Selamat datang! Selamat membaca!
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.
Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..
Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.
Manual Penggunaan Otak – 1
Written by Kang PUHONG on August 24, 2008 – 3:27 pm - Dibaca 639 kaliDalam rangka memperingati genap satu minggu HUT kemerdekaan RI ke-63, sebuah buku manual tentang praktisi NLP [NLP Practitioner Manual Book] yang ditulis oleh Michael Hall, PhD dengan judul Manual Penggunaan Otak [User Manual for The Brain] diterjemahkan oleh ‘Romo nDobosi’.
Introduction Pengantar
The Story of “Magic” In Human Neuro-Linguistic
Cerita “Keajaiban” dalam Syaraf-Kata-kata manusia
“NLP is an attitude and a methodology that leaves behind a trail of techniques.”
- Richard Bandler
“NLP adalah suatu sikap dan metodologi yang terletak dalam sebuah jalur teknik”
- Richard Bandler
Neuro – Linguistic Programming (NLP) represents a relatively new discipline dating back only to the mid-70s. Behind NLP stands a respectable body of knowledge. NLP originated from several different intellectual disciplines as organized by two co-founders-Richard Bandler and John Grinder.
Neuro-Linguistic Programming (NLP) adalah sebuah disiplin ilmu baru yang dimulai pada pertengahan tahun tujuhpuluhan. NLP berbasis sebuah pengetahuan tentang kesempurnaan. NLP terdiri atas beberapa disiplin ilmu yang berbeda dan dirancang oleh dua orang penemu utama John Grinder dan Richard Bandler.
It happened once upon a time when Dr. Grinder served as a professor of linguistics at the University of California in Santa Cruz. Bandler came there as a student to study mathematics and computers. Dr. Grinder, in fact, had already published several books in the field of linguistics known as Transformational Grammar.
Hal itu terjadi ketika Dr. Grinder sebagai pengajar linguistik di Universitas California di Santa Cruz. Bandler berada di tempat itu sebagai mahasiswa matematika dan komputer. Dr. Grinder telah mempublikasikan beberapa buku dalam bidang linguistik yang dikenal sebagai Tata Bahasa Transformasi.
Bandler discovered that he had a “natural” gift for modeling and hearing patterns. He discovered he could detect and replicate patterns in Gestalt Therapy form minimum exposure. He became an editor for several of Fritz Perls’ books in Gestalt Therapy. Being familiar with Perls’ work, Bandler began to study Perls’ techniques. As he discovered that he could model Perls therapeutic procedures, he began experimenting with clients using the techniques.
Bandler menemukan bahwa ia mendapat sebuah anugerah “alami” untuk memodel dan mendengar pola-pola. Dia menemukan bahwa ia dapat mendeteksi dan membuat replika pola-pola dalam Terapi Gestalt dengan sederhana. Ia menjadi editor beberapa buku Fritz Perls tentang Terapi Gestalt. Terbiasa dengan karya Perls, Bandler mulai belajar tentang teknik Perls. Ketika ia menemukan bahwa ia dapat memodel prosedur terapetik Perls, ia mulai bereksperimen dengan klien menggunakan teknik tersebut.
After enjoying immediate and powerful results from that modeling, Richard discovered that he could model others. With the encouragement of Grinder, Bandler got the opportunity to model the world’s foremost family therapist, Virginia Satir. Richard quickly identified the “seven patterns” that Virginia used. As he and John began to apply those patterns, they discovered they could replicate her therapies ad obtain similar results.
Setelah nyaman dengan hasil dari memodel Perls, Richard menemukan bahwa ia dapat memodel orang lain. Dengan dukungan dari Grinder, Bandler memperoleh kesempatan untuk memodel terapis keluarga yang terkenal, Virginia Satir. Richard dengan cepat mengidentifikasi “tujuh pola” yang digunakan oleh Virginia. Ketika ia dan John mulai menerapkan pola tersebut, mereka menemukan bahwa mereka dapat membuat replika terapi milik Satir dan mendapatkan hasil yang serupa.
To Be Continued …. Bersambung
Posted in Umum | 5 Comments »
Email This Post

By Adi Putera on Aug 25, 2008 | Reply
Terjemahannya Romo yang enak dibaca (emang krupuk?) Pak, ditambahkan beberapa paragraf lagi, dong.
By Kang PuHong on Aug 26, 2008 | Reply
Pak Adi Putra, akan diusahakan, dimana maksud tulisan ini agar dapat dipelajar oleh pembaca yang mau tau apa itu NLP Practitioner certification, jadi buat yang mau ngajarin gak tanggung2 ngajarnya. soalnya banyak yang ngaku2 Practitioner, ngajarnya gak sesuai dengan NLP practitioner. kasihan banyak yang dihongin punya sertifikat tapi gak tau isinya. nah mudah2an dengan adanya tulisan ini dapat belajar NLP yang benar dan betul. bukan hanya sekedar sertifikatnya saja yang dijual. dan untuk Metode dan Tehnik akan saya usahakan untuk dibagikan kepembaca yang mau belajar NLP.
By SETAN ALAS on Aug 27, 2008 | Reply
Saya tunggu Guru, jangan lama-lama ya…butuh nich. Makasih, Doa kan murid ini sukses ya ru..
By Kang PuHong on Aug 27, 2008 | Reply
Setan Alas, nunggu Guru mah kagag bakal mau nulis, mangkanya ogut coba kerja sama ama Romo Dobosi. yah muda2an aja ada waktu buat nerusin tulisan yang ada dibuku. Doain aja yah biar pade sehat semua. nah kalo mao belajar NLP liat dipraktisi gih ade tulisan dasar NLP.
By mrs.doraemon on Sep 15, 2008 | Reply
to Adi Putra,
ya… iyalah,…. krupuk….. pastilah enak dimakan, kl tulisan mah di bakar terus diminum,… itu jg enak,