Selamat datang! Selamat membaca!


Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.

Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..

Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.

Banyak yang Tahu Namanya! Tidak Tahu Rupa dan Jenisnya!

Written by Mlester on October 19, 2008 – 2:53 am - Dibaca 85 kali

Dalam dongeng di panggung kali ini, pelakon yang perannya terdiri dari para Pawang dan Pemelihara serta Peternak. Dimana para penontonnya menyaksikan kisah para pelakon itu merasa iba dan bertanya-tanya?, waduh untung bukan yang dialami penonton.

Mengapa merasa Iba ?,  ya karena pelakon merasa yakin akan lakon yang dimainkannya. Padahal penonton melihat para pelakon banyak yang tidak mau mengerti! akan jalan cerita yang sesungguhnya. Mengapa demikian?, karena pelakon merasa bangga memamerkan perannya diatas panggung. Sehingga Pemelihara dan Peternak butuh adanya para Pawang yang berkualitas dalam mengimlakan Patwa-patwa dari para Pujangga negeri entah berantah. Yang konon Patwa–patwa itu cocok untuk di imlakan ke Pemelihara dan Peternak. akibat dari itu semua !  membuat lahirnya Pawang–pawang yang jago dan mahir mengimlakan syair–syair dari patwa–patwa para Pujangga dari Negeri entah berantah, dimana para Pawang mendapatkan pe’neng dari Pujangga sebagai tanda telah hafal akan syair–syair yang diberikannya.

Berkat pe”neng yang diakui keabsahannya itulah,  banyak para Pawang menjadi bangga dan mengambil keputusan untuk mencari nafkah menjadi Pelatih ketrampilan mengimlakan syair–syair kehidupan dari patwa–patwa para Pujangga.

Ketika pertunjukan dimulai para Pawang beraksi dihadapan peserta latihan, dengan perlengkapan layar tancap dan proyektor pilem, sambil memegang mikropon si Pawang berbicara tentang Sumber Daya Manusia  dan Potensi–potensi Manusia. Dimana menurut syair yang dia hafal bahwa Manusia harus dibangkitkan Potensinya dan diperbaiki Sumber Daya Manusia nya. dengan jalan lewat yang namanya ilmu NLP ( Neuro-Linguistic Programming ), yang katanya Ilmu Motivasi yang efektif buat Manusia dimotivasi, agar berubah SDM nya, dan membuat Potensi Manusia bertambah kemampuannya.                 

Bak jamur tumbuh dimusim hujan, munculnya Pawang–pawang berpe’neng memamerkan keahliannya mengimlakan ilmu syair–syair kehidupan, sehingga banyak yang demam pelatihan imla syai–syair kehidupan dengan jalan Didoktrin lewat iming–iming serta di takut–takuti agar mau maju.

Bila saja mau menengok sejenak!  bahwa tentang KEHIDUPAN  Manusia saat ini, adalah akibat langsung dari TINDAKAN nya dari KEPUTUSAN yang diambilnya, itu akibat dari pertimbangan PIKIRAN dan PERASAAN nya  datang dari adanya KATA-KATA  yang diterima lewat SDM nya.

Jadi menurut Ilmu Memprogram Kata–kata kedalam Diri/Jiwa, bahwa sesungguhnya Manusia sudah memiliki Sumber Daya sejak lahir pemberian dari TUHAN.   Sesungguhnya Manusia tidaklah perlu  diMotivasi oleh orang lain, dimana Manusia hanya membutuhkan Suporter agar terpicu oleh Keinginan dan Hasratnya sendiri, dengan melatih sendiri Potensi yang dimilikinya lewat penyadaran akan Sumber Daya nya.

Jadi apakah yang dinamakan Sumber Daya Manusia itu ?, dan bagai mana melatih agar Potensi Manusia bertambah?.

Banyak yang tahu akan nama Sumber Daya MAnusia dan Potensi Manusia, dimana jarang sekali yang tahu akan rupa dan jenis yang sesungguhnya !  itu seperti apa ???.  ya karena mungkin tidak mau tahu atau memang belum tahu apa itu SDM dan Potensi Manusia.?

Sehingga kerap kali dalam pelatihan pengimlaan syair–syair kehidupan, kelihatan berhasil dengan Doktrinasi lewat Dimotovasinya saat pelatihan, entah dari mana asal usulnya,  dimana Manusia itu hanyalah membutuhkan suatu cara! agar dapat timbul Hasratnya ( motivation ) untuk menggapai apa yang diinginkannya, malah yang terjadi adalah Manusia itu di Doktrin dengan diberi gambaran yang harus ditirunya. sehingga akibat dari pendoktrinan itu, hasilnya hanyalah sementara saja! maka setelah pelatihan akan kembali ke habitat aslinya lagi.

Menurut Ilmu Memprogram Kata–kata kedalam Diri/Jiwa, Manusia sudah memliki Sumber Daya sebanyak 5 macam yaitu Visual, Auditory, Kinesthetic, Olfactory, Gustatory  dimana OG nya sama dengan K. Jadi yang sering digunakan hanya VAK nya saja, dalam memproses Peniruan dan Penjiplakan orang–orang yang berhasil berkarya didalam kehidupannya, dan yang sesuai dengan Keinginan dari yang dilihatnya untuk ditiru dan dijiplak melalui VA dan K nya.

Dimana dalam Mind Manusia terdiri dari PIKIRAN ( VA ) dan PERASAAN ( K ), sehingga tidak dikenal adanya kata Negatip dan Positip, karena Manusia bukannya Robot yang dapat bergerak akibat tegangan Positip dan Negatip, atau sebuah lampu yang menyala akibat arus Listrik Positip dan Negatip disatukan lewat Tahanan ( Resistan ), menimbulkan panas pada resistan berakibat menyala bila didalam tabung yang Vakum.

Sedangkan dalam Ilmu Memprogram Kata–kata kedalam Diri/Jiwa, VAK sangatlah penting dalam mengembangkan Kehidupan Manusia, melalui pengenalan Skills dalam 4 Pilar Diri yaitu mulai dari Self Skills, dimana Sense of Self nya dilatih untuk menjadi Personal Mastery, dengan VAK nya  yang sudah terlatih akan mejadi Master Power dalam Kehidupannya. Maka dalam Ilmu Memprogram Kata-kata kedalam Diri/Jiwa, dibutuhkan penyadaran SDM nya terlebih dahulu, setelah itu baru diberi semangat agar mau melatih VAK nya masing–masing untuk mempunyai Master Power yang seutuhya.

Para Penonton melihat perilaku para Pawang amatlah menyayangkan sekali, sehingga hanya dapat mengharapkan dan berdoa agar para Pawang tidak lagi mendoktrin dan memotivasi Manusia. dan semoga para Pawang mau menyadari SDM nya masing–masing! dan melatihnya sehingga menjadi Pawang yang benar–benar ahli dalam menggunakan VAKOG nya.  yang akan mengakibatan Dirinya menjadi cermin bagi para Penonton, sehingga para penonton termotivasi oleh keinginannya sendiri untuk maju, akibat dari melihat perilaku para Pawang berhasil dalam mengembangkan Kehidupannya secara utuh, sehingga dapat menjadi Suri Tauladan bagi  para penontonnya.

Dimana para penonton melihat suatu contoh yang patut ditiru, dikarenakan dari para Pawang sudah tidak lagi mengimlakan syair–syair  pada pelatihannya.                                                                                   Semoga para Pawang mampu mendirikan Sekolah sesuai dengan Keahliannya masing-masing, yang mengajarkan kelebihan–kelebihan VAKOG nya , sehingga para penonton tidaklah lagi Harus dan Wajib menjadi Ki Hajar Dewantoro, karena tidaklah mungkin terjadi pada  penonton menjadi Ki Hajar Dewantoro. Yang diperlukan dan dibutuhkan adalah bagaimana caranya agar dapat Meniru dan Menjiplak Ki Hajar Dewantoro mendirikan Sekolah Taman Siswa, menghasilkan murid–murid yang cerdas dan dapat membebaskan Diri dari Pendoktrinan, membawa Rakyat  dan Bangsa ini Merdeka dari Penjajahan.

Wahai!!!!!!! para penonton mari kita ber Doa semoga para Pawang mau dan butuh  memberikan suatu petunjuk serta bimbingannya,  untuk memberitahukan  bagaimana caranya ! membebaskan Diri dan Merdeka dari pendoktiran syair–syair kehidupan ?.   Sehingga dapat Mencerdaskan Anak-Anak Bangsa, dan kita sebagai penonton dapat dan mampu berperan dalam panggung kehidupan ini, serta dapat mengejar ketinggalan dari Negara tetangga yang Merdekanya belum lama dibandingkan Negara kita.


Posted in Umum |
Email This Post Email This Post


One Response to “Banyak yang Tahu Namanya! Tidak Tahu Rupa dan Jenisnya!”

  1. By Bang Rommy on Oct 27, 2008 | Reply

    Hhhmmm…ini juga merupakan doktrin dari sang Pawang kan Bang Mlester??…hehehhehe..

    So, CARAya menggali dan meningkatkan sumber daya manusia VAKGO…bagaimana Bang???…

    Matur nuwun sanget,

    Bang Rommy

Post a Comment