Selamat datang! Selamat membaca!
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.
Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..
Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.
PACING – LEADING DALAM DIRI BAG-2
Written by Coach Lock on October 17, 2008 – 3:53 pm - Dibaca 300 kaliSaya punya satu pertanyaan untuk anda, Apa yang membuat anda MAU melakukan sesuatu yang orang lain minta anda lakukan ? Ah nggak juga tuh … ngga semua permintaan orang lain akan saya LAKUKAN. Bukankah berarti juga ada permintaan dari orang lain yang anda LAKUKAN, benar ? Apa yang membuat anda MAU melakukannya ? pikirkan jawaban anda atas pertanyaan ini ? Apa yang anda SADARI ? buat saya adalah saya akan lakukan sesuatu dengan suka rela atas apa yang orang lain minta saya lakukan apabila saya NYAMAN melakukannya. Saat seorang sales person menawarkan barang dan akhirnya saya memutuskan untuk membelinya adalah karena saya NYAMAN untuk membelinya. Bagaimana dengan anda ? Lupakan sejenak tentang metode dan teknik NLP, apakah anda akan NYAMAN berinteraksi dengan orang yang tidak membuat anda NYAMAN ? Jujur sajalah … ha ha ha. Apakah anda SENANG membeli barang dari salesperson yang membuat anda tidak NYAMAN ?
Sales person mem-PACING saya sehingga saya NYAMAN berinteraksi dengan sales person tersebut, dan begitu saya NYAMAN maka dengan mudah sang sales person me-LEADING saya agar saya membeli produknya. Bagaimana dengan anda, saya tidak tahu bagi anda apakah kata NYAMAN adalah yang membuat anda dapat ter-LEADING oleh seseorang atau ada kata lainnya, saya tidak TAHU yang TAHU adalah anda.
BAGAIMANA dengan ketika anda hendak melakukan sesuatu yang BERMANFAAT, namun ada bagian dari anda yang seolah-olah mencegah anda melakukannya ? Contohnya, pernahkah anda merasa malas ketika anda PERLU menemui calon prospek atau pernahkah anda takut ditolak ketika anda PERLU menawarkan produk anda kepada calon pembeli atau juga pernahkah anda merasa tidak tega ketika PERLU memberhentikan karyawan yang melakukan kesalahan fatal di kantor.
Ada bagian – bagian dari anda yang mencegah anda atau mensabotase anda untuk melakukan sesuatu yang BERMANFAAT untuk mencapai OUTCOME. Bayangkan padahal calon pembeli anda sebenarnya adalah pembeli yang potensial namun anda urung untuk menawarkan produk anda karena mungkin anda berpikir kalau ditolak bagaimana ? kan malu, muka mau di taruh dimana ? saya masih percaya bahwa muka masih di taruh di depan …… ha ha ha
Sekarang, BAGAIMANA caranya membuat bagian dari anda itu SETUJU untuk bersama – sama mendukung agar anda dapat mencapai OUTCOME yang telah ditetapkan ? Dengan kata lain bagaimana mem-PACING bagian tersebut agar dapat anda LEADING. Pertanyaannya adalah bagian apa itu ? bagian yang mana ? memangnya dibagi berdasarkan apa ? bagian dari DIRI yang mana ? wah … kalau menjawab pertanyaan ini perlu waktu 4 hari 3 malam untuk mempelajari yang dinamakan SELF SKILL yang merupakan Pilar Pertama dari 4 Pilar Ketrampilan NLP (Self Skill, Strategic Thinking Skill, Systemic Thinking Skill dan Relation Skill)
Ada sebuah cerita tentang seorang pahlawan, orang tua bijaksana dan sehabat karib. Sang pahlawan adalah orang yang sangat dicintai oleh orang tua bijaksana dan juga sahabat karibnya. Mereka selalu memperhatikan dan memberikan yang terbaik buat sang Pahlawan. Mereka berdua pasti akan memberikan KATA-KATA saran kepada sang pahlawan ketika ia akan melakukan sesuatu. Namun sahabat karib dari sang Pahlawan kelihatannya tidak begitu akrab dengan orang tua bijaksana, ia berpikir saran dari orang tua bijak sering mebuat sang pahlawan berada dalam kesulitan dan ketika di tanya, orang tua bijaksana hanya berkata pahlawan perlu belajar itu akan membuatnya semakin kuat.
Sang sahabat karib semakin kesal dengan orang tua bijaksana karena terkadang ketika sang pahlawan BELAJAR sampai terluka dan berdarah dan seolah-olah bukannya menolong malahan membuat sang pahlawan semakin menderita. Oleh sebab itu sang sahabat karib selalu WASPADA setiap sang pahlawan mau melakukan sesuatu apakah itu berdasarkan KATA-KATA dari orang tua bijaksana atau bukan, biasanya sang sahabat karib berusaha mencegah dan menggagalkan tindakan yang akan dilakukan sang pahlawan dengan cara merayu dengan KATA-KATA yang tujuannya adalah sang pahlawan tetap aman dan nyaman.
Terkadang jika KATA-KATA-nya tidak didengarkan, maka sang sahabat karib akan melakukan tindakan yang akan mencegah sang pahlawan melakukan sesuatu, pernah suatu ketika ketika sang Pahlawan akan bertarung melawan naga, sang sahabat karib menyembunyikan senjata sang pahlawan agar ia sibuk mencari senjatanya dan urung bertempur melawan naga. Biar orang lain saja yang melawan naga yang penting bukan sang pahlawan. Karena sang pahlawan WASPADA, maka ia tahu bahwa itu perbuatan sahabat karibnya, pengalaman membuat dia belajar. Oleh sebab itu setiap sang pahlawan akan maju berperang maka ia akan menyampaikan KATA-KATA yang membuat sang sahabat karib merasa nyaman bahkan sampai akhirnya malahan membuat sahabat karib mendukung sang pahlawan untuk memenangkan peperangan. Dengan mendengarkan nasihat dari orang tua bijaksana dan dukungan dari sang sahabat karib, sang pahlawan mencapai keberhasilan demi keberhasilan, disukai oleh seluruh penduduk kampungnya bahkan disegani oleh lawan-lawannya.
Tags: Coaching, NLP, NLP Coaching, Pacing - Leading Dalam Diri, Umum
Posted in Umum | 8 Comments »
Email This Post

By Bang Rommy on Oct 18, 2008 | Reply
Aloo…Bang Tjia…makasih artikelnya memberi insight baru nuat saya…
udah malam…bentar lagi saya mau tidur..
Sebelum tidur, saya hanya mau bilang, gak juga kalau kita melakukan sesuatu buat orang lain HANYA karena masalah NYAMAN…; yang bnar menurut saya yang naif dan dhoif ini adlh karena adanya KEPENTINGAN….
Selain kita seyogianya bisa membuat orang lain NYAMAN bila berurusan dengan kita, kita juga kudu bisa merasa NYAMAN terhadap orang lain APAPUN yang dilakukan orang terhadap kita
….; termasuk kalau terpaksa ‘memarahi’ bawahan, memecat bawahan demi outcome yang lebih besar, tetap harus ada rasa NYAMAN, so, jadi KEPENTINGANlah faktor utamanya.. bukn cuman rasa NYAMAN!…; at least sebagai contoh membuat orang menjadi senang bahagia sehingga kita ikut menjadi bahagia adalah juga merupakan KEPENTINGAN kita…menurut saya yang naif dan dhoif ini…, KEPENTINGAN itulah outcome yang mau kita capai..
Kalau ada sales yang ‘berhasil’ membuat kita membeli, sesungguhnya karena kita ada KEPENTINGAN disitu; masalah sapa yang meleading siapa..itu cuman masalah cara pandang dan pilihan saja….
Hehehehee…
Soal Pacing – Leading diri sendiri saya jadi ingat GURU saya, beliau bilang, sebelum mau leading orang lain, lakukanlah Leading terhadap diri sendiri, sehingga semua anggota badan mendukung outcome kita, terjadi proses yang menjadi ’sama dan sebangun’ (kongruen) dan ekologis dengan lingkungan,…mantap lah jadinya, dengan kemantapan yang penuh, maka akan muncul ketugahan hati dan keyakinan yang solid, keras bagaikan baja…
Saya tidur dulu yaaaa…, dari pada ntar tambah ngaco nulisnya…
Selamat malam, Bang Tjia yang baik
Bang Rommy
By Tjia Irawan on Oct 18, 2008 | Reply
Bang Rommy, apakah anda NYAMAN dengan KEPENTINGAN anda ?
By Suhu Cong Te Pu on Oct 18, 2008 | Reply
Sepertinya seri tulisan ini perlu dibawa ke “darat”, nih.
By Tjia Irawan on Oct 18, 2008 | Reply
kalo mau dibawa ke darat mudah CARANYA kok suhu, KUMPULKAN saja minimal 15 ORANG maka rahasia yang di rahasiakan akan terkuak
By Tjia Irawan on Oct 18, 2008 | Reply
akan terbit juga Bagian 3 dari Artikel ini, tunggu saja tanggal postingnya
By Bang Rommy on Oct 21, 2008 | Reply
Kita tunggu Bagian ke 3 nya Bang Tjia…
Makasih,
Salam
By aan on Oct 22, 2008 | Reply
saya pernah membeli barang pada sales yang membuat saya tidak nyaman.
karena saya memang membutuhkan barang tersebut, akhirnya saya beli juga meskipun si sales cuek melayani saya, karena banyak juga yang beli.
jadi ,menurut saya, kita melakukan sesuatu bukan hanya karena nyaman, tapi juga hal tersebut bisa menguntungkan yang kita lakukan,
diantara hal yg menguntungkan adalah rasa nyaman, bermanfaat, rasa penting.
member nF
By Tjia Irawan on Oct 22, 2008 | Reply
Pak Aan yang baik
Apakah anda merasa NYAMAN saat anda TAHU bahwa KEBUTUHAN anda TERPENUHI ?
Apakah anda merasa NYAMAN saat anda tahu bahwa anda mendapatkan KEUNTUNGAN dari hal yang anda LAKUKAN ?