang penyantapnya, dan agar sajian pempek ini dapat segera cepat tersaji.
- Amati apakah POSISI kapal selam pempek sering menghadap KE BELAKANG (masa lalu) atau menghadap sebaliknya.
- Jika sering mengarah justru ke belakang, segera lakukan langkah REFRAMING agar mengarah ke depan. Ucapkan kata-kata ini sembari Anda terus menggoreng: ”kemana aja elo, ngelamun melulu aja selama ini, masih senang ya menikmati ’frame-frame’ masa lalu ”?.
- Lalu pastikan posisi kapal selam pempek SUDAH BERBALIK ke arah depan.
- Gunakan dan latihlah SDM anda sendiri secara profesional dan proporsional sebagai pemasak. KENALI dan SADARI VAK Anda sendiri, setelah itu kenali dan sadari VAK penikmat pempekmu.
- Nah, pada tahap ini siapkan bumbu merk KPU. Bumbu KPU ini terdiri dari ”K=KEINGINAN apa yang akan diwujudkan, P=PERSIAPAN apa saja yang perlu dilakukan dan U=USAHA apa yang wajib di lakukan.
- Pempek ala Soreang Bandung ini sekarang siap untuk di sajikan. Pempek ini sangat pas jika saat menyantapnya ditambahkan sambal pedas merek ACTION, ACTION, ACTION.
Salam,
“Ahli Penipu & Pembohong Diri Sendiri”
Kang Sok Alim
***Bandung, Sabtu 12 Juli 2008
Teriring salam hormat dan terima kasih tak terhingga buat Kang Puhong, Bos Ngapusi, Denmaz Alfriz
Posted in Umum | 25 Comments »
Email This Post

By Setan Alas Alus on Jul 14, 2008 | Reply
Bang, masakan saya sedikit ada rasa asin dari garam merk “masa lalu” dan kadang-kadang suka ke-pedas-an “kanan-kiri”, gimana nih..tulung lah..
By Kang Sok Alim on Jul 14, 2008 | Reply
Ada gak manfaatnya keasinan dan kepedasan itu di pempekmu?
By Setan Alas Alus on Jul 14, 2008 | Reply
Ups! iya..ya.. itu mah cuma perasaan aja ya bang. makasih dah atas masukannya. Luar Biasa!
By Kang Sok Alim on Jul 14, 2008 | Reply
Berterima kasih padaku? gak perl… upps aku juga masih sering keasinan, kepedesan, kecueran, kebloboran kok brother.
Berterima kasih pada VAK anda sendiri. Tks
By Kang PuHong on Jul 14, 2008 | Reply
E= emosi, M= membuat, P= perilaku,E= engaku, K= kesal, E= empati M= menjadikan,P= prilaku, E= engkau. K= kuasi, A= agar, La= langkahmu,P= penuh, A= arti. L= luas, E= engkau, M= menggapainya, B= bertekad bulat, A= akan karya, N= nyata dan G= gemilang. selamat Training dikehidupan nyata.
By Kang Sok Alim on Jul 14, 2008 | Reply
EMPEK-EMPEK Anda Kang sungguh menjadi berkat> siap melangkah di training kehidupan dgn KOMIT karya nyata, bukan sekadar KOMAT KAMIT di bibir & lamunan pikiran.
Tabik Kang PuHong!
By WongPlembang on Jul 14, 2008 | Reply
Bisa bener nih…setiap huruf ada pengertiannya. Zaman awak dulu ada deri, komar, dkk. Tak apa lah yang penting Maknanya kan???
Thanks, dari WongBuyan.
By Kang Sok Alim on Jul 14, 2008 | Reply
Dulu aku cuek pada kata-kata. Ternyata kini dalam setiap kata-kata terkandung energi luar biasa.
Ampuni aku yang suka NGREMEHIN…ternyata tak ada hal yang remeh yang muncul, dimunculkan, termunculkan dalam hidup ini, bagi orang yang jiwanya mau hidup.
Ke depan aku tak kan pernah meremehkan apapun.
“Di dalam remeh ada kekuatan”
By WongPlembang on Jul 14, 2008 | Reply
Betul kata Abang. “SEDERHANA” juga kata yang luar biasa, krn tidak ada rangkapannya.
Kata-katanya kata-kata.
By Kang PuHong on Jul 14, 2008 | Reply
Yth. WongBuyan. maafkan saya, bukannya hanya “Makna” saja, yang terpenting adalah “Arti” nya dahulu baru “Makna” yg sesungguhnya sehingga dapat di”Manfaatkan” dalam Kehidupan, untuk mencapai Menghilangkan Cemas dan Menikmati Hidup penuh damai dan tentram , AMIN.
Bila anda marah dan kecewa membaca tulisan saya. maka MAAF kan lah saya, membuat anda marah dan kecewa akibat perbuatan danperilaku saya. dimana seandainya saya tidak menulis ini semua, maka kemarahan dan kekecewaan tidak akan anda alami, maka Maafkanlah saya.
By Kang Sok Alim on Jul 14, 2008 | Reply
Saat ‘pernah’ marah dan kecewa, justru aku lebih berlatih mengenal, mengaktifkan, menyeimbangkan VAK diriku. Ternyata saat aku pernah marah dan kecewa, jalur V ku langsung melintasi tol ke jalur K, dimana dan sesungguhnya A ku telah kututup erat selama ini. Sekarang saat A kuaktifkan, potensi A ku bisa mengarahkan dan memilihkan K ku menuju damai dan tentram.
Maafkan diriku ya, yang sudah marah dan kecewa pada diriku sendiri, ternyata dan faktanya potensi A ku sudah sering KU KORUPSI selama ini, akibat ketololanku. Mending melihara tuyul daripada tolol akhh, he he he
By WongPlembang on Jul 14, 2008 | Reply
Maaf…TUAN, saya tidak marah ataupun kecewa, betapa tidak…..disini banyak ILMU, Awak benar-benar Bahagia bersama dengan Tuan-Tuan Semua.
Semoga Kontributor disini terus diberi oleh TUHAN YANG MAHA KUASA, Keluasan dan kedalaman Ilmu-Nya. Amin.
By Wang Pa Tan on Jul 14, 2008 | Reply
gile bener sekarang jadi hobi bahas menu makanan neh …
By Kang PuHong on Jul 14, 2008 | Reply
Terima kasih WongPalembang! atas DOA nya, dan semoga ANDA mendapat TAUFIQ dan HIDAYAH dari NYA, Amin Ya Robbal Alamin.
By Kang PuLang on Jul 14, 2008 | Reply
Kata orang di atas bumi kita semua sama, katanya, oe, katanya.
Kalau begitu adanya kenapa nasibnya jadi Babu, nasibnya, oe, nasibnya.
Walau banyak padi panen di sawah, nasibnya tetap jadi Babu! karena, oe, karena.
By Denmaz on Jul 14, 2008 | Reply
Luarbiasa … atoznya .. karbit .. karbit ..
By Ko Sok Alim on Jul 14, 2008 | Reply
“Karbit Tjap Tikus” mlebu omah Den, ha ha ha
By Cak Nano on Jul 14, 2008 | Reply
Hehehe…Pempek Kapal Selam nya ini lebih enak lagi disantap sambil minum Kopi Nurani…pasti lebih mantap…dan berdaya guna tinggi.
Salam Hati Nurani.
By Alfriz on Jul 15, 2008 | Reply
Wong .. kapan nih kita ngariung nikmatin pempek asli palembang ..
By WongPlembang on Jul 16, 2008 | Reply
Tuan Alfriz, pempek saya masih keasinan dan kepedasan…mau? Malu awak menjamu Tuan…, sebenarnya awak ingin sekali kenal dengan Tuan Alfriz, Tuan Kris, Pak Bos Ngapusi, Pak Puhong, semuanya lah…kapan ya?
By Ko Sok Ahli on Jul 16, 2008 | Reply
Tgl 28-31 Agustus 2008, ikutan pembekalan BP. 4 hari kita bisa ketemu WongPlembang. Oke?
By WongPlembang on Jul 17, 2008 | Reply
Tuhan limpahkanlah kemudahan bagi saya dan tuan-tuan semua. Amin
By Munyuk Njigrak on Jul 19, 2008 | Reply
Rekan munyuk .. sudah semakin tajam naluri kemunyukan dikau .. makasih yah ..
lama daku merenung .. semua pembelaan ku ternyata buah dari ke tidakmampuanku .. ketika aku sombong dan belagu isi .. ternyata karena aku sebenarnya minder tidak berisi ..
balutan kebohongan itu membentuk daku .. kang puhong .. salam hormat ..
karena balutan itu, aku sibuk membela diri, ngeles dgn seribu rangkaian kata, plintar-plintir sana-sini ..
emosi, sakit hati .. itu sejatinya buah kebohongan itu, karena memang aku menolak jujur .. buah marah sakit hati itu .. sejatinya kemarahan pada diri-sendiri ..
rekan munyuk .. teruskan perjuanganmu .. aku doakan semoga semakin sedap masakanmu ..
doakan aku segera bisa memasak .. dengan bimbingan para senior koki .. dan dirimu bila masih berkenan
By Munyuk Tjing Krak on Jul 20, 2008 | Reply
Rekan munyuk, sing penting saiki, mari melangkah bareng bikin ToTe, bukan ToGel. he he he.
Maju terus-terus maju
By Raja Kera on Oct 14, 2008 | Reply
Munyuks kok melangkah bareng? kalau bisa melangkah berarti manusia dunk! QiQiQi