Selamat datang! Selamat membaca!


Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.

Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..

Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.

AKIBAT dari ANTI BIOTIK (THERAPHY dibawah sadar).membuat guwe ngurut dade dlm ati ” Astagfirullah”.

Written by Kang PUHONG on December 5, 2009 – 10:02 pm - Dibaca 868 kali

Kisah ini benar- benar terjadi dan sering dialami para pasien yang menjadi imum akibat anti biotik yamg dilakukan oleh para Therapy dibawah sadar, Dimana kejadian ini sering dijumpai dibeberapa kota di Indonesia ini.dimana guwe temuin baru-baru ini di kota guwe yang kebetulan tetangganya dateng menceritakannya ke guwe.
Seorang Anak lelaki usia 14 tahun mengalami kelainan jiwa dengan berperilaku aneh bila disekolahnya, Ia sering memukuli teman-temannya dengan berkata kamu kaya Papah saya, bahkan ada guru yang dibencinya dan pernah dilempar batu sambil menjerit berkata kamu sama dengan Papah.
Ternyata Ibunyapun menderita depresi yang terkadang dirumahpun sering mengamuk tidak karuan dengan menghancurkan peralatan rumah tangga.
Singkat cerita si Ibu dan putranya pindah kota mencari ketenangan dan sekolah untuk putranya. Ternyata baru beberapa bulan sekolah penyakitnya kambuh agak parah disebabkan disekolah itu banyak Bapak-bapak yang mengajarnya. Dan teman-temannya pun kena sasaran amukannya, dan si Ibupun mengalami penderitaan stres yang lebih parah ketika kumatnya datang. Sehingga para tetangganyapun ikut repot mengurusnya.
Setelah diselidiki si Ibu dan Putranya itu di kota yang lama telah ditherapy bahkan dirawat oleh Dokter spesialis jiwa. Yang katanya telah diobati menggunakan terapy bandul. Yang ahirnya diambil kesimpulan Harus diungsikan ke kota lain dengan alasan sang penyebab masalah masih berada dekat dalam lingkungan kotanya.
Dikota yang barupun tak ada satupun para Therapy bahkan para Dukun dan Paranormal tak mampu mengobatinya. Sehingga hanya dibekali Obat Penenang saja yang berakibat si Ibu dan Putranya selalu membawa Obat Penenang itu kemana-mana, Untung tak diraihnya dan Malangpun tak dapat ditolaknya dan Ujung – ujungnya sepakat menyatakan sering KEMASUKAN ARWAH SYETAN sehingga ketika ngamuk perlu Dipasung lalu diberi Obat penenang, Itulah kesimpulan cerita yang didapatnya. Menurut cerita keluarga terdekatnya dan para tetangga yang simpati kepadanya.
Dari beberapa kejadian yang sering guwe temuin, timbul beberapa Pertanyaan dan Pernyataan :
1. Kenapa Masih bayak yang belum mau menyadari sebagai Therapis bawah sadar untuk mempelajari Ilmu pengobotan yang benar – benar menyembukan dan bukan Berbangga dengan hanya sekedar Menghilangkan Rasa Sakitnya saja?.
2. Ingat bahwa BANGSA yang BESAR adalah Bangsa yang Mengenal Sejarah BANGSANYA.
3. ILMU pengobatan NENEK MOYANG BANGSA Indonesia Sungguh Luar Biasa Hebatnya.lalu KENAPA Berbangga dengan ILMU TEMPEL KOYO dan Obat Penghilang Rasa Sakitnya saja ( ANTI BIOTIK).
4. Sadarkah sebagai Therapis mengalami penderitaan Stres yang sama dengan para penderita Stes?????., sehingga dengan berbagai Cara saling Memamerkan Diri tak ubahnya sebagai Penjual Kecap No 1 diDUNIA, dan tak ubahnya penjual Obat di Kaki Lima.
5. Sadarkah dengan Ilmu Tempel Koyo itu banyak penderita stres ingin menguasi Ilmu itu untuk digunakan bukan pada tempatnya yaitu untuk memperdaya Orang lain agar mau nurut pada kemaunnya.
6. Bila benar menjadi seorang Therapis maka tak perlu MENGIKLAN DIRI,lihat para pemegang Ilmu Kesehatan ( DOKTER) tidak beriklan. Sebab bila mengiklankan Diri itu tandanya MENDERITA STRES akan ke AKU an DIRI ingin diHARGAI dan diKenal.
7. SADARLAH BAHWA ILMU PENGOBATAN dari NENEK MOYANG banyak dipelajari oleh pakar-pakar Ilmu orang luar Negri.
8. Galilah SUMBER DAYA yang Dimiliki Pemberian Tuhan agar menjadi Potensi melalu mendalami Kitab-Kitab ALLAH yang 4, maka akan menemukan cara-cara Penyembuhan yang Luar Biasa.


Posted in Umum | 9 Comments »
Email This Post Email This Post


9 Responses to “AKIBAT dari ANTI BIOTIK (THERAPHY dibawah sadar).membuat guwe ngurut dade dlm ati ” Astagfirullah”.”

  1. By eclipse on Dec 6, 2009 | Reply

    Realitanya…

    Stephen Covey dalam tulisan awal di Seven Habits of Highly Effective People menyebutkan tentang perubahan trend dalam pengembangan manusia, pergeseran dari karakter ke perilaku. Membentuk karakter memang lebih memerlukan kesabaran, kebijaksanaan sehingga relatif lebih lama dibandingkan membentuk sebuah perilaku.

    Kesukaan akan hal yang instant rupanya terus bergulir memasuki semua sendi kehidupan; mulai dari makanan instant, minuman instant, ‘pendidikan’ instant, ‘pelatihan’ instant, ‘kesuksesan’ instant, ‘cinta’ instant, ‘kehidupan’ instant. Efek dari instant ini tampaknya lebih dahsyat dibandingkan jika sabar untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan kematangan. Makanan/minuman instant memicu berbagai penyakit degeneratif dan kelainan; bahkan vetsin yang mengandung MSG diselorohkan sebagai “Marake Sampeyan Goblok” (membuat anda bodoh), entah kenapa jadi kesana, mungkin memang ada efeknya ya?

    Dalam pendidikan, banyak hal yang diketahui tapi semakin sedikit hal yang dapat digunakan/ diaplikasikan. Malah sekarang beberapa profesi mengaplikasikan pengetahuan yang didapatnya dari ‘pendidikan’ sebagai sebuah SOP (standard operating procedure) atau WI (working instruction) atau Protap (prosedur tetap). Weleh, piye iki….? Orang datang ke dokter, orang datang ke psikolog, orang datang ke pengacara….bagaimana nasih mereka ya??

    Belum lagi ’sukses’ instant, ‘hidup’ instant’,kalau kemudian jumlah orang yang mengalami gangguan jiwa, goncangan kejiwaan, percobaan bunuh diri menjadi meningkat, tampaknya wajar ya? Manusia kehilangan identitasnya sebagai manusia yang memanusia, terbungkus dengan identitas manusia yang ’seharusnya’ menurut orang lain. Menjadi manusia yang kehilangan karakter pribadinya.

    Well, easy to say ya? Ngomong tuh kalau belum dibuktikan sendiri menjadi tak layak lah, ibarat sales telanjang yang menjual baju untuk Anda.

    Saya punya profesi yang dikenal sebagai konsultan. Sekitar 2 tahun lalu dipercaya untuk membantu sebuah perusahaan untuk menghidupkan organisasi di perusahaan itu menjadi lebih fit, lebih alert, lebih sehat. Tahun pertama berjalan dengan lancar. Semua hal berjalan sesuai rencana dan perubahan yang produktif pun terjadi.

    Tahun kedua, saya diminta untuk membuat organisasi perusahaan baru di kota lain, sehingga perlu meninggalkan induk perusahaan. Mmmm, saya ragu karena induk perusahaan belum memiliki kematangan manajerial dan budaya perusahaan. Sekilas, saya merasa akan ada masalah. But, tugas ya tugas. Bulan keenam di tahun kedua, prediksi pun terjadi. Tindakan korektif, kuratif, konsultatif kembali dijalankan, tetapi penyakit sudah menjalar di jaringan vital di perusahaan induk.

    Ada pilihan sih, mau ‘memaksakan’ terapi – dan akan diperlukan amputasi, lobotomi, dan mungkin pencangkokan jaringan, atau merelakan saja. Hard choice, I admit. Dan saya pilih untuk merelakan perusahaan induk dengan harapan new company akan menjadi model yang benar. It was seems like a good choice, until I realize that the virus is actually looking to have its’ claws in all the organization.

    Pilihan: jika saya mengikuti saja apa yang terjadi tanpa menolak dan menuruti apa yang ‘diinginkan’ oleh klien maka penugasan saya akan aman hingga desember 2010. Tapi, saya tidak lagi menjadi konsultan, menjadi coach bagi direktur di perusahaan untuk menjadikannya hero di mata karyawannya. Saya akan menjadi centeng, pesuruh yang ngikut apapun yang diperintahkannya – sekalipun saya tahu itu akan merugikan banyak orang, termasuk direktur itu sendiri.

    31 Oktober 2009. Hari terakhir saya secara resmi bertugas di grup perusahaan itu. Minggu berikutnya saya menyaksikan bagaimana orang-orang berkualitas yang saya rekrut untuk perusahaan baru satu demi satu dikeluarkan dengan alasan yang dicari-cari. Ya, saya memilih untuk tidak melacurkan diri. Dan ya, saya membantu orang-orang yang telah dikeluarkan dengan semena-mena. Dan ya, saya berempati kepada direktur yang anak buahnya telah melakukan semua hal yang tidak baik tersebut.

    I’m not over of it yet, however i know i’m doing the right thing. Hope all will be great for all. Blessed those who were tortured, forgiven shall those who were torturing. Enlightened shall you who hold your faith and keep your character :-)

  2. By Kresno on Feb 2, 2010 | Reply

    Pengalaman yg benar-benar pengalaman. menjadi ilmu, menjadi dasar pembelajaran, menjadi memiliki power

    Salut dengan pengalaman Bro/Sis Eclipse…!

  3. By Asep Haerul Gani on Feb 2, 2010 | Reply

    Kepada penulis yang saya hormati,

    1. Pernyataan no 1-3 dan 7 isyaratkan adalah belajar di negeri kita sendiri, tepatnya di mana? dan siapakah Gurunya? Bagaimana mengetahui tanda-tanda Guru dan Perguruan yang benar?

    2.Belajar dari Pertanyaan nomor 4, pertanyaan retoris, dan diajukan kepada yang sadar. Yang sedang tidak sadar tentunya ya bablas.

    3.Pernyataan nomor 5 pun presuppose bukan “Ilmu Tempel Koyo” nya yang keliru, tetapi niat (attitude) dari penggunanya.

    4. Pernyataan nomor 6 presuppose bahwa Siapapun Terapis nya yang MENGIKLAN DIRI adalah mengalami penderitaan tekanan dalam hal keAKUan. Apakah keAKUan itu bagian dari proses sebelum lebur keAKUan dalam keAKUan sang AKU.

    Apakah juga benar dalam kenyataan bahwa para pemegang Ilmu Kesehatan ( DOKTER) tidak beriklan, sedangkan saat ini cukup marak iklan dari kalangan mereka dalam beragam bentuknya?

    5.Saya sepakat dengan pernyataan nomor 8, Al A’rof 179 telah mengingatkan akan hal itu. Untuk menggunakan ‘aqal, penglihatan dan pendengaran dan menghindari diri dari LALAI (Ghofil). Mengenai Kitab-Kitab ALLAH yang 4 itu, selain Al Quran, dapatkah Anda menunjukkan di mana saya dapat memperoleh ZABUR (seperti yang diturunkan kepada Nabi Daud), TAURAT (yang diturunkan kepada Musa) dan INJIL yang diturunkan kepada Isa Ruhullah (bukan Injil yang ditulis oleh para muridnya).

    Terima kasih atas jawabannya. Terima kasih atas panduan Krisnawan ‘Progresif’ Putra yang mengantarkan kepada blog ini dan mempertemukan saya kepada Pak Syaiful Bachri dan Pak Stefanus Isaac Tamzil, MD.

    Asep Haerul Gani

  4. By Bagas Koro on Feb 2, 2010 | Reply

    Kahaturing dumateng KanG PuHong ing dalem.
    Wabihing astainu Alhamdulilahhirobil alamin, utawi sakehe’ Puji Kahaturing Allah Pangeran ing Alam Kabeh , Ingkang Santiyasa tulung maring Dasih Kawelas ASih ingkang murah ing Dunya lan Akhirat.
    1. Embok ing sale^be^tipun, kula mondhok wonte^n rikii, kalawan rencang sakawan, sase^gahan ywa ginalih, ing sawonte^ne kewala, ange^pan batih pribadi.
    2.Ywa darbe rikuh-pakewuh, ing sakarsanta prayogi, punika kang angsal-angsal, saestune kula darmi, muhung dadya lalantara, paringe Hyang Maha Sukci.
    3.Berkah dale^m (n)Je^ng Sinuhun, kang liningan lingira ris, e sokur Alkamdulilah, kula tan sage^d mangsuli, barokah wus binikakan, ngandhar-andhar ange^beki.
    4. Lagi iki saje^gku, ana bocah tanglet kang kadyeku, grathul-grathul aku iya asung uming, be^ne^r lan lupute e^mbuh, kake^kmu suwargi omong.
    5Lawang bale kang luhur, wusing me^nga jru pandumanipun, dhinawuhan aningalana kang langit, matur maksih nyamut-nyamut, ten ewah lir duk neng ngisor.

    kaulo nyuwon diparingi winarahe lan wisesane saking Kitab Serat Centini meniko dipun kulo wacani sakawan jilid bab kaleh.mugio sage^d dipun paringi Bab ketigonepun.
    Matur sembah suwon sadurunge.

  5. By Bias Koro on Feb 3, 2010 | Reply

    Bagas Koro

    Translate please deh ah. Romming.

  6. By Deddy Wahyu Wijaya on Mar 4, 2010 | Reply

    Kepada penulis yang terhormat dan ??????

    1.Therapis yang mana yang anda maksudkan??? apakah therapis bawah sadar yang anda maksud itu “semuanya” atau hanya beberapa gelintir oknum??? janganlah menjadi orang Buta yang Sok Tahu telah Melihat gajah padahal hanya meraba beberapa bagian tubuhnya saja….
    2.Tidak ada yang Salah dalam Beriklan, betul kataKang Asep kalau dokter juga banyak yang Ber-iklan. Mungkin penulis ini hidupnya dijaman “Penjajahan” atau di “Pelosok” sehingga Tidak pernah Melihat atau membaca banyak dikter yang Beriklan…

    Terimakasih… Semoga penulis selalu dibukakan “mata hati”nya dan selalu diberikan “Cahaya Hati” sehingga mampu menulis tulisan yang lebih Berkualitas lagi..

  7. By KanG PoHong on Mar 6, 2010 | Reply

    Terima Kasih saya ucapkan Kepada Yang Terhormat Bapak Wahyu Wijaya. yang telah memberikan kepada saya suatu Wahyu ( Wewegkon ) dan sya harapkan janganlah hanya memberikan cuma hanya Wewengkonnya saja kepada saya MOHON berikanlah dan Ajarkanlah saya bagaimana mempunyai kemampuan ber Jaya. sehingga say yang selalu KAPIR dan KUPUR ini (dalam arti bahasa slenger Sunda adalah kalo gak MIKIR bakalan LAPUR deh semua pegawean) saya sebagai tuKanG tiPu dan tiKang boHong. sebab akibat dari kejadian NYATA yang saya alami itu begitu adanya. dan inilah saya yang NAIF dan DOIF. dan DOA saya semoga Bapak mendapat TAUFIQ dan HIDAYAH dari ALLAH SWT selalu. Amin Ya Robbal Alamin.

  8. By Ceng-ceng Pho on Mar 10, 2010 | Reply

    Ded, Ded. Sakit ati ye elo. Tulisan mah huruf, bukan silet tauukkk!

    Kacian deh elo.

  9. By Deddy on Mar 11, 2010 | Reply

    BUAT CENG-CENG PHO

    CENG -CENG. SAKIT ATI YE ELO??? YANG BILANG TULISAN ITU SILET DAN BUKAN HURUF ITU SIAPA???

    ANAK KECIL JUGA TAUUUUKKK…..

    KACIEN DEH ELOOOHHH…!!! HAHAHA….

Post a Comment

Spam Protection by WP-SpamFree