Selamat datang! Selamat membaca!


Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.

Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..

Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.

Butuh dan Perlunya saya Belajar menjadi World Class Trainer

Written by Co Ploq on October 13, 2008 – 9:02 am - Dibaca 512 kali

Salam Progresif!

Saya menuliskan tulisan ini adalah sebagai hasil dari proses pembelajaran yang saya dapatkan dari butuh dan perlunya saya belajar untuk meraih apa yang benar-benar saya inginkan menjadi trainer. Pengalaman belajar ini menempelak diri saya yang selama ini sudah berpikir dan merasa jago ngajar, sok pinter, sok ahli training.

Kenyataannya yang sebenar-benarnya terjadi pada saya selama ini adalah saya benar-benar belum ngerti apa-apa tentang ilmu ngajar, saya belum paham sebenar-benarnya hakekat mengajar, saya belum benar-benar mau melatih VAK (Visual, Auditory, Kinestetik) saya sendiri…sebenar-benarnya mengajar itu adalah belajar.

Inilah hasil pembelajaran dari keinginan saya belajar:

1. Sudahkah saya benar-benar MEYAKINI KEBENARAN dari DASAR ILMU yang akan saya BAGIKAN kepada orang lain? Sebelum saya mendapatkan pencerahan ini, saya selama ini sekedar tahu, tak mau tahu, tak paham secara dalam dari dasar ilmu yang akan saya bagi. Akibat daripada pengetahuan dasar keilmuan yang terbatas, cekak, bahkan saya ragukan sendiri ini, inilah jadinya saat saya di depan kelas: menjelaskan konten ilmu menjadi hambar, design dan alur training menjadi gak karuan juntrungan sambung mengambungnya (loop), belum lagi kalau muncul pertanyaan atau sanggahan dari audience, wow sangat mudah sekali saya goyah, jawaban meluncur deras tanpa aras.

2. Sudahkan saya benar-benar memiliki SPIRIT untuk MENGINSPIRASI orang lain untuk butuh dan perlu melakukan PERUBAHAN? Spirit ini membuat saya belajar untuk mengajar tanpa tendensi ingin populer, ingin kaya, ingin dianggap baik. Dan dengan spirit ini pula membuat saya belajar untuk mengajar tanpa tendensi mengubah orang lain, karena saya menjadi sadar bahwa sebenar-benarnya perubahan itu dimulai dari proses kesadaran trainee sendiri untuk butuh dan perlu berubah.

3. Sudahkan saya benar-benar PEKA terhadap audience yang saya hadapi di kelas training ini? Dengan kemauan untuk melatih VAK secara terus menerus, saya percaya bahwa setiap dinding kelas pun akan bersuara, setiap goresan tinta peserta di flipchart menjadi tampak maknanya, atmosfir kelas pun menjadi lebih berasa. Dan kebenarannya adalah suara, gambar, rasa suasana dari satu kelas ke kelas lain, tak kan pernah sama.

Tegor saya, ingatkan saya, beri feedback saya, jika suatu saat saya ada dan berdiri di depan kelas yang katanya saya sedang mengajar (maaf) Anda. Karena yang benar dan sebenar-benarnya terjadi…saya sedang belajar dari Anda.

(Teriring salam hormat dan terima kasih saya kepada segenap guru, partner, trainee)


Tags: , ,
Posted in Umum | 23 Comments »
Email This Post Email This Post


23 Responses to “Butuh dan Perlunya saya Belajar menjadi World Class Trainer”

  1. By Suhu Cong Te Pu on Oct 13, 2008 | Reply

    Bung Ngejaim,

    Apapun trainingnya, ……….(isilah dengan kata yang tepat)permainannya.

    Walaupun cuma permainan, tapi tanpa yang satu ini,”rasa”nya pasti lain?

  2. By Wang Pa Tan on Oct 14, 2008 | Reply

    Jadi World Class Trainer ??? Apa hebatnya ???

  3. By Neg Jaim on Oct 14, 2008 | Reply

    # for Suhu Cong Te Pu: Wow…saya nanti akan mainkan ‘lagi’, game yang satu ini, di 4 batch training terdekat, setuju khan? ha ha ha

  4. By Neg Jaim on Oct 14, 2008 | Reply

    # for Wang Pa Tan: Yang lebih hebat itu justru presupposition pertanyaan Anda: “World Class Trainer – Apa hebatnya???”…ha ha ha

  5. By Suhu Cong Te Pu on Oct 14, 2008 | Reply

    setuju,om neg jaim! apalagi jika sejak awal sampai selesai acara.

  6. By Neg Jaim on Oct 14, 2008 | Reply

    Uppps…ini mensupport atawa meledek ‘ala’ BP? ha ha ha

  7. By Suhu Cong Te Pu on Oct 14, 2008 | Reply

    Tentu memuji,dong! “Permainan” anda itu dapat dijadikan materi tentang “feedback”,loh? Kalau kemarin diterus’in lagi dengan pembahasan, 3 jam gak akan selesai tuh!

  8. By Neg Jaim on Oct 14, 2008 | Reply

    Wow…ini membuktikan lagi, saya butuh dan perlu terus belajar & belajar. Bagaimana caranya game 10 menit memiliki pembelajaran berkedalaman u 3 jam…hmmmm. Ini PR buatku, he he he. Makasih bro feedbacknya.

  9. By Bang Rommy on Oct 15, 2008 | Reply

    Aloooo…Bang Neg Jaim,…kok nama Abang gak ada di para photo2 kontributor?…qiqiiqiqi…
    PROGRESIF!….

    Makasih atas sharingnya ,terutama di 3 points dalam training…; kok point “TELAH MELAKUKAN SEGALA APA YANG DISAMPAIKAN”….tidak tercantum?.. atau SUDAH tersirat ya?…, seperti yang Anthony Robbin bilang begitu, dan Nabi Muhammad bilang : Celakalah bagi orang2 yang berkata-kata, tapi TIDAK melakukannya!!…

    Hmmmm….beraaaaaaatttt..

    Lalu apa hubungannya dengan menjadi WORLD CLASS TRAINER???…emang yang bagaimana sich WORLD CLASS TRAINER itu?…

    Salam sedang usil,
    Bang Rommy…

  10. By Neg Jaim on Oct 15, 2008 | Reply

    Bang Rommy yang baik,

    1. Untuk mengenal siapa pemakai minyak wangi, kita cukup bisa peka dari arah semerbak bau minyak wangi berhembus darimana khan?

    2. Kebenarannya justru saya sedang terus belajar melakukan ke 3 point pembelajaran di atas, walk the talk, benar?

    3. World Class Trainer adalah sebuah Outcome saya. Saya ingin melakukan apa yang saat ini saya ajarkan “NLP Synthesis Planning”. Paling tidak pijakan awalnya dimulai dari butuh dan perlunya melakukan ke 3 point pembelajaran di atas. Nyambung khan bang?

    4. Apa itu World Class Trainer..? apa yang Bang Rommy dapat kenal dari profesionalitas & coveran luas penugasan seorang Anthony Robbin? Semoga jawabnya ada di sana, he he he

    Salam Progresif Bang!

  11. By Badrun on Oct 15, 2008 | Reply

    Salam ngelindur .. dulu kecil pelajaran awal-awal yah babu .. b a = ba .. b u = bu .. babu .. babu ..

  12. By Suhu Cong Te Pu on Oct 15, 2008 | Reply

    Atau dibalik aja, deh. mainnya 3 jam, bahasnya 10 menit.

  13. By Edan on Oct 15, 2008 | Reply

    Sudah stress teman kita ini, kalau memang introvert, ampe mampus pun yah introvert, gimana bisa jd world class…memang aneh, gak kenal diri sendiri…Tung is the best!!!

  14. By Suhu panas on Oct 15, 2008 | Reply

    Dasar sinting! Masuk rumah sakit jiwa aja tuch…

  15. By Neg Jaim on Oct 16, 2008 | Reply

    Badrun, Edan, & Suhu Panas, emang saya sinting, udah lama tahu…he he he

  16. By Badrun on Oct 16, 2008 | Reply

    bunda theresa .. babu .. semar .. babu .. pres .. babu .. press .. babu ..

  17. By Bang Rommy on Oct 16, 2008 | Reply

    Mantaaaaaaappfff…Bang Neg Jaim!…

    Semoga SUKSES dan TERCAPAI outcome jadi trainer world class nya…!!..Amiiinnnnnnnnnn..

    Btw ,kenapa sich sukanya pake’ kata PROGRESIF??

    Salam world class,
    Bang Rommy

  18. By Neg Jaim on Oct 16, 2008 | Reply

    Bang Rommy,

    Kenapa saya suka pake kata Progresif?…Kenapa hayo, Mas Kun juga suka menggunakan nama Bang Rommy di portal ini? he he.

    Terima kasih atas doa jenengan. Sukses juga buat Anda ya.

  19. By Bang Rommy on Oct 16, 2008 | Reply

    Ane, Bang Romy diportal ini doang?.. kagak juga kallleeeekkkk….; itu mah Nickname ane sejak sekolah…, sesuai suku kata diname paling belakang ane..qiqiqiq…

    ..kok ditanya bales nanya….??…; lagi Model ye Bang Krish??..

    Salam,
    Bang Rommy

  20. By Bang Rommy on Oct 16, 2008 | Reply

    ..eh..sory salah..kagak pake H… ; bang Kris?

  21. By Neg Jaim on Oct 16, 2008 | Reply

    Ohh gitu ya. Kok hampir sama walau tak serupa ya dengan saya…

    Konon katanya, “dibalik pertanyaan ada jawaban”. Jadi bukan model, kalau model khan baju / celana? apa istilahnya…trend?

  22. By Neg Jaim on Oct 16, 2008 | Reply

    jadi ingat portal tetangge, ingat radio apa thu?…bang Krish, he he he

  23. By Bang Rommy on Oct 17, 2008 | Reply

    Kata “Krish”…ane inget Krisbiantoro,..kan kalo’ disingkat dibelakangnye ade H nya…, biar keren gitu, kebulek-bule’an…qiqiqiiq

    Model trendy gitu, tanya ya tanya lagi… ; gak ape…; Energi KEKAL kok…

    Salam sedang model..
    Bang Rommy

Post a Comment

Spam Protection by WP-SpamFree