Selamat datang! Selamat membaca!
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.
Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..
Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.
Pembicara Solah Koprah
Written by Co Ploq on June 5, 2009 – 9:08 pm - Dibaca 742 kaliDi sebuah perguruan hiduplah Ki Guru Mbulet dengan ratusan cantriknya. Pagi kala mentari belum menyembulkan sinarnya, datanglah seorang alumni cantrik yang bernama Solah, yang saking seriusnya rela menempuh perjalanan semalaman dari kota Batavian. Maka terlibatlah pembicaraan yang mendalam antara keduanya, hingga tanpa sadar mentari telah kembali ke peraduan. Dan akhirnya di akhir pertemuan, terjadi dialog sbb:
Tanya Solah pada Ki Guru Mbulet:
“Guru Mbulet…selama lulus dari perguruan ini aku telah sukses mendapatkan banyak order training, aku sudah bikin puluhan event training, sudah menulis 2 judul buku, membuat website yang SEO nya sudah nangkring tinggi di mbah Google, itupun aku masih belum puas dengan capaian-capaian ini. Aku masih akan mengejar dream2 ku menjadi pembicara yang termasyur di negri ini, sekaligus menjadi contoh sukses dalam karya dan kaya . Piye Ki Guru, oke khan?”
Ki Guru Mbulet, menyungging senyum tipis sambil menjawab:
“Gini ya Solah…Meski gunung-gunung tlah kau daki, laut-laut tlah kau sebrangi, angkasa awan pun tlah kau jelajahi…apa artinya… jika LANDASAN mu sendiri… RAPUH?”
—–
*Landasan itu bernama Keluarga
Tags: Keluarga, NLP, Trainer
Posted in Umum | 2 Comments »
Email This Post

By Koetjloek on Jun 7, 2009 | Reply
mbok tanya o namanya landasan hidup sebagai manungso itu kepripun. koyo e gurune kuwi tesih dalam mencari lahan untuk gawe landasane dewe. ne aqu a tesih gawe draft go dandani SDM ku sing ora rampung2, moko aqu ngolei rekosone urip lan sorone urip koyo ngopo, ne sampun pendak jarene mben pendak karo seneng. mugio ae kependak.
By Kun on Jul 8, 2009 | Reply
Hhhhmmm….