Selamat datang! Selamat membaca!


Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.

Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..

Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.

Mencoba Memaknai Beryukur dan Berlimpah

Written by 'Romo nDobosi' on September 27, 2008 – 12:52 pm - Dibaca 556 kali

Secara personal saya tergelitik untuk mencari pemaknaan bersyukur dan berlimpah ketika sebuah tulisan dalam sebuah web bernuansa NLP memunculkan teknik mengumpulkan uang. Menurut saya sungguh sangat luar biasa bila sebuah teknik yang berada dalam tataran kehidupan lingkungan manusia dibungkus rapi menjadi sebuah hukum.

 

Teknik dan hukum adalah dua hal berbeda. Dalam sebuah teknik berlaku satu atau banyak hukum dan dalam sebuah hukum memerlukan teknik untuk melaksanakannya. Namun keduanya adalah hal berbeda yang berdiri sendiri.

 

Lalu apakah ada yang tahu dan menemukan para founder NLP mengungkapkan sesuatu dan dijadikan sebuah hukum? Mengapa mereka hanya menulis tentang presupposition dan bukan hukum?

 

Barangkali para founder memaknai hukum adalah sesuatu yang bekerja secara pikiran tidak sadar atau unconsious sedangkan teknik bekerja dalam pikiran bawah sadar atau subconsious. Terlebih lagi barangkali juga mereka tidak mau dianggap sebagai Tuhannya manusia lain. Kebenarannya siapa tahu?

 

Begitu juga banyak orang berpikir bahwa ketika mereka rajin bersyukur dan berlimpah maka uang itu otomatis membanjiri saku mereka dan dapat mereka gunakan untuk apapun.

 

Ya …. Tuhan ampunilah aku …. hambaMu ini ….
Terlalu naif dan doif sehingga berpikir mengatur dan menyudutkan posisiMu untuk menuruti nafsu pribadiku!

 

Jauh …. sungguh jauh aku dari kesempurnaan ya Tuhanku ….
Bahkan level satu di tataran lingkungan kehidupan pun aku belum mampu melakukannya ….

 \"Di Level 1 Saja Aku Masih Belajar\"

Bagaimana aku dapat ber-difusi denganMu ya Tuhan ….?
Ampuni aku dan beri petunjukMu agar aku semakin belajar untuk taat pada kehendakMu ….


Posted in Umum | 24 Comments »
Email This Post Email This Post


24 Responses to “Mencoba Memaknai Beryukur dan Berlimpah”

  1. By Suhu Cong Te Pu on Sep 27, 2008 | Reply

    Romo,
    Tega nian dikau. Dimanakah posisiku di dunia ini?

  2. By 'Romo Ndobosi' on Sep 27, 2008 | Reply

    To: Suhu Cong Te Pu

    Posisinya masih di 8 derajat LU dan 11 derajat LS atau butuh pindah? :)

  3. By Q Dazal on Sep 27, 2008 | Reply

    Aneh minta petunjuk. wong udah dikasih tau jalan ama peringatan masih gak mau lihat dan denger, mendinagan kaya aq muka kedepan jalan kesamping ( kepeting ). begitulah aq. bukan Tuhan yang tidak mau tahu tapi aqnya yang gak mau tahu. kasn Tuhan Maha Tahu dan Maha Mengerti. jadi…………….. yang harus ngerti aq nya kepada Tuhan, makanya jadi kepiting aja biar kelihatan kedepan jalan kesamping.

  4. By 'Romo Ndobosi' on Sep 28, 2008 | Reply

    Kalo kepiting lemburi jalannya nyamping juga ‘nggak ya? :) )

  5. By Bang Rommy on Sep 28, 2008 | Reply

    Bang Romo Ndobosi…; jadi pengen tanya… neurological level yang diidentikan dengan : bersyukur, ikhlas, tobat..sampai Nabi…; boleh juga , dapet ide dari mana?

    Selamat Hari Raya Iedul Fitri,..ma’af lahir batin buat SEMUANYA!

    Salam
    Bang Rommy

  6. By Wang Pa Tan on Sep 29, 2008 | Reply

    Bagus sekali mo renungannya …. dan lebih bagus lagi kalau menjadi lebih dari sekedar tulisan bagus …

  7. By Wang Pa Tan on Sep 29, 2008 | Reply

    tomat … tomat … tomat … itulah namanya … buah tomat berguna … la la la

    tomat = TObat kuMAT

  8. By "bos ngapusi" on Sep 30, 2008 | Reply

    Wah ,suatu peta yang berbeda , dibungkus dengan tehnik persuasi yang cukup baik , hampir saja saya tertipu unutk mempercayainya , selamat kepada Romo ‘nDobosi’ atas keberanian dalam melakukan Provokasi pemikiran

  9. By 'Romo Ndobosi' on Oct 4, 2008 | Reply

    Buat Bang Rommy,
    Makasih ya komennya, namun tolong dibedakan antara ide dan pengalaman kehidupan. Ok?

    Untuk Wang Pa Tan,
    Anda benar-benar benar WANG PA TAN! Cepat Tobat! Hindari Kapok Lombok ya …

    Khusus Bos Ngapusi,
    Sip deh! Biasa khan Penipu Kena Tipu?
    Mendingan Ndobosi ‘Bos Ngapusi’ daripada MENIPU TUHAN? Bener khan???

  10. By Wang Pa Tan on Oct 5, 2008 | Reply

    baik mo … aduuuh kalo romo sudah bersabda repot euy … gimana dong mo masih doyan TOMAT nih ….

  11. By Badrun on Oct 7, 2008 | Reply

    Jauh …. sungguh jauh aku dari kesempurnaan ya Tuhanku ….

    Bahkan level satu di tataran lingkungan kehidupan pun aku belum mampu melakukannya

    Level 0 .. apa sama dgn No Level ???

    Bersyukur karena mengharapkan lebih .. ada udang dibalik batu .. nggak ikhlas dong .. itung-itungan sama Tuhan

    Pura-pura dermawan, suka membantu, suka berbagi – berkelimpahan .. karena mengharapkan lebih besar lagi … ada udang dibalik batu .. nggak ikhlas lagi yah .. itung-itungan lagi sama Tuhan

    Walah .. susah banget yah .. mendingan aku ngaku aja daripada jadi munafik ..

  12. By Mizz Prosedural on Oct 8, 2008 | Reply

    Aku Mungkin Tak Pernah Lagi

    Aku mungkin takkan melihat hari esok
    Tak ada jaminan
    Dan semua yang terjadi kemarin
    Menjadi bagian dari sejarah

    Meramal masa depan, aku tak dapat
    Mengubah masa lampau, aku tak mampu
    Milikku hanya hari ini
    Yang kelak akan menjadi kenangan

    Aku harus bijak memanfaatkan saat-saatku
    Karena semua itu akan berlalu
    Lalu lenyap selamanya
    Menjadi bagian masa lalu

    Aku harus curahkan kasih sayangku
    Membantu bangkit mereka yang jatuh
    Menjadi teman bagi yang kesepian
    Membuat hidup mereka sempurna

    Kejahatan yang kulakukan hari ini
    Tak dapat kubatalkan
    Persahabatan yang gagal kubina
    Mungkin tak pernah dapat kusahakan

    Aku mungkin tak punya kesempatan lain
    Tuk bersujud mengucap doa

    Tuhan…
    Dengan kerendahan hati kubersyukur
    Atas hari yang kau karuniakan
    Kepadaku

  13. By Breaking The Law on Oct 8, 2008 | Reply

    Hukum “DIBUAT” tergantung kepentingan PEMBUAT nya khan?

    Coba cek deh, tulisan dalam sebuah web bernuansa “NLP?” berupa “HUKUM?” mengumpulkan uang tsb, dibuat dalam konteks apa, kerangka apa, dan untuk apa dan siapa?

    Jadi trainer kok jadi mata pencarian?…

  14. By Orang GILA on Oct 8, 2008 | Reply

    “Bersyukurlah kamu kepada-Ku, Niscaya akan Aku Tambah”.

    Manifestasi dari bersyukur adalah memberi, dengan memberi berarti ada rasa berlebih, untuk merasa berlebih ya…gue merasa KAYA!

    Setiap apa yg gue peroleh (harta, atau apalah namanya)ada yang TUHAN titipkan ke gue untuk Fakir Miskin (kalo hari ini cuma dapat makan, masih ada yg nggak makan, kalo gue nggak dapat apa apa, gue masih hidup..tuh ada org yang mau mati!). Jadi gue bersyukur aje sebisa gue ame Tuhan, menurut gue Kaya itu ya gue bisa bantu orang yang dibawah gue, bagi gue makna Kaya itu ya..merasa KAYA!

    Siapa aje yang dateng ke gue mau minta-minta ame gue akan gue beri bro! sekalipun die Anggota DPR , atawa pengusaha tapi masih kurang aje tuh hartanye…itu artinye die MISKIN! nah..kalo gue so pasti ORANG KAYA.

    Tuhan udah ngejadiin gue ORANG KAYA bro!

    Roso…roso…rasa…rasa…rasa..rasa doang.

    gue nulis ape ye…lha kan gue GILA.

  15. By Asoy Geboy on Oct 8, 2008 | Reply

    Dijual–> Rahasia meningkatkan omzet Anda hingga 300% dalam waktu kurang dari 3 detik.

    Ilmu Angop!

  16. By yudi on Oct 9, 2008 | Reply

    akhirnya 1 rahasia alam terbuka Lebar…….Sungguh sangat CELAKA orang2 yang tidak mau berbuat & bertindak padahal DIA mampu….Semoga semakin terbuka.Amien……

  17. By Wang Pa Tan on Oct 12, 2008 | Reply

    Semuanya ayo pada KERJA dan BERKARYA jangan cuma jago TEORI doang …. TEORI udah banyak … dan orang yang keblinger sama TEORI lebih banyak lagi …. AYO PRAKTEK … PRAKTEK … ngomong aja digedein udah pada lupa sama MISI HIDUP ya ?

  18. By sebut aja bunga on Oct 12, 2008 | Reply

    “Begitu juga banyak orang berpikir bahwa ketika mereka rajin bersyukur dan berlimpah maka uang itu otomatis membanjiri saku mereka dan dapat mereka gunakan untuk apapun.”
    emang udah riset seberapa banyak ????
    bisa japri ke saya datanya??
    kalo emang valid, berarti ada pantun baru nih
    “siapa bersyukur,banjir duit”
    daftarin ke diknas biar bisa dipake anak SMU pantunnya.
    tapi kalo ga valid datanya, hmmm..
    jangan-jangan…..
    dulu di TK nya ga pernah ada pelajaran mengucap terima kasih???
    lha wong bersyukur aja kok ga boleh…
    ketik REG C spasi D, cape deeeh…..

  19. By 'Romo Ndobosi' on Oct 12, 2008 | Reply

    Buat Badrun
    Nyok ngaku bareng-bareng

    To Mizz Prosedural
    Butuhnya di pikiran atau perasaan?

    Untuk OrGil alias orang GILA
    Salut! Jadi kalo butuh menyumbang untuk Yayasan Orang Gila tidak perlu pakai fisiknya ya?
    Cukup pakai perasaan kalo menyumbang sesuatu lalu semuanya beres khan?
    Ini baru cara GILA untuk berbagi!

    Khusus Asoy Geboy …
    Nawarinnya aja butuh lebih dari 3 detik ….?

    Pro Yudi,
    Yup praktekin langsung!

    For Wang Pa Tan
    Emang sekarang sedang melakukan misi apa?

    Ku sebut aja Kau bunga ….
    Belum paham ya kalo didobosi alias ditipu?
    Butuh data bukan minta ke aku ya ….
    Silahkan ke Badan Statistik supaya akurat dan jelas!
    Lagian aku …. aku khan playgroup aja aku …. aku kagak lulus apa lagi TK ….
    Jadi aku …. aku kagak pernah diajarin ngomong ‘Thank’, ‘Arigato’, ‘Remercier’, ‘Siek-siek’, ‘Kamsia’, ‘Danken’, ‘Ringraziare’, ‘Agradecer’ apalagi ‘TERIMA KASIH dan BERSYUKUR’ …. :)

  20. By sebut aja bunga on Oct 13, 2008 | Reply

    menipu..ditipu….
    kata yang “ampuh” yang selalu dan sering dijadikan “kambing hitam” dan cara untuk ngeles…
    he..he…candi ALASAN , candi Borobudur, candi prambanan, candi sewu…..
    kasihan ya ga bisa berterima kasih dan bersyukur…
    berarti ga pernah ngerasain seneng dan kaya….kurang melulu
    “kasihan deh lu…”

  21. By 'Romo Ndobosi' on Oct 29, 2008 | Reply

    Ku sebut aja Kau bunga ….

    Sepertinya tidak perlu sakit hati deh ….
    Kalau memang masih merasa kurang, belum seneng dan kaya …
    Lalu harus pura-pura seneng dan kaya …?
    Jadi badut itu namanya :)

  22. By Wang Pa Tan on Oct 29, 2008 | Reply

    SAKIT ??? apa itu sakit ?
    HATI ??? apa itu hati ?

  23. By Maha Dewa "Ngapusi n ndobosi" on Mar 4, 2010 | Reply

    TUK ROMO NDOBOSI….

    YANG BERKATA BAHWA JIKA KITA BERSYUKUR MAKA NIKMATNYA AKAN DITAMBAHKAN ADALAH TUHAN PENCIPTA MANUSIA…

    JADI KATA TUHAN TIDAK PERLU DIRISET ATAU DIBUKTIKAN!!! SUDAH PASTI TERBUKTI!!!!!!

  24. By Tong Cu Plak on Mar 9, 2010 | Reply

    Buat Maha Dewa “Ngapusi n ndobosi”:

    EMANG LU PERNAH KETEMU TUHAN???

Post a Comment

Spam Protection by WP-SpamFree