Selamat datang! Selamat membaca!
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.
Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..
Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.
“MENGAPA ORANG INGIN PEMBINAAN (COACHING)???” I
Written by Kang PUHONG on March 6, 2010 – 1:46 pm - Dibaca 649 kaliBanyak Orang-orang datang untuk mengikuti suatu Pembinaan dengan berbagai banyak alasan yang berbeda, tapi terkadang selalu sering terjadi ketidak cocokan setelah mengikuti Pelatihan.
Antara Teori dan kenyataan, Kadang-kadang disonansinya adalah sangat sedikit sekali. Mengapa sering terjadi hal demikian seperti itu?, Kemungkinan sebagian besar pesertanya belum begitu Tahu secara jelas dan Rinci apa yang dibutuhkan dalam Pembinaan Pengembangan Dirinya,
1. Mungkin dalam suatu Pembinaan yang tidak lengkap, hanya dalam penyampaian Teorinya saja dalam satu atau dua sesi. Ini biasanya sering dilakukan oleh seorang Presenter ( Pembawa Acara ) dengan perlengkapan seperti : LCD, laptop, OHP dan lain sebagainya, dimana tugasnya hanya menyampaikan teori-teorinya saja tentang cara-cara keterampilan pengembangan Diri. sampai peserta TAHU tentang cara Pengembangan Diri,. Sehingga para peserta sekedar hanya sampai TAHU saja, akan dasar-dasar dari Sumber Daya Manusia (Self Skills) yang dimilikinya.
2. Kemudian di sesi berikutnya adalah tugas dari Pelatih (Trainer) dengan perlengkapan mungkin hanya membutuhkan Spidol besar dan kertas buram besar dipapan tulis atau mungkin White board untuk memberikan contoh latihan-latihan yang akan dilakukan oleh para pesertanya. Dengan masing-masing peserta tahu apa yang akan dilatih pada dirinya sendiri. Dimana sang Pelatih memberikan petunjuk kepada masing-masing peserta apa-apa saja yang perlu dilatih, oleh masing-masing pesertanya yang sesuai dengan kebutuhan para peserta itu sendiri. Hingga para pesertanya Mengerti apa yang perlu dilatih pada Self Skillnya sendiri dalam pengembangan Diri yang dibutuhkannya.
3. Setelah itu barulah dibutuhkan seorang Coach dalam mendampingi nya setelah peserta mampu melatih dirinya sendiri, hingga dapat menguasi ketrampilannya masing-masing sampai Paham dan Tahu akan Manfaat dari Sumber Daya yang dimilikinya. Dimana Tugas dari seorang Coach adalah memberikan suatu BIMBINGAN kepada peserta yang sudah mampu melatih diri dalam Pengembangan Self Skillnya ,dengan jalan berdiskusi tentang apa-apa yang telah dilakukan oleh peserta dengan melihat hasil perkembangan dari para pesertanya. Dan memberikan laporan-laporan hasil analisa dari pelatihan-pelatihan yang dilakukan para peserta.
COACHING membantu orang untuk mengambil arah baru, dan untuk dapat mengambil langkah-langkah menuju kebahagiaan, Dimana bukan untuk menjalankan kenyamanan di tempat yang sama, sehinga tidak ada suatu peningkatan Pengembangan Dirinya yang lebih. Sebab seseorang yang merasa nyaman, itu biasanya sulit untuk dapat mengembangkan Dirinya, hanya orang-orang yang merasa tidak nyamanlah yang akan mampu mengembangkan Dirinya, dengan suatu Pembinaan yang tepat oleh Seorang Coach yang mengerti dan paham akan Pengembangan Diri dari SUMBER DAYA MANUSIA yang ada.
PEMBINAAN semacam apakah yang dibutuhkan oleh seseorang?, hingga dapat mengembangkan Dirinya menjadi lebih baik dan nyaman didalam kehidupannya?. Dengan jalan hanya mengikuti suatu Pembinaan pada :
1. Hanya sampai TAHU sajakah?, tentang SUMBER DAYA MANUSIA dengan mengikuti Penyampaian dari seorang PRESENTER saja, yaitu yang disebut hanya METODE nya saja?
2. Sampai Mengerti sajakah?, tentang SUMBER DAYA MANUSIA dengan mengikuti Pelatihan dari seorang TRAINER saja, yaitu yang disebut TEHNIK nya saja?
3. ATAU hingga dapat Memahami dan TAHU akan Manfaat dari SUMBER DAYA MANUSIA yang dimilikinya dengan didampingi oleh seorang COACH, yaitu yang disebut ATITUDE. Sehingga MAMPU menjadi COACH atas DIRInya sendiri, dalam artian dia mampu menguasi Sumber Daya yang dimilikinya hingga menjadi PERSONAL MASTERY atas dirinya,
Dia akan MAMPU menciptakan METODE dan TEKNIK sendiri hasil dari PERSONAL MASTERY yang telah dilatihnya menghasilkan PERSONAL POWER, hingga terlatih menjadi MAHIR akan Sumber Daya yang dimilikinya.
Seumpama seseorang mebutuhkan cara untuk dapat membangun USAHA, maka orang itu BUTUH seorang KONSULATAN, sebab KONSULTAN lah yang akan memberi TAHU cara-caranya mendirikan suatu USAHA dan lain2nya, dan KONSULTAN itu pulah yang akan menjadi (HERO) Pahlawannya.
Sedangkan dalam suatu PERUSAHAAN, itu membutuhkan seorang COACH, dalam Pembinaan Sumber Daya Manusia didalam Perusahaan itu, dan dimana yang menjadi (HERO) Pahlawannya adalah Perusahaan itu sendiri , telah mampu memperdayakan Sumber Daya Manusianya di Pimpin oleh seorang MANAGER yang sudah jadi COACH dalam Perusahaan itu.
Jawabannya dari MENGAPA?, itu adalah disebabkan banyak yang TAHU namanya SUMBER DAYA MANUSIA, sayangnya tidak banyak yang mau ( TAHU DIRI ) KENAL dan MENGENALI serta MENGGALI SUMBER DAYA yang Dimiliknya berupa MODALITIES dan SUB-MODALITIES. Itulah sesungguhnya aku sebagai “COACHMAN (KUSIR DELMAN)” yang hanya mementingkan agar dapat muatan penuh untuk DAPURku TETAP NGEBUL, dengan jalan menulis yang menurutku tidak karuan ini. Dengan HARAPAN dapat mengeluarkan SERTIPIKAT pernah NAIK DELMAN ku.( COACHMAN ) si Kusir Delman orang yang terbodoh di dunia ini, disebabkan ada penumpang Cantik di pantatin sedangkan pantat Kuda dihadapin terus. itulah Guwe KanG PuHong.
Posted in Umum | 1 Comment »
Email This Post

By andy on Mar 19, 2010 | Reply
artikelnya mantap