<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menjadi MOTIVATOR yang Benar caranya bagaimana???</title>
	<atom:link href="http://kehidupanpd.info/2008/11/08/menjadi-motivator-yang-benar-caranya-bagaimana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kehidupanpd.info/2008/11/08/menjadi-motivator-yang-benar-caranya-bagaimana/</link>
	<description>Because Your LIFE is IMPORTANT</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Apr 2010 23:06:45 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: TOL PEMAT</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/11/08/menjadi-motivator-yang-benar-caranya-bagaimana/comment-page-1/#comment-1310</link>
		<dc:creator>TOL PEMAT</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 08:23:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=155#comment-1310</guid>
		<description>To: Motivator Pemat
Kembali sendiri aja ke RSJ, aku mau berobat ke Kang Pu Hong dan Pak Stef kok biar ditherapy jadi TOL THAYAB. Huheuheuhuee... ning nong ning gung... blang gentak.. cedhuut.. cedhuutt...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>To: Motivator Pemat<br />
Kembali sendiri aja ke RSJ, aku mau berobat ke Kang Pu Hong dan Pak Stef kok biar ditherapy jadi TOL THAYAB. Huheuheuhuee&#8230; ning nong ning gung&#8230; blang gentak.. cedhuut.. cedhuutt&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Motivator Pemat</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/11/08/menjadi-motivator-yang-benar-caranya-bagaimana/comment-page-1/#comment-1309</link>
		<dc:creator>Motivator Pemat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 07:21:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=155#comment-1309</guid>
		<description>Sesama Pemat, sebaiknya kembali ke RSJ, he he he</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sesama Pemat, sebaiknya kembali ke RSJ, he he he</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: TOL PEMAT</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/11/08/menjadi-motivator-yang-benar-caranya-bagaimana/comment-page-1/#comment-1308</link>
		<dc:creator>TOL PEMAT</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 07:08:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=155#comment-1308</guid>
		<description>Lha wong sing nanggapi aku lho si TOL PEMAT... Lak wis lumrah tha... podho pemate...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lha wong sing nanggapi aku lho si TOL PEMAT&#8230; Lak wis lumrah tha&#8230; podho pemate&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Motivator Pemat</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/11/08/menjadi-motivator-yang-benar-caranya-bagaimana/comment-page-1/#comment-1307</link>
		<dc:creator>Motivator Pemat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 05:29:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=155#comment-1307</guid>
		<description>aku Motivator (Pemat) = Motivator (Edan), yang serius menanggapi aku = EDAN, ha ha ha ha ha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku Motivator (Pemat) = Motivator (Edan), yang serius menanggapi aku = EDAN, ha ha ha ha ha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Motivator Pemat</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/11/08/menjadi-motivator-yang-benar-caranya-bagaimana/comment-page-1/#comment-1306</link>
		<dc:creator>Motivator Pemat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 02:52:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=155#comment-1306</guid>
		<description>komentar gua cuma hua ha ha ha ha ha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>komentar gua cuma hua ha ha ha ha ha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: TOL PEMAT belajar Konsep Diri</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/11/08/menjadi-motivator-yang-benar-caranya-bagaimana/comment-page-1/#comment-1305</link>
		<dc:creator>TOL PEMAT belajar Konsep Diri</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 02:44:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=155#comment-1305</guid>
		<description>Definisi Konsep Diri menurut Carl Rogers :
“Self Concept is the way of an individual perceives him self in relation to the world around him”.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Definisi Konsep Diri menurut Carl Rogers :<br />
“Self Concept is the way of an individual perceives him self in relation to the world around him”.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: TOL PEMAT belajar Konsep Diri</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/11/08/menjadi-motivator-yang-benar-caranya-bagaimana/comment-page-1/#comment-1304</link>
		<dc:creator>TOL PEMAT belajar Konsep Diri</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 02:33:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=155#comment-1304</guid>
		<description>Self Concept dibentuk melalui sebuah proses pengalaman bagaimana orang lain bereaksi kepada kita. Stanley Coopersmith menemukan bahwa seseorang yang rendah diri memiliki pandangan tentang diri sebagai orang yang inferior dan sangat kurang memiliki sumber – sumber dalam dirinya untuk bisa menoleransi atau bahkan mengurangi kecemasan yang muncul dalam hidupnya yang disebabkan oleh kejadian – kejadian ataupun stress sehari – hari.
	Menurut William Fitts yang mendesain Tenesee Self-Concept Scale di tahun 1970, “...seseorang yang memiliki self-concept yang jelas, konsisten, positive dan realistis akan secara umum memiliki perilaku yang sehat, percaya diri, konstruktif dan efektif. Fitts menambahkan bahwa orang yang demikian memiliki rasa aman dalam dirinya, percaya diri yang cukup, dan dapat menghargai dirinya. Mereka tidak menyombongkan diri, mereka tidak merasa khawatir terhadap pekerjaan - pekerjaan, orang – orang, dan atau situasi - situasi yang sulit. Mereka berhubungan dan bekerja sama dengan orang lain secara nyaman dan efektif serta perspektif mereka terhadap lingkungan dan kenyataan hidup tidaklah mudah menjadi bias. (Fitts, 1970, p.15)
	Menurut Fitts lagi dan demikian juga dengan Rogers ataupun Coopersmith, penyebab utama “Negative Self-Concept” adalah suatu seri pengalaman kegagalan. Pengalaman – pengalaman kegagalan ini seringkali sudah muncul di usia – usia awal sehingga membentuk suatu pola kepercayaan diri yang rendah dalam memasuki dan membangun hubungan dengan orang lain di sekitarnya, mengerjakan pekerjaan atau tugas yang sama sekali baru, atau membuat suatu keputusan yang sulit.

To: Motivator Pemat
Mangkane gak heran yen kamu ngributi pekerjaan orang lain terus, gak konstruktif, perspective mu terhadap lingkungan dan kenyataan hidup negatif terus, menyombongkan diri terus, gak nyaman bekerja sama dengan orang lain. Hmm.. pantes... pantesss.... ketahuan sekarang penyebabnya.... Wah mesakna tenan sedulur Motivator Pemat sithok iki.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Self Concept dibentuk melalui sebuah proses pengalaman bagaimana orang lain bereaksi kepada kita. Stanley Coopersmith menemukan bahwa seseorang yang rendah diri memiliki pandangan tentang diri sebagai orang yang inferior dan sangat kurang memiliki sumber – sumber dalam dirinya untuk bisa menoleransi atau bahkan mengurangi kecemasan yang muncul dalam hidupnya yang disebabkan oleh kejadian – kejadian ataupun stress sehari – hari.<br />
	Menurut William Fitts yang mendesain Tenesee Self-Concept Scale di tahun 1970, “&#8230;seseorang yang memiliki self-concept yang jelas, konsisten, positive dan realistis akan secara umum memiliki perilaku yang sehat, percaya diri, konstruktif dan efektif. Fitts menambahkan bahwa orang yang demikian memiliki rasa aman dalam dirinya, percaya diri yang cukup, dan dapat menghargai dirinya. Mereka tidak menyombongkan diri, mereka tidak merasa khawatir terhadap pekerjaan &#8211; pekerjaan, orang – orang, dan atau situasi &#8211; situasi yang sulit. Mereka berhubungan dan bekerja sama dengan orang lain secara nyaman dan efektif serta perspektif mereka terhadap lingkungan dan kenyataan hidup tidaklah mudah menjadi bias. (Fitts, 1970, p.15)<br />
	Menurut Fitts lagi dan demikian juga dengan Rogers ataupun Coopersmith, penyebab utama “Negative Self-Concept” adalah suatu seri pengalaman kegagalan. Pengalaman – pengalaman kegagalan ini seringkali sudah muncul di usia – usia awal sehingga membentuk suatu pola kepercayaan diri yang rendah dalam memasuki dan membangun hubungan dengan orang lain di sekitarnya, mengerjakan pekerjaan atau tugas yang sama sekali baru, atau membuat suatu keputusan yang sulit.</p>
<p>To: Motivator Pemat<br />
Mangkane gak heran yen kamu ngributi pekerjaan orang lain terus, gak konstruktif, perspective mu terhadap lingkungan dan kenyataan hidup negatif terus, menyombongkan diri terus, gak nyaman bekerja sama dengan orang lain. Hmm.. pantes&#8230; pantesss&#8230;. ketahuan sekarang penyebabnya&#8230;. Wah mesakna tenan sedulur Motivator Pemat sithok iki.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: TOL PEMAT</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/11/08/menjadi-motivator-yang-benar-caranya-bagaimana/comment-page-1/#comment-1303</link>
		<dc:creator>TOL PEMAT</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 02:16:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=155#comment-1303</guid>
		<description>To: Motivator Pemat
Wooo lha pancen koen podho pemate karo aku, ditanya malah menjawab dengan pertanyaan lagi, bukan dengan penjelasan definisi Konsep Diri.
Jebul koen iku mung JARKONI alias Jangkrik Genggong Omong Kosong.

Mending rasah nggambleh sesuatu yang koen gak ngerti.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>To: Motivator Pemat<br />
Wooo lha pancen koen podho pemate karo aku, ditanya malah menjawab dengan pertanyaan lagi, bukan dengan penjelasan definisi Konsep Diri.<br />
Jebul koen iku mung JARKONI alias Jangkrik Genggong Omong Kosong.</p>
<p>Mending rasah nggambleh sesuatu yang koen gak ngerti.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Motivator Pemat</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/11/08/menjadi-motivator-yang-benar-caranya-bagaimana/comment-page-1/#comment-1302</link>
		<dc:creator>Motivator Pemat</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 14:19:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=155#comment-1302</guid>
		<description>Mangkanya TOL PEMAT, gak mudah khan nyandang diri dengan sebutan as A Motivator. Kalau belum tahu konsep diri, lha bagaimana dapat menyebut diri sbg Motivator? 

Jadi apa itu konsep diri TOL?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mangkanya TOL PEMAT, gak mudah khan nyandang diri dengan sebutan as A Motivator. Kalau belum tahu konsep diri, lha bagaimana dapat menyebut diri sbg Motivator? </p>
<p>Jadi apa itu konsep diri TOL?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: TOL PEMAT</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/11/08/menjadi-motivator-yang-benar-caranya-bagaimana/comment-page-1/#comment-1301</link>
		<dc:creator>TOL PEMAT</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 14:16:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=155#comment-1301</guid>
		<description>To: Motivator Pemat
Konsep diri tuh definisinya bagaimana sih? Kalau saya Tol Pemat gini apa itu termasuk konsep diri?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>To: Motivator Pemat<br />
Konsep diri tuh definisinya bagaimana sih? Kalau saya Tol Pemat gini apa itu termasuk konsep diri?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
