Selamat datang! Selamat membaca!
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.
Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..
Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.
Dia terkadang Dipandang dan Diibaratkan sebagai!!
Written by Kang PUHONG on March 22, 2009 – 3:49 pm - Dibaca 911 kaliWanita usia 20 tahun bagaikan Afrika yang separonya belum tergarap. Wanita usia 30 tahun bagaikan India yang bergemerlapan cahaya. Wanita usia 40 tahun bagaikan Amerika berteknologi canggih. Wanita usia 50 tahun bagaikan Kota di Eropa tampak Tua dan Kuno. Wanita usia 60 tahun bagaikan Siberia semua orang tahu letaknya, tetapi tak satu orangpun ingin kesana.
Cara memandang seperti diatas, adalah dapat membuat beberapa penilaian terhadap kaum Pria. Sehingga dapat mengukur kepribadian Diri Sendiri sebagai Pria.Sedangkan sebagai Wanitapun perlu penyadaran Diri Sendiri akan Kondisinya saat ini. Sehingga Penyadaran akan Sumber Daya Manusia nya dapat digali menjadi Potensi yang bermanfaat bagi Diri Sendiri dan lingkungannya.
Wahai Para TRAINER dan Para MOTIVATOR ajarkan kami untuk mengenal dan latihlah Sumber Daya yang kami miliki, sehingga timbul hasrat dari dalam Diri untuk berkembang dalam Kehidupan ini. Dengan mau dan butuh melatih SDM yang dimiliki.
Dimana cara mengajar itu ada beberapa macam : 1. Presentasi dengan perlengkapan seperti : OHP, Infocus, Laptop dsb. 2. Learning dengan perlengkapan seperti : Buku , Diktat dsb. 3. Training adalah melatih ketrampilan yang dimiliki oleh Manusia, bukan latihan suara berteriak-teriak, bahkan menangis tersedu-sedu bagaikan mau menjadi pemain sinetron. Sesungguhnya namanya Training itu adalah melatih S D M, karena yang dilatih itu Manusia bukan Hewan dilatih dengan Iming-iming dan dipecut agar berlari kencang. Jadi melatih SDM itu perlu penyadaran tentang Sumber Daya yang dimiliki oleh Manusia, setelah tahu SDM yang dilikinya baru berlatih dan dilatih.
4. Sponsoring dengan memeberi sponsor kepada yang sudah melatih SDM nya, untuk tumbuh berkembang dan berhasil menjadi sebuah Karya dalam kehidupannya.
Posted in Umum | 9 Comments »
Email This Post

By Mr. Petruk on Mar 27, 2009 | Reply
Jadi perlu bagaimana Kang ? kalo nggak gitu gua nggak laku dong ?
By Mrs.Doraemon on Mar 30, 2009 | Reply
dear kang petruk, jadi… ya…. age just a number,…
jadi,…. umurku 17 thn, dengan pengalaman 30 th.
jadi… tetep laku kog? tinggal gimana aja mempromosikannya
good luck
By Setan Gondrong on Apr 1, 2009 | Reply
Akhirnya Om Kang Pu Hong turun gunung juga.
By kang PuHong on Apr 1, 2009 | Reply
Dear Mr.Petruk, bukan perlu bagaimana, yg sebaiknya bagaimana perlunya untuk menjadi laku yang bagaimana? dan seperti apa? mohon dengan hormat dan sangant janganlah membuat pertanyaan yang kurang spesifik dan juga pernyataan yang kurang spesifik. karena hidup ini sudah jelas jangan dibuat tidak jelas oleh lamunan dan khayalan.
By Kun on Jul 8, 2009 | Reply
Hhhhmmmm……
By ki ageng selo on Jul 10, 2009 | Reply
kembalikan ke nawaitunya saja tho, mau jadi pedagang atau jadi kucing. (padahal keduanya gak ada yang cocok untuk dipilih he he)
By Bagas Koro on Jul 11, 2009 | Reply
Ne dibalike nang Nawitune. sami mawon karo kepiting yuyukangkang, mripate neng ngarep ningaline, mlakune mipir.kapan tekane niat lan nawaitune, dadi cocoke kripun to! ne wong jaler ndlo wedo ayu tapi atine ora sreg nyedei, yo podo ae Siberia.
sa ganteng2e wong lanang ne wedoe ra purun nyandang yo podowae siberia.
By Sirusia on Feb 2, 2010 | Reply
Bagas, bagas…
jeneng waras, kelakuan gek dibalike nang omahe
By Bagas Koro on Feb 2, 2010 | Reply
Dumateng dulur Sirusia ingkang dihormat,
yo jeneng nge’ yo jeneng, ne kelakuan dibalike dudu neng omah Je’ kudune dibalike nang awake dewe. yo jenenge Bagas yoan ngragasi iku pun dadi adat, sepurone ae’ yen ra podo titingaline.