Selamat datang! Selamat membaca!


Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.

Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..

Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.

Hanya Paham Metode dan Teknik … Kuda jadi Korban

Written by Coach Lock on October 25, 2008 – 8:07 pm - Dibaca 112 kali

Ada satu cerita … KONON disebuah medan pertempuran yang dahsyat ditugaskanlah satu orang Panglima baru menggantikan panglima lama yang telah gugur. Daerah pertempuran tersebut sedemikian terpencilnya sehingga mereka yang ditugaskan di sana akan hidup terpencil. satu bulan terlewati, Panglima masih dapat menerima keadaan, dua bulan, dan memasuki bulan ke tiga sang Panglima mulai gelisah ada suatu ganjalan dan kegelisana dari dalam dirinya yang mendesak untuk diselesaikan.

Para anak buah tahu kegelisahan sang Panglima, merekapun dulu mengalami hal yang sama yaitu LIBIDO tak tersalurkan. Karena kasihan, mereka berkata kepada sang Panglima “Pak kalo udah ngga tahan di belakang ada KUDA” Panglima begitu terkejut mendengar saran prajuritnya, walaupun demikian sang Panglima masih tahu batas-batas yang boleh dan tidak boleh dilakukan, katanya “lebih baik aku tahan saja hasrat ini, siapa tahu perang segera usai”. Sang Panglima berusaha keras menahan LIBIDOnya, memasuki bulan keempat, masih dapat ditahan namun sang Panglima kelihatan sangat gelisah dan sulit berkonsentrasi, para prajurit menjadi khawatir akan hal itu dan kembali menyarankan kepada sang Panglima “Pak kalo udah ngga tahan di belakang ada KUDA”. Namun sang Panglima masih terus berjuang mengedepankan harga dirinya.

Akhirnya dibulan keenam, sang panglima sudah tidak kuat lagi menahan LIBIDOnya, dengan gelisah dan hati berdebar-debar akhirnya dia memutuskan untuk ‘menggunakan’ KUDA yang ada di belakang. Sang Panglima berjalan mengendap-endap menghindari prajuritnya, takut ketahuan. Akhirnya dilampiaskannya LIBIDO yang selama ini di tahannya itu kepada KUDA yang malang yang ada di kandang belakang.

Setelah selesai, sang Panglima kembali ke kemahnya dan ternyata prajuritnya telah berkumpul. Melihat wajah sang Panglima sudah berubah menjadi cerah, para prajurit mengerti bahwa akhirnya sang Panglima telah melampiaskan hasratnya. Mereka berkata “KUDAnya jadi dipakai pak ?” “ oh … eh iya …jj .. jadi…. jadi” kata sang Panglima gugup. Kemudian kata salah seorang prajurit “di sini sudah jadi RAHASIA umum pak kalau HASRAT sudah ngga bisa di tahan kita pakai KUDA untuk pergi ke rumah bordil atau lokalisasi yang ada di balik bukit ini”. mendengar hal tersebut sang Panglima langsung jatuh pingsan …gubraaaaakk … ternyata …. hu hu hu …


Posted in Umum |
Email This Post Email This Post


4 Responses to “Hanya Paham Metode dan Teknik … Kuda jadi Korban”

  1. By La i ya on Oct 25, 2008 | Reply

    “Mangkanya, kalau punya metode dan teknik, mohon kacamata kudanya dibuka panglima”, sahut para punggawa sambil tertawa…ha ha ha

  2. By Wang Pa Tan on Oct 25, 2008 | Reply

    wah itu dilarang oleh guru saya mas … saya udah tanya kenapa harus pakai kaca mata … jawaban guru saya “Udah dari sononya” jadi saya harus nurut…

    p.s : jangan bilang siapa-siapa ya … guru saya juga pake kok … hi hi hi

  3. By Bang Rommy on Oct 27, 2008 | Reply

    Wakakakkakakakakkka…..!!??…; inimah bukan soal metoda teknik,..cuman soal gak mau tanya lebih jauh aje, apa itu meoda teknik nya?..pan, malu bertanya kuda dianiaya??.. kekeekekeek

  4. By Wang Pa Tan on Oct 29, 2008 | Reply

    Apakah bang Rommy pernah menganiaya KUDA ?

Post a Comment