Selamat datang! Selamat membaca!
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.
Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..
Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.
Menjadi MOTIVATOR yang Benar caranya bagaimana???
Written by Mlester on November 8, 2008 – 7:54 pm - Dibaca 1,014 kaliBila saja mau menyadari dari perjalan perkembangan Bangsa Indonesia ini, amatlah menakjubkan kejadiannya. mulai dari perjalan “SUMPAH PEMUDA”. Dimana disaat itu Pemuda Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam Karakter dan bahasa dari lingkungan adat istiadat yang berbeda-beda menjadi Satu dalam meraih kesepakattan untuk bebas dari belengu penjajahan.
Analisa dari ilmu Memprogram Kata-Kata kedalam Jiwa/Diri yang dikenal saat ini dengan istilah NLP ( Neuro-linguistic Programming ), terwujudnya “SUMPAH PEMUDA” itu dari PIKIRAN yang berbeda-beda mencari kesamaan dalam mencapai kesamaan PERASAAN bebas dari belengu penjajahan. melalui proses pikiran yang di Pacing ( pikiran yang berbeda-beda dicari kesamaanya ) lalu Leading ( pikiran yang sama dalam Perasaan ) kemudian di Anchoring dalam kata ” Berbangsa satu Bangsa, Bangsa Indonesia. Berbahasa satu, Bahasa Indonesia. Bertanah Tanah Air satu, Tanah Air Indonesia”. Dengan kata lain bahwa para Pemuda Bangsa Indonesia pada saat itu PIKIRAN nya mencari cara untuk membebaskan Belengu Perasaan yang terjajah oleh penjajah. Karena bukan membebaskan belengu Pikiran yang sesungguhnya adalah membebaskan Perasaan yang tebelengu. Sesungguhnya Pikiran itu tidak ada yang mampu membelengu yang sering terbelengu adalah Persaaannya. sehingga sekarang banyak manusia tak mampu berpikir lebih luas diakibatkan Perasaan yang dibelungu oleh Perasaan yang pernah dialaminya.
Dengan bergulirnya masa kemasa dari masa menikmati Kemerdekaan lalu dalam mengisi Kemerdekaan itu, mulailah dikenalnya adanya kata SEMINAR menjadi TRAINING lalu MOTIVASI. dimana dalam Seminar dengan Pembicara Seminarnya, dan dalam Training dikenal Trainernya. serta dalam Motivasi dikenal dengan Motivatornya.
Bila disimak dari semua itu dengan sebenar-benarnya tidak ada perubahan yang menyolok bagi perkembangan Bangsa Indonesia ini, secara jujur bila mau diakui isinya hanyalah PENDOKTRINAN belaka, dengan menyampaikan TEORI yang ada di Buku dikemas dalam penyampain kata-kata sang Pembicaranya dalam Seminar, sama halnya didalam Training sang Trainer TIDAK TAHU akan arti dari pelatihan itu sendiri, yang ada adalah memaksakan kehendak yang disampaikan oleh Pembicaranya yang mengaku sebagai Trainer. mengapa demikian?, yah karena sang pembicara tidak tahu ARTI dan MAKNA dari tujuan Training itu sendiri, dimana yang perlu dilatih adalah KEMAMPUAN dari setiap orang masing-masing mempunyai Sumber Daya Manusia ( SDM ),agar mempunyai kemampuan lalu dilatihnya menjadi Mahir sehingga Terampil dalam aksinya. Kenyataan yang terjadi selami ini adalah hanya Pendoktrinan saja dengan kata HARUS BEGINI, HARUS JADI SEPERTI ITU, dan lain sebagainya. sehingga diangap sebagai Olah ragawan saja. sedangkan dalam bidang menjadi Buruh /Karyawan dan Usahawan itu adalah berbeda dengan seorang pemain sepak bola. Banyak orang yang mengaku sebagai Trainer tidak mengenal SDM dari orang-orang yang akan dilatihnya bahkan SUMBER DAYA yang dimilikinya. kok gak malu siiiiiiiiiiih! bahwa yang dilakukan selama menjadi Trainer hanyalah HAFALAN belaka dari TEORI-TEORI yang dihafalnya, lalu disampaikan kembali kepada peserta training. Trainer adalah seorang pelatih yang tahu akan Sumber Daya yang dipunyainya dilatih menjadi Personal Mastery sehingga muncul Power Master bagi dirinya, berakibat ia layak menjadi seorang Trainer yang tahu apa yang akan dilatih dari setiap orangnya dengan melihat SDM nya masing-masing.
Sebagai MOTIVATOR yang layak adalah sebagai Pembangkit Hasrat orang untuk mencapai apa yang diingin orang itu sendiri bukan menjadi yang diinginkan oleh Pembicara. yang dalam arti dari Motivation adalah dorong dari dalam diri, sehingga tugas pembicara adalah bagai mana peserta terangsang untuk menggapai apa yang diinginkan, bukan dengan diberi gambaran yang harus menjadi seperti apa yang digambarkan oleh pembicara. Yang terlihat pada saat ini adalah banyak orang menjadi Pembawa berita/ Pembicara yang hanya menyampaikan Teori- Teori belaka dengan memakai julukan sebagai Trainer dan Motivator. jadi bagaimanakah menjadi MOTIVATOR yang sesungguhnya.
Dengan begitu APAKAH seorang Motivator dari praktisioner NLP hingga master pratisioner NLP untuk layak menjadi seorang TRAINER NLP atau MOTIVATOR NLP memerlukan dan mengetahui tentang :
Apakah mengerti akan arti dan tahu maknanya dari :
- Definition of NLP secara Human Personality secara Science.
- Field of Action of NLP.
- On Attaining Excelelence
- Programming : The Key to Success
- Planning : NLP Synthesis
- Modalities and Sub-Modalities
- Visual Access Keys
- Mental Strategies
- Internal Dialogue
- Logic Levels
- Perceptual Positions
- The Path of Life : Logic Levels-Position-Time….
- Identity sehingga mencapai Outcome
dan lain sebagainya ? sehingga menjadi Motivator yang benar-benar sebagai Motivator itu entah bagai mana caranya?, bukan sebagai Pembawa acara atau Penyampai Berita dan sebagai Penunjuk Teori-teori yang dipampangkan kelayar lewat proyektor.
Lalu bagaimana caranya menjadi Benar-benar TRAINER/MOTIVATOR ????????????????.
Posted in Umum | 30 Comments »
Email This Post

By Wang Pa Tan on Nov 10, 2008 | Reply
wah siapa nih ngaku – ngaku Mlester nulis artikel ini ? … ini bukan Mlester nih
By Mlester on Nov 10, 2008 | Reply
Alo Bung Wang Pa Tan, memang bukan Mlester maksudnya nembok biar bangunan yang terlihat batu batanya ditutupi dengan pasir semen, biar enak dipandang jadi sewarna, warna pasir semen.bukan dua warna. bila mau diampelas sampai licin lalu diberi cat bermanfaat untuk mengaca diri.
By NgomongThok on Nov 10, 2008 | Reply
Ah bukankah semua itu cuma theori? Apa saudara Mlester sudah bisa mengaplikasikan itu semua dalam kehidupannya? Nyaaaakkk……. tenaneeeeee……. Dasar mung bisa ngomong thok. Buktinnya order saya lancar dan banyak yang puas bahkan sampai repeat order. Klien bahkan sampai merekomendasikan saya ke perusahaan – perusahaan yang lain yang akhirnya jadi klien saya…. hehehehe……. Lha saudara Mlester ordernya banyak ngga? Mudah mudahan banyak yaaa..
By Provokator on Nov 10, 2008 | Reply
…kini banyak klien bener-bener kapok sama namanya Motivator. Era motivator akan abis sudah. Pada kebanyakan beo, banyol, ngecoblak sih…
Merunut pendapat Bopo Jun–> Mana Buktinya? ha ha ha
By Mlester on Nov 11, 2008 | Reply
Yth Mr.Ngomong Thok, Mohon maaf atas tersinggungnya Anda oleh tulisan saya itu, dan Terima kasih atas Doa yang Anda panjatkan buat saya. Maaf amat disayangkan persepsi Anda tentang saya tidak tepat cara melihatnya. dimana saya dalam mengaplikasikan Ilmu NLP bukan khusus Thok untuk mencari Nafkah menjadi Motivator. sehingga seperti Anda. saya adalah orang yang kurang layak untuk menjadi Motivator apalagi mencari Order supaya dapat Uang.pekerjaan saya bertani menanam padi agar mengahasilkan beras yang layak untuk dimakan serta memelihara ikan di sekotak empang agar ikannya cepat besar dapat dinikmati sebagai lauk temannya nasi.itulah cara saya mengaplikasikan Ilmu NLP yang saya pelajari. terima kasih atas komennya dan Mohon maaf dengan pertanyaan dalam tulisan saya itu.
By NgomongThok on Nov 11, 2008 | Reply
Kepada Yth. Mlester,
Selamat anda sudah salah membaca tulisan saya. Salahnya di mana? .. Pikiren dhewe dulu yaa…. sekalian buat bahan pembelajaran menerapkan NLP dalam kehidupan… Nanti kalau dah melihat, mendengar dan merasakan mana yang salah dari cara anda membaca tulisan saya, nah mari kita diskusikan. Kalau orang sudah seumur anda ngga bisa melihat, mendengar dan merasakan mana yang salah dari cara anda membaca tulisan saya…. ya berarti anda bener bener GUEBLEG… belajar dulu sama Kang Pu Hong dan Pak Stef yang selama ini saya buktikan errornya kecil dalam membaca tulisan saya.
Makanya kalau bukan motivator jangan ngecoblak masalah motivator yang ngga anda kuasai. Ngecoblak masalah ikan dan padi saja yang dimana itu expertise anda…. Setuju…..
Peace Maaannn!
By Wang Pa Tan on Nov 12, 2008 | Reply
komentar gua cuma hua ha ha ha ha ha
By JAPE METHE on Nov 12, 2008 | Reply
Pemat pedan Ki Ngomong Thok, hua hua hua
By Ngomong Thok on Nov 12, 2008 | Reply
Huss.. jangan keras keras ketawanya… entar yang diruangan sebelah denger lho…..
By TOL PEMAT on Nov 12, 2008 | Reply
Huhuhuhu… hahahahaha…. hihihii… ning nong ning gung… ning nong ning gung…. jangkriiik genggong mil ketemil omong kosong… eyaaa..eeee… ya.. oo… eeya..e… ya.. ee.. yae.. yae.. ya.. o… Jangkriiikkk.. gengong… bisa ngucap sonder nglakoni…
Wueeehh… enak tenan dadi wong edan, nggambleh sakarepe dhewe tanpa perlu noleh ngiwa nengen… uuuu…uuuu..iiiiii… Asoy geboy…. ning nong ning… ning nong ning gung…. Ueeee…eehhh.. eiiittss! Buajigur..! asem tenan, malah kepleset kulit gedhang.
By Cah GUEBLEG on Nov 15, 2008 | Reply
walah……pancen podo gebleg kabeh….wong wis podo duwe kabeh kok….emang podo ngerti to opo sing dimaksudke ??? trus opone sing di Motif ??? trus piye AKSI-ne ???
Penak nek dadi wong GUEBLEG….
hehheheheheheheeh
By Provokator on Nov 15, 2008 | Reply
Tampaknya dari comment2 di atas, motivator pada sakit hati? huakkkakkakk
By MOTIVATOR on Nov 16, 2008 | Reply
To : Cah Guebleg, lha pancen awakmu guebleg tenan. MOTIF dan MOTIVE itu beda besar. Belajar lingusitic sik sana. MOTIF itu artinya corak, desain, dsb. Kalau MOTIVE itu alasan, daya dorong (yang melandasi suatu tindakan). Ini menurut Pak John M. Echols dan Pak Hasan Shadily lho. Contohnya kalau ada kejadian kriminalitas, maka polisi akan mencari MOTIVE dari pelakunya, dari sana di kembangkan penyidikan dan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Kalau Manusia ya ngga perlu di MOTIF, emange kain berkolin untuk bahan batik apa? Tapi banyak manusia perlu dibimbing untuk mengetahui atau ditumbuhkan MOTIVE nya yang benar agar semua sumber dayanya bisa digunakan dengan efisien dan efektif untuk menghasilkan hal hal yang bermanfaat bagi kehidupannya. Bukan diumbar umbar sesuka hatinya sehingga menghasilkan masalah masalah atau hal hal yang sia sia.
Tapi ya ngapain belajar Linguistic kalau dirimu sudah memutuskan memilih identitas sebagai cah Guebleg. Heheheheeh…. sorry ini cuma saran saja. Kalau ngga ngerti etimologi dari kata MOTIF dan MOTIVE jangan sok tahu dulu.
To : Provokator
Namanya aja provokator, pasti kerjaannya melontarkan spekulasi spekulasi yang tujuannya memperkeruh suasana. Hahahaha… biasanya tuh dulu waktu di Tim Tim, provokator – provokator tuh ditembak ndase je. Hehehehehe….. mau nonton videonya seorang provokator pas dibedil ndase? Ku kasih copy nya deh.
By TOL PEMAT on Nov 16, 2008 | Reply
Wakakakaka…….. kalau seorang motivator mbaca tulisan di atas lalu sakit hati, ya ngga usah jadi motivator aja, artinya belum matang Internal Representation System-nya. Wong cuma tulisan kaya gitu, ngga berbobot, cuma turunan, ngga orisinil apalagi pemahamannya ngawur…
(Lho aku kok bisa ngasih komentar kaya gini yah? Mungkin tanda tanda kesembuhan diri saya ya.) Ning nong ning gung… wakakakaka… nyam nyam nyam…..
By Provokator on Nov 16, 2008 | Reply
Lha iya khan…lihat aja feedbacknya, pada MEMBELA DIRI khan?
Kebenarannya memang SAKIT HATI huakkakkkakk.
By Mlester on Nov 17, 2008 | Reply
Teimakasih atas semua komen yang dituliskan, yang belum terjawab adalah bagaimana caranya menjadi MOTIVATOR yang layak? koko belum ada yang menjelaskannya sehingga terjawab semua pertanyaan dari judul Tulisan diatas, sekali lagi TOLONG beri petunjuk dan penjelasan bagaimana cara-caranya mmaenjadi MOTIVATOR yang layak disebut sebagai MOTIVATOR. agar dapat dipelajari dan di MODEL.
By Wang Pa Tan on Nov 18, 2008 | Reply
haiyaaa… buset dah gitu aja kok repot seh … ikut pelatihan nggak usah banyak – banyak deh … beberapa aja … pembicaranya yang top dong … kan nantikan boleh klaim gua muridnya si Anu … syukur – syukur bisa ambil sertipikat …. udah itu cetak kartu nama … seperti gua … Wang Pa Tan … Hypno Motivator … terima proyek memotivasi orang untuk doyan tidur …
By Anglo Kobong on Nov 18, 2008 | Reply
Motivator yang layak ?
1. Layakkan diri dulu: memotivasi orang lain layak belum, kalau memotivasi diri sendiri aja masih belum layak
2. Cek ke istri/suami/anak/pembantu, apakah kondisi mereka fully motivated
3. Siap gak dibayar, kalau perlu keluar ongkos pribadi untuk memotivasi orang lain
4. Siap gak pake embel2. Motivator no 1, motivator sukses no 1, motivator mati no 1
By TOL PEMAT on Nov 18, 2008 | Reply
Wang Pa Tan bener tuh, gitu aja kok repot. Yang mau ngeklaim jadi Motivator no. 1 ya silahkan, mau ngeklaim muridnya si ini si itu ya silahkan, mau nempelin Certified atau Licensed ini itu ya silahkan. Wong mbayar mbayar dhewe kok, ya sakarepe. Msalah laku dan tidak itu kan terserah klien yang menilai dan memilih. Orang bisa lihat kok mana yang Walk The Talk atau Talk The Walk atau mana yang Walk no Talk atau Talk no Walk. Wakakakka… mumet ora koen… diwolak walik sampe gosong…
By Motivator Pemat on Nov 18, 2008 | Reply
Nah iya khan, gimana mau sukses memotivasi orang? lha konsep diri aja kagak jelas…wah wah wah
By TOL PEMAT on Nov 18, 2008 | Reply
To: Motivator Pemat
Konsep diri tuh definisinya bagaimana sih? Kalau saya Tol Pemat gini apa itu termasuk konsep diri?
By Motivator Pemat on Nov 18, 2008 | Reply
Mangkanya TOL PEMAT, gak mudah khan nyandang diri dengan sebutan as A Motivator. Kalau belum tahu konsep diri, lha bagaimana dapat menyebut diri sbg Motivator?
Jadi apa itu konsep diri TOL?
By TOL PEMAT on Nov 19, 2008 | Reply
To: Motivator Pemat
Wooo lha pancen koen podho pemate karo aku, ditanya malah menjawab dengan pertanyaan lagi, bukan dengan penjelasan definisi Konsep Diri.
Jebul koen iku mung JARKONI alias Jangkrik Genggong Omong Kosong.
Mending rasah nggambleh sesuatu yang koen gak ngerti.
By TOL PEMAT belajar Konsep Diri on Nov 19, 2008 | Reply
Self Concept dibentuk melalui sebuah proses pengalaman bagaimana orang lain bereaksi kepada kita. Stanley Coopersmith menemukan bahwa seseorang yang rendah diri memiliki pandangan tentang diri sebagai orang yang inferior dan sangat kurang memiliki sumber – sumber dalam dirinya untuk bisa menoleransi atau bahkan mengurangi kecemasan yang muncul dalam hidupnya yang disebabkan oleh kejadian – kejadian ataupun stress sehari – hari.
Menurut William Fitts yang mendesain Tenesee Self-Concept Scale di tahun 1970, “…seseorang yang memiliki self-concept yang jelas, konsisten, positive dan realistis akan secara umum memiliki perilaku yang sehat, percaya diri, konstruktif dan efektif. Fitts menambahkan bahwa orang yang demikian memiliki rasa aman dalam dirinya, percaya diri yang cukup, dan dapat menghargai dirinya. Mereka tidak menyombongkan diri, mereka tidak merasa khawatir terhadap pekerjaan – pekerjaan, orang – orang, dan atau situasi – situasi yang sulit. Mereka berhubungan dan bekerja sama dengan orang lain secara nyaman dan efektif serta perspektif mereka terhadap lingkungan dan kenyataan hidup tidaklah mudah menjadi bias. (Fitts, 1970, p.15)
Menurut Fitts lagi dan demikian juga dengan Rogers ataupun Coopersmith, penyebab utama “Negative Self-Concept” adalah suatu seri pengalaman kegagalan. Pengalaman – pengalaman kegagalan ini seringkali sudah muncul di usia – usia awal sehingga membentuk suatu pola kepercayaan diri yang rendah dalam memasuki dan membangun hubungan dengan orang lain di sekitarnya, mengerjakan pekerjaan atau tugas yang sama sekali baru, atau membuat suatu keputusan yang sulit.
To: Motivator Pemat
Mangkane gak heran yen kamu ngributi pekerjaan orang lain terus, gak konstruktif, perspective mu terhadap lingkungan dan kenyataan hidup negatif terus, menyombongkan diri terus, gak nyaman bekerja sama dengan orang lain. Hmm.. pantes… pantesss…. ketahuan sekarang penyebabnya…. Wah mesakna tenan sedulur Motivator Pemat sithok iki.
By TOL PEMAT belajar Konsep Diri on Nov 19, 2008 | Reply
Definisi Konsep Diri menurut Carl Rogers :
“Self Concept is the way of an individual perceives him self in relation to the world around him”.
By Motivator Pemat on Nov 19, 2008 | Reply
komentar gua cuma hua ha ha ha ha ha
By Motivator Pemat on Nov 19, 2008 | Reply
aku Motivator (Pemat) = Motivator (Edan), yang serius menanggapi aku = EDAN, ha ha ha ha ha
By TOL PEMAT on Nov 19, 2008 | Reply
Lha wong sing nanggapi aku lho si TOL PEMAT… Lak wis lumrah tha… podho pemate…
By Motivator Pemat on Nov 19, 2008 | Reply
Sesama Pemat, sebaiknya kembali ke RSJ, he he he
By TOL PEMAT on Nov 19, 2008 | Reply
To: Motivator Pemat
Kembali sendiri aja ke RSJ, aku mau berobat ke Kang Pu Hong dan Pak Stef kok biar ditherapy jadi TOL THAYAB. Huheuheuhuee… ning nong ning gung… blang gentak.. cedhuut.. cedhuutt…