Selamat datang! Selamat membaca!
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.
Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..
Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.
MOzaIK-moZAik keHENINGan
Written by Co Ploq on June 9, 2009 – 2:30 am - Dibaca 272 kaliDinginnya malam ini mendorong jari-jariku menuliskan kisah ini. Ditemani suara kipas angin dan sekali waktu suara mesin sepeda motor di samping rumah, menyadarkanku untuk menuangkan ide-ide yang sedang deras mengalir. Jam dinding menunjuk pukul 01.16 dini hari.
Meski mata sudah mulai ingin menutupkan, kedua telapak kaki terasa teramat dingin menempel erat di keramik lantai rumah, hasrat diri yang kuat untuk mensharingkan penemuan AHA hari ini, sayang untuk dilewatkan. Sebuah penemuan yang menyadarkanku betapa pentingnya mampu hening dibalik keramaian.
Dengan kedua lengan tangan menempel ringan di ujung meja, aku mulai mencari cara bagaimana memulai awal cerita. Lalu muncullah dari arah kiri visual in berupa kata-kata dari pikiran yakni “melayang”.
Hening itu diam, kosong.
Rasa itu merasa, menjalar, mendingin, menyentuh, menghangat.
Sedang pikiran melayang-layang seperti gambar logo windows di desktop komputer, plus disertai kata-kata yang bersuara menempelnya…datang dan pergi, ke kanan dan ke kiri, turun dari atas kebawah, bawah ke atas, dinamis.
Dan di saat menuliskan kalimat di alenia ini, tiba-tiba bersumber dari tengkuk leher saya terasa sekali “mak clekit”, yaitu rasa panas di satu titik kecil seperti ditusuk jarum, lama-kalamaan melebar menjadi rasa gatal. Tanpa dikomando muncullah beberapa gambaran visual dan auditory melayang-layang: “Slide 1: garuk!, slide 2: biarin aja, slide 3: masak nyerah ama nyamuk?, slide 4: ilang deh konsentrasi nulis nih”.
AHAnya
keheningan dengan tenang dapat melihat, mendengar, merasakan itu semua…
sangat tenang, bening, dan jelas.
Dalam hening, muncul *eling…ini pikiran sedang mikir, itu perasaan lagi merasakan
Dalam hening, muncul *eling…ada ruang lebar kosong antar pikiran dan perasaan
Dalam hening, muncul *eling…aku mau merespon seperti apa…?
Sekarang aku jadi sadar…
ternyata keruwetan-keruwetan selama ini
sering terjadi karena
tumpang tindihnya,
campur baurnya,
konsletnya,
…pikiran & perasaan
Terima kasih Hening!…darimu aku belajar *eling, tuk menjadi bening
*Eling = Sadar = Aware
Tags: Self Awareness, Self Coaching, Self Therapy
Posted in Umum | 1 Comment »
Email This Post

By Kun on Jul 8, 2009 | Reply
Hhhmmm…..