<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Basic Principle of Life Expanding &#187; Coach Lock</title>
	<atom:link href="http://kehidupanpd.info/author/tjiairawan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kehidupanpd.info</link>
	<description>Because Your LIFE is IMPORTANT</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Mar 2010 10:35:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hanya Paham Metode dan Teknik &#8230; Kuda jadi Korban</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/10/25/hanya-paham-metode-dan-teknik-kuda-jadi-korban/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2008/10/25/hanya-paham-metode-dan-teknik-kuda-jadi-korban/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 13:07:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Coach Lock</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu cerita &#8230; KONON disebuah medan pertempuran yang dahsyat ditugaskanlah satu orang Panglima baru menggantikan panglima lama yang telah gugur. Daerah pertempuran tersebut sedemikian terpencilnya sehingga mereka yang ditugaskan di sana akan hidup terpencil. satu bulan terlewati, Panglima masih dapat menerima keadaan, dua bulan, dan memasuki bulan ke tiga sang Panglima mulai gelisah ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="justify;">Ada satu cerita &#8230; KONON disebuah medan pertempuran yang dahsyat ditugaskanlah satu orang Panglima baru menggantikan panglima lama yang telah gugur. Daerah pertempuran tersebut sedemikian terpencilnya sehingga mereka yang ditugaskan di sana akan hidup terpencil. satu bulan terlewati, Panglima masih dapat menerima keadaan, dua bulan, dan memasuki bulan ke tiga sang Panglima mulai gelisah ada suatu ganjalan dan kegelisana dari dalam dirinya yang mendesak untuk diselesaikan. <span id="more-142"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;">
<p class="MsoNormal" style="justify;">Para anak buah tahu kegelisahan sang Panglima, merekapun dulu mengalami hal yang sama yaitu LIBIDO tak tersalurkan. Karena kasihan, mereka berkata kepada sang Panglima &#8220;Pak kalo udah ngga tahan di belakang ada KUDA&#8221; Panglima begitu terkejut mendengar saran prajuritnya, walaupun demikian sang Panglima masih tahu batas-batas yang boleh dan tidak boleh dilakukan, katanya &#8220;lebih baik aku tahan saja hasrat ini, siapa tahu perang segera usai&#8221;. Sang Panglima berusaha keras menahan LIBIDOnya, memasuki bulan keempat, masih dapat ditahan namun sang Panglima kelihatan sangat gelisah dan sulit berkonsentrasi, para prajurit menjadi khawatir akan hal itu dan kembali menyarankan kepada sang Panglima &#8220;Pak kalo udah ngga tahan di belakang ada KUDA&#8221;. Namun sang Panglima masih terus berjuang mengedepankan harga dirinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="justify;">
<p class="MsoNormal" style="justify;">Akhirnya dibulan keenam, sang panglima sudah tidak kuat lagi menahan LIBIDOnya, dengan gelisah dan hati berdebar-debar akhirnya dia memutuskan untuk ‘menggunakan’ KUDA yang ada di belakang. Sang Panglima berjalan mengendap-endap menghindari prajuritnya, takut ketahuan. Akhirnya dilampiaskannya LIBIDO yang selama ini di tahannya itu kepada KUDA yang malang yang ada di kandang belakang.</p>
<p class="MsoNormal" style="justify;">
<p class="MsoNormal" style="justify;">Setelah selesai, sang Panglima kembali ke kemahnya dan ternyata prajuritnya telah berkumpul. Melihat wajah sang Panglima sudah berubah menjadi cerah, para prajurit mengerti bahwa akhirnya sang Panglima telah melampiaskan hasratnya. Mereka berkata “KUDAnya jadi dipakai pak ?” “ oh … eh iya …jj .. jadi…. jadi” kata sang Panglima gugup. Kemudian kata salah seorang prajurit “di sini sudah jadi RAHASIA umum pak kalau HASRAT sudah ngga bisa di tahan kita pakai KUDA untuk pergi ke rumah bordil atau lokalisasi yang ada di balik bukit ini”. mendengar hal tersebut sang Panglima langsung jatuh pingsan …gubraaaaakk … ternyata …. hu hu hu …</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2008/10/25/hanya-paham-metode-dan-teknik-kuda-jadi-korban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PACING &#8211; LEADING DALAM DIRI BAG-2</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/10/17/pacing-leading-dalam-diri-bag-2/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2008/10/17/pacing-leading-dalam-diri-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 08:53:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Coach Lock</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Coaching]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>
		<category><![CDATA[NLP Coaching]]></category>
		<category><![CDATA[Pacing - Leading Dalam Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Saya punya satu pertanyaan untuk anda, Apa yang membuat anda MAU melakukan sesuatu yang orang lain minta anda lakukan ? Ah nggak juga tuh &#8230; ngga semua permintaan orang lain akan saya LAKUKAN. Bukankah berarti juga ada permintaan dari orang lain yang anda LAKUKAN, benar ? Apa yang membuat anda MAU melakukannya ? pikirkan jawaban [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya punya satu pertanyaan untuk anda, Apa yang membuat anda MAU melakukan sesuatu yang orang lain minta anda lakukan ? Ah nggak juga tuh &#8230; ngga semua permintaan orang lain akan saya LAKUKAN. <span style="PT-BR;">Bukankah berarti juga ada permintaan dari orang lain yang anda LAKUKAN, benar ? Apa yang membuat anda MAU melakukannya ? pikirkan jawaban anda atas pertanyaan ini ? </span>Apa yang anda SADARI ? buat saya adalah saya akan lakukan sesuatu dengan suka rela <span style="yes;"> </span>atas apa yang orang lain minta saya lakukan apabila saya NYAMAN melakukannya. Saat seorang sales person menawarkan barang dan akhirnya saya memutuskan untuk membelinya adalah karena saya NYAMAN untuk membelinya. Bagaimana dengan anda ? Lupakan sejenak tentang metode dan teknik NLP, apakah anda akan NYAMAN berinteraksi dengan orang yang tidak membuat anda NYAMAN ? <span style="PT-BR;">Jujur sajalah … ha ha ha. Apakah anda SENANG membeli barang dari salesperson yang membuat anda tidak NYAMAN ? <span style="yes;"> </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;">Sales person mem-PACING saya sehingga saya NYAMAN berinteraksi dengan sales person tersebut, dan begitu saya NYAMAN maka dengan mudah sang sales person me-LEADING saya agar saya membeli produknya. Bagaimana dengan anda, saya tidak tahu bagi anda apakah kata NYAMAN adalah yang membuat anda dapat ter-LEADING oleh seseorang atau ada kata lainnya, saya tidak TAHU yang TAHU adalah anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span id="more-141"></span><span style="Times New Roman;">BAGAIMANA dengan ketika anda hendak melakukan sesuatu yang BERMANFAAT, namun ada bagian dari anda yang seolah-olah mencegah anda melakukannya ? Contohnya, pernahkah anda merasa malas ketika anda PERLU menemui calon prospek atau pernahkah anda takut ditolak ketika anda PERLU menawarkan produk anda kepada calon pembeli atau juga pernahkah anda merasa tidak tega ketika PERLU memberhentikan karyawan yang melakukan kesalahan fatal di kantor.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"> <span style="small;"><span style="Times New Roman;">Ada bagian – bagian dari anda yang mencegah anda atau mensabotase anda untuk melakukan sesuatu yang BERMANFAAT untuk mencapai OUTCOME. Bayangkan padahal calon pembeli anda sebenarnya adalah pembeli yang potensial namun anda urung untuk menawarkan produk anda karena mungkin anda berpikir kalau ditolak bagaimana ? kan malu, muka mau di taruh dimana ? saya masih percaya bahwa muka masih di taruh di depan …… ha ha ha </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;">Sekarang, BAGAIMANA caranya membuat bagian dari anda itu SETUJU untuk bersama – sama mendukung agar anda dapat mencapai OUTCOME yang telah ditetapkan ? Dengan kata lain bagaimana mem-PACING bagian tersebut agar dapat anda LEADING. Pertanyaannya adalah bagian apa itu ? bagian yang mana ? memangnya dibagi berdasarkan apa ? bagian dari DIRI yang mana ? wah … kalau menjawab pertanyaan ini perlu waktu 4 hari 3 malam untuk mempelajari yang dinamakan SELF SKILL yang merupakan Pilar Pertama dari 4 Pilar Ketrampilan NLP (Self Skill, Strategic Thinking Skill, Systemic Thinking Skill dan Relation Skill) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Ada sebuah cerita tentang seorang pahlawan, orang tua bijaksana dan sehabat karib. Sang pahlawan adalah orang yang sangat dicintai oleh orang tua bijaksana dan juga sahabat karibnya. Mereka selalu memperhatikan dan memberikan yang terbaik buat sang Pahlawan. Mereka berdua pasti akan memberikan KATA-KATA saran kepada sang pahlawan ketika ia akan melakukan sesuatu. Namun sahabat karib dari sang Pahlawan kelihatannya tidak begitu akrab dengan orang tua bijaksana, ia berpikir saran dari orang tua bijak sering mebuat sang pahlawan berada dalam kesulitan dan ketika di tanya, orang tua bijaksana hanya berkata pahlawan perlu belajar itu akan membuatnya semakin kuat. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Sang sahabat karib semakin kesal dengan orang tua bijaksana karena terkadang ketika sang pahlawan BELAJAR sampai terluka dan berdarah dan seolah-olah bukannya menolong malahan membuat sang pahlawan semakin menderita. Oleh sebab itu sang sahabat karib selalu WASPADA setiap sang pahlawan mau melakukan sesuatu apakah itu berdasarkan KATA-KATA dari orang tua bijaksana atau bukan, biasanya sang sahabat karib berusaha mencegah dan menggagalkan tindakan yang akan dilakukan sang pahlawan dengan cara merayu dengan KATA-KATA yang tujuannya adalah sang pahlawan tetap aman dan nyaman. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Terkadang jika KATA-KATA-nya tidak didengarkan, maka sang sahabat karib akan melakukan tindakan yang akan mencegah sang pahlawan melakukan sesuatu, pernah suatu ketika ketika sang Pahlawan akan bertarung melawan naga, sang sahabat karib menyembunyikan senjata sang pahlawan agar ia sibuk mencari senjatanya dan urung bertempur melawan naga. Biar orang lain saja yang melawan naga yang penting bukan sang pahlawan. Karena sang pahlawan WASPADA, maka ia tahu bahwa itu perbuatan sahabat karibnya, pengalaman membuat dia belajar. <span style="PT-BR;">Oleh sebab itu setiap sang pahlawan akan maju berperang maka ia akan menyampaikan KATA-KATA yang membuat sang sahabat karib merasa nyaman bahkan sampai akhirnya malahan membuat sahabat karib mendukung sang pahlawan untuk memenangkan peperangan. Dengan mendengarkan nasihat dari orang tua bijaksana dan dukungan dari sang sahabat karib, sang pahlawan mencapai keberhasilan demi keberhasilan, disukai oleh seluruh penduduk kampungnya bahkan disegani oleh lawan-lawannya.</span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2008/10/17/pacing-leading-dalam-diri-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PACING – LEADING DALAM DIRI</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/10/13/pacing-%e2%80%93-leading-dalam-diri/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2008/10/13/pacing-%e2%80%93-leading-dalam-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 22:17:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Coach Lock</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Ketika pertama kali saya mengenal dan mempelajari NLP di tahun 2002 ada satu teknik yang menjadi favorit saya. Ya benar sesuai dengan judul tulisan ini teknik itu adalah PACING – LEADING. Dan tahukah anda, mengapa saya begitu menyukai teknik ini ? ha ha ha …. karena dengan teknik ini saya mampu membuat orang lain mengikuti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="justify;"><!--[if !mso]&amp;gt;--><span>Ketika pertama kali saya mengenal dan mempelajari NLP di tahun 2002 ada satu teknik yang menjadi favorit saya. Ya benar sesuai dengan judul tulisan ini teknik itu adalah PACING – LEADING. Dan tahukah anda, mengapa saya begitu menyukai teknik ini ? ha ha ha …. karena dengan teknik ini saya mampu membuat orang lain mengikuti kehendak dan kemauan saya, benar ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span>Memang sih ketika pertama kali memulai mencoba dan mempraktekan teknik ini ternyata tidak sesederhana teorinya. Saya masih ingat kata Trainer NLP saya waktu itu bahwa untuk mem-PACING seseorang saya perlu me-MATCHING orang tersebut, wuih rasanya aneh sekali. </span><span>Gerak tubuh orang kok disama-samakan seperti orang kurang kerjaan saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span>Dan seiring perjalanan, sayapun semakin fasih menggunakan teknik tersebut. Di kantor, dalam meeting saya menggunakan teknik ini membuat atasan, rekan kerja bahkan ‘kompetitor’ akhirnya dengan suka rela menerima ide – ide saya dan menjalankannya. Apalagi kalau ada wanita &#8211; wanita cantik yang menarik hati, wah mantap rasanya untuk segera mempraktekan teknik ini. Hasilnya anda pasti tahulah, asyik ya ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span>Namun ada hal yang LEBIH menarik dan<span> apakah anda TAHU </span>kalau anda TAHU rahasia dari teknik ini dan menggunakannya dalam hidup anda pribadi, akan mengeluarkan POWER yang anda miliki. Bukankan saat anda terus membaca tulisan ini, membuat anda semakin menyadari, bahwa teknik ini juga dapat anda terapkan ke DALAM DIRI anda sendiri dan saat anda menerapkan ke DALAM DIRI anda, anda mampu me-LEADING bagian – bagian yang selama ini menghambat anda mencapai sukses.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span>Bayangkan, saat anda MENYADARI dan TAHU ada bagian dari DIRI anda yang mensabotase DIRI anda sendiri untuk mencapai sukses, maka anda TAHU bagaimana anda PERLU mem-PACING bagian yang mensabotase tersebut sehingga bagian dari diri anda tersebut dapat anda LEADING untuk mencapai OUTCOME yang anda butuhkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span>Pertanyaannya selanjutnya adalah BAGAIMANA caranya PACING – LEADING terhadap DIRI sendiri, benar ?</span><span id="more-136"></span><span> ……….. Ah, sebagai praktisi NLP anda </span><span>kan</span><span> sudah TAHU caranya !!! <em>(ti)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2008/10/13/pacing-%e2%80%93-leading-dalam-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEKUATAN SEBUAH KATA</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/07/21/kekuatan-sebuah-kata/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2008/07/21/kekuatan-sebuah-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 07:20:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Coach Lock</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa teman menyakan kepada saya, kok akhir – akhir ini saya tidak aktif di beberapa milist yang saya ikuti ? Teman yang lain bertanya kapan saya menulis artikel kembali ? kok tidak aktif ? kemana saja ? 
 
Ah sebenarnya saya sedang merenungkan sebuah kata atau mungkin dua buah kata yang saling bertaut menjadi satu kata. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;">Beberapa teman menyakan kepada saya, kok akhir – akhir ini saya tidak aktif di beberapa milist yang saya ikuti ? Teman yang lain bertanya kapan saya menulis artikel kembali ? kok tidak aktif ? kemana saja ? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;">Ah sebenarnya saya sedang merenungkan sebuah kata atau mungkin dua buah kata yang saling bertaut menjadi satu kata. Merenungkan mengapa kata itu ada dan diciptakan, merenungkan maksud dan tujuan kata tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;">Saya tidak tahu apakah anda menyukai atau membenci kata tersebut ? kata itu mudah diucapkan namun begitu menantang untuk dilakukan.<span id="more-111"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;">Saya juga tidak tahu apakah reaksi anda sama dengan saya pada saat orang lain mengucapkan kata tersebut kepada anda ? mungkin sama dan mungkin pula anda meresponnya dengan cara berbeda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Ada yang lari dari kata ini namun ada juga yang dengan mengambil kata ini dan menjadikannya bagian dari hidupnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;">Kata tersebut membuat saya takut namun juga membuat saya berani menghadapi banyak hal. Benar – benar luar biasa kata tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;">Ah … kata tersebut terngiang di telinga saya saat saya menulis artikel ini, saya tersenyum karena pada saat saya mengambil kata tersebut dan mencoba menjadikan kata tersebut bagian dari hidup saya. Saya mendapatkan pelukan hangat dari anak saya dan kata-kata aku sayang papa berulang-ulang keluar dari mulut kecil anak-anak saya. Saya juga mendapatkan lebih banyak senyuman dan pelukan hangat dari istri saya tercinta, dan karena kata tersebut yang saya coba install ke dalam diri saya, maka pada tanggal 18 Juli 2008, Hotel Gumaya-Semarang menjadi saksi kebanggaan saya.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2008/07/21/kekuatan-sebuah-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MAU TAHU SIAPA SAYA ? AAAAH &#8230; TERNYATA &#8230;.</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/06/02/27/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2008/06/02/27/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 11:15:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Coach Lock</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[”Kamu masih punya orang tua Tjia ? Berbaktilah” sebuah pertanyaan dan pernyataan yang menyentak dan menusuk jauh ke dalam lubuk hati saya. Pertanyaan dan pernyataan itu diungkapkan oleh Tirta Setiawan, seorang penulis buku yang berjudul Sales Kaya – Sales Miskin yang juga Ketua Asosiasi Real Estat Broker Indonesia. Tuhan ternyata mau agar saya BELAJAR sesuatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">”Kamu masih punya orang tua Tjia ? Berbaktilah” sebuah pertanyaan dan pernyataan yang menyentak dan menusuk jauh ke dalam lubuk hati saya. Pertanyaan dan pernyataan itu diungkapkan oleh Tirta Setiawan, seorang penulis buku yang berjudul Sales Kaya – Sales Miskin yang juga Ketua Asosiasi Real Estat Broker Indonesia. <span style="DE;">Tuhan ternyata mau agar saya BELAJAR sesuatu dari beliau HARI INI<span id="more-27"></span><!--more--></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat cerita yang disampaikan oleh ibu saya bagaimana saya dilahirkan 36 tahun yang lalu. Waktu itu keluarga kami adalah keluarga yang sederhana, memang sih kami memiliki beberapa toko di bilangan Pasar Pagi – Jakarta Kota namun itu bukanlah toko yang besar tapi toko yang juga sederhana, sesederhana kehidupan kami.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat bagaimana di usia 3 tahun, saya mengalami sakit yang sedemikian parah, yang menurut cerita ibu saya waktu itu di Indonesia belum pernah ada penyakit yang seperti ini. Sakit yang menyerang syaraf utama tubuh saya yang membuat saya tidak hanya lumpuh tetapi juga punya ‘ilmu kebal’ alias mati rasa, jadi apabila ada dokter yang mau mengoperasi saya mungkin tidak perlu menggunakan bius. Tinggal potong atau bedah saja, toh saya tidak akan merasa sakit sedikitpun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat bagaimana harta keluarga harus habis untuk membiayai perawatan saya di rumah sakit. <span style="SV;">Dan juga tentang bagaimana kakek saya yang harus bertukar nyawa dengan saya. Ya kakek saya akhirnya meninggal beberapa saat setelah berkata kenapa anak sekecil ini harus menderita seperti ini, biarlah saya yang sudah puas hidup yang dipanggil pulang.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat bagaimana ayah dan ibu saya bercerita setelah harta habis harus berhutang sana – sini, mencari pinjaman sana – sini. Merendahkan diri dan mungkin direndahkan oleh kerabat dan kolega, biasalah mungkin dianggap sebagai benalu atau pengganggu.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat karena kasih Tuhan ada dua orang dokter dari Belanda dan seorang dokter dari Indonesia yang akhirnya BERHASIL mengoperasi susunan syaraf utama dalam tubuh saya <span style="yes;"> </span>sehingga anda bisa tahu dan mudah – mudahan mengenal seorang Tjia Irawan</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat bagaimana kehidupan setelah habis – habisan, saya harus bersekolah, ketiga adik saya juga harus bersekolah. Kedua orang tua saya bekerja memeras keringat, membanting tulang siang dan malam melakukan pekerjaan kasar untuk membiayai nafkah keluarga, maklum pendidikan yang rendah membuat kesempatan mereka jauh dari kursi empuk nan nyaman.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat bagaimana perasaan saya saat orang tua saya berkata, ”maaf, papa hanya bisa menyekolahkan kamu sampai SMA saja, adik – adik kamu membutuhkan biaya yang besar, nggak apa ya ?” duh, seperti kisah di sinetron dan telenovela.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat<span style="yes;">  </span>akhirnya 16 tahun yang lalu saya mulai bekerja di sebuah bank yang memiliki nama besar, mulai berkarya dan manganggap bahwa kehidupan selanjutnya akan ramah terhadap saya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat bagaimana perasaan saya pada saat melihat dan mendengar teman – teman saya menikmati masa muda mereka, ber ha ha hi hi, hang out ke sana dan ke sini, sedangkan saya harus menyisihkan penghasilan saya untuk membantu orang tua dan berjibaku supaya saya bisa menyelesaikan gelar sarjana yang saya idam – idamkan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat betapa kurang ajarnya saya, ketika karier saya mulai menanjak dan mulai memasuki jenjang MANAJERIAL, saya mulai balas dendam, mulai berfoya – foya, mulai ’menikmati hidup’. Dan betapa nistanya saya yang rela menghamburkan rupiah demi kehidupan malam, sedangkan ke dua orang tua dan adik – adik saya masih berjuang mencari bekal untuk hidup.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat di tahun 2002 saya mulai berkenalan dengan PENGETAHUAN BARU yang bernama Neuro Linguistic Programming (NLP), ah mungkin dulu karena syaraf<span style="yes;">  </span>saya (baca : Neuro) pernah sakit. Makanya dengan bangga saya berkata bahwa saya ini BOSS (Bekas Orang Sakit Syaraf).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat bagaimana pertama kali saya membantu orang ’menyembuhkan’ dirinya dengan<span style="yes;">  </span>PENGETAHUAN BARU ini dan hasilnya<span style="yes;">  </span>begitu powerful, bernilai, elegan dan canggih. Sehingga saya berkata kepada diri saya sendiri &#8230;. wow cool &#8230; fantastic ..</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat bagaimana senangnya saya dengan MAINAN BARU ini, seperti seorang anak kecil yang kegirangan dan tak henti &#8211; hentinya bercerita ke taman &#8211; temannya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya ingat bagaimana salah satu yang saya pelajari dalam NLP adalah EKOLOGIS, dan ketika saya mengajarkan EKOLOGIS namun saya sendiri tidak EKOLOGIS. Ketika saya mengajarkan bahwa kita harus menghormati DUNIA orang lain, TERNYATA saya sendiri tidak menghormati DUNIA orang tua saya sendiri, DUNIA istri saya, DUNIA anak – anak saya, DUNIA adik – adik saya, DUNIA teman – teman saya, DUNIA para staf saya, DUNIA atasan saya, DUNIA para klien saya dan lainnya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat bagaimana saya telah mengecewakan orang tua saya dan orang – orang yang saya cintai karena saya tidak EKOLOGIS dan tidak bisa menghormati DUNIA mereka dan hanya menganggap bahwa DUNIA saya adalah yang terbaik.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya ingat bagaimana saya telah mengecewakan para guru – guru saya, yang telah mengajarkan ajaran – ajaran yang luhur.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat bagaimana di suatu malam ibu saya meneteskan air matanya ketika ber-DOA agar anaknya yang NAIF ini selalu diberkati, selalu berhasil dalam hidupnya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat bagaimana bagaimana bau keringat ayah saya, ketika beliau kembali dari mencari nafkah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Saya masih ingat perkataan Tirta Setiawan <strong>”Kamu masih punya orang tua Tjia ? BERBAKTILAH”</strong></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="SV;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2008/06/02/27/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DIKEDAI KOPI ITU KUTEMUKAN JAWABAN	: THE POWER OF PERCEPTUAL POSITION</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/05/28/dikedai-kopi-itu-kutemukan-jawaban-the-power-of-perceptual-position/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2008/05/28/dikedai-kopi-itu-kutemukan-jawaban-the-power-of-perceptual-position/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 14:20:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Coach Lock</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru saja menyelesaikan hari pertama dari tiga hari kelas training Leadership yang saya bawakan di salah satu hotel ternama di bilangan Jakarta Barat. Wow … hari ini adalah hari yang begitu luar biasa bukan saja karena kelas training berjalan sesuai dengan apa yang saya harapkan namun saya belajar banyak mengenai leadership dari para peserta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="Times New Roman;">Saya baru saja menyelesaikan hari pertama dari tiga hari kelas training Leadership yang saya bawakan di salah satu hotel ternama di bilangan Jakarta Barat. Wow … hari ini adalah hari yang begitu luar biasa bukan saja karena kelas training berjalan sesuai dengan apa yang saya harapkan namun saya belajar banyak mengenai leadership dari para peserta di kelas training tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="Times New Roman;">Ketika beristirahat di kamar hotel yang nyaman dan melihat acara masak – memasak di televisi HP saya berbunyi, ternyata teman baik saya yang menelepon. Rupanya teman baik saya itu sudah tiba di lobby hotel, ya saya memang ada janji untuk bertemu untuk sekedar sharing dan memperluas wawasan dengannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="Times New Roman;">Awalnya saya ingin menawarkan makan malam, tetapi karena teman saya itu terburu akhirnya kita sepakati ngobrol sambil ngopi di salah satu kedai kopi yang sangat termasyur. Teman saya itu luar biasa, saya mengagumi kisah hidupnya, terutama bagaimana ia membangun hubungan yang luar biasa dengan istrinya, bayangkan saja sampai istrinya berdoa dan kurang lebih berkata<span style="yes;">  </span>“Tuhan terima kasih buat suami yang Kau berikan”. Buat saya itu pujian yang tinggi dan saya yakin itu karena wujud kasih sayang dan perhatian yang luar biasa yang telah ia berikan kepada istrinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="DE;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Apakah tulisan saya kali ini mengenai kehidupan keluarga ? <span id="more-21"></span>Bukan, kali ini bukan. Sebenarnya saya ingin menulis mengenai kegundahan hati, perasaan nggak enak yang tiba – tiba muncul beberapa hari belakangan ini yang saya nggak tahu dan ngga ngerti penyebabnya apa. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="DE;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="DE;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Melalui sharing dan ngobrol – ngobrol dengan teman saya tersebut TANPA SADAR saya memahami bahwa saya diingatkan untuk menghasilkan lebih sesuai dengan ”Investasi“ yang telah ditanamkan ke dalam diri saya. Saya diingatkan untuk tidak menjadi debitur yang kurang ngajar yang hobby-nya ngemplang</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="DE;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="DE;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Sambil anda terus membaca tulisan saya ini, cobalah bayangkan apa yang akan dihasikan oleh seorang HRD Manager kalau dalam bertindak orang tersebut menggunakan kerangka berpikir sebagai seorang HRD Manager. Menurut anda bagaimana ? Apa hasilnya ? Saya percaya bahwa apa yang HRD Manager tersebut dapatkan adalah paling maksimal akan sesuai dan terbaik berdasarkan best practise yang berlaku di dunia per-HRD-an. Sebaliknya apa yang terjadi apabila kerangka berpikir HRD Manager tersebut adalah kerangka berpikirnya Owner, hasilnya adalah DAHSYAT.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="DE;"><span style="Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="DE;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Ya ternyata kegundahan saya adalah pada saat saya mau menghasilkan karya yang lebih baik ternyata saya hanya mampu menghasilkan karya yang itu – itu saja dan nyaman dengan karya yang itu – itu saja. Padahal hanya dengan sedikit bergerak ke samping berpindah perceptual position saya menemukan jawaban. Sebuah solusi yang sangat sederhana bukan ? Benar – benar naif… benar – benar naif …<br />
Sambil menulis artikel ini hati saya penuh dengan ucapan syukur ke Tuhan YME diberikan kesempatan untuk melakukan lagi semuanya dari awal dengan kerangka berpikir yang berbeda dan terus berusaha meningkatkan ”return“ atas ”investasi“yang telah ditanamkan dalam hidup saya, juga tak lupa ucapan syukur atas dihadirkannya teman yang luar biasa itu di dalam hidup saya.</span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2008/05/28/dikedai-kopi-itu-kutemukan-jawaban-the-power-of-perceptual-position/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>20 MEI 2008; HARI KEBANGKITAN PIKIRAN – THE MAP IS NOT THE TERRITORY.</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/05/22/20-mei-2008-hari-kebangkitan-pikiran-%e2%80%93-the-map-is-not-the-territory/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2008/05/22/20-mei-2008-hari-kebangkitan-pikiran-%e2%80%93-the-map-is-not-the-territory/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 23:27:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Coach Lock</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupan.info/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 20 Mei lalu saya mengikuti satu acara bertajuk Family Day, niat awalnya mengikuti acara tersebut karena hendak menyenangkan anak dan istri dan belajar mengambil tanggung jawab sebagai seorang suami dan ayah dari 2 orang anak – anak yang luar biasa. Acara Family Day tersebut diselenggarakan di daerah yang bernama Nglimut. Walaupun sudah hampir dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;">Tanggal 20 Mei lalu saya mengikuti satu acara bertajuk <em>Family Day</em>, niat awalnya mengikuti acara tersebut karena hendak menyenangkan anak dan istri dan belajar mengambil tanggung jawab sebagai seorang suami dan ayah dari 2 orang anak – anak yang luar biasa. Acara <em>Family Day</em> tersebut diselenggarakan di daerah yang bernama Nglimut. Walaupun sudah hampir dua tahun bermukim di kota lunpia ini namun daerah yang sudah mencapai level <em>unconcious competence</em> ya perjalanan dari daerah Tengger ke Simpang Lima saja. Sedangkan untuk daerah di luar itu masih jadi <em>blind area</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;">Melihat saya yang kelihatan bingung, terdengar suara dari samping saya, tenang pak ada PETA-nya begitu kata salah seorang panitia. Wah lega rasanya, langsung saya minta saja PETA yang dimaksud. Setelah melihat PETA yang diberikan, saya hanya bisa tersenyum, mengapa ? karena nama – nama daerah di sana semuanya asing buat saya. Lihat saja nama daerahnya Jrakah, Cangkiran ke arah Boja belok kiri ke arah Jetis nanti pertigaan ambil jalan ke kanan ke arah Gempol, dsb, dsb. Walah Jrakah dimana ? Cangkiran dimana ? Jetis dimana ? semuanya au ah gelap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;">Tiba – tiba pewahyuan datang, ada suara di pikiran saya yang berbunyi <em>THE MAP IS NOT THE TERRITORY.</em> Ha ha ha …. ternyata saya diijinkan dan diberi kesempatan untuk<span style="yes;">  </span>belajar NLP sepanjang perjalanan saya. Selama ini PETA saya kan hanya Tengger dan Simpang Lima dan hari ini saya dipaksa memperluas PETA saya. Ternyata memperluas PETA itu tidak mudah, perjalanan saya ke daerah baru tersebut betul – betul asing dan perlu kewaspadaan, di sebelah kanan saya tebing dan disebelah kiri saya jurang. Perjalanan dari Medini ke arah Nglimut lewat jalan – jalan yang sempit dan semi off-road membuat saya ekstra hati – hati karena selain bertanggung jawab menjaga kehidupan diri sendiri ada tanggung jawab juga menjaga kehidupan semua penumpang di mobil saya. Akhirnya sampai juga di tempat tujuan dengan selamat , tempat Pemandian Air Panas Ngimut sudah di depan mata, dalam hati saya bersyukur terima kasih Tuhan kami semua tiba dengan selamat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;">Perjalanan tersebut memberikan pencerahan secara pribadi buat saya. Ada beberapa hal yang saya pelajari hari itu, yaitu<span style="yes;">  </span>: <span id="more-15"></span></span></p>
<ol style="0in;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="Times New Roman;">Memperluas PETA itu tidak semudah teori di atas kertas, kadang harus melewati daerah – daerah yang penuh kengerian, penuh pertanyaan kepada DIRI sendiri, sudah benarkah jalan yang saya lalui ? apakah ini jalan buntu yang ujungnya jurang atau berasumsi bahwa ini adalah jalan yang aman ?</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="Times New Roman;">Saat memperluas PETA ternyata saya juga harus EKOLOGIS terhadap semua penumpang yang ada di kendaraan saya. Mereka “mempercayakan hidupnya” pada saya, dan saya harus BERTANGGUNG JAWAB dan MEMPERTANGGUNG JAWABKAN “kepercayaan” itu.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="Times New Roman;">Orang yang PETA-nya luas, saya asumsikan telah melewati jalan – jalan yang sulit dan menantang saat mereka memperluas PETA-nya. Perjalanan tersebut sungguh memberikan pencerahan buat saya untuk lebih MENGHORMATI orang tersebut karena saya dapat belajar darinya tentang bagaimana memperluas PETA saya sendiri dan buat orang yang mungkin sedang berpura -pura PETA-nya sudah luas saya dapat belajar MENGASIHI mereka, karena suatu saat merekapun akan menembus hutan, melewati jalan yang berliku saat mereka oleh keadaan dipaksa memperluas PETA mereka</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;">Ternyata tanggal 20 Mei 2008 adalah hari Kebangkitan Pikiran saya untuk mempelajari dan memahami satu Presuposisi NLP yang sangat terkenal. THE MAP IS NOT THE TERRITORY.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2008/05/22/20-mei-2008-hari-kebangkitan-pikiran-%e2%80%93-the-map-is-not-the-territory/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Coach Buat Diri Sendiri</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2008/05/21/menjadi-coach-buat-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2008/05/21/menjadi-coach-buat-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 06:18:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Coach Lock</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupan.info/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Petunjuk Praktis Menyikapi Kenaikan BBM
Ada sebuah kisah lucu ketika saya menjadi narasumber dalam suatu radio talkshow bersama dua orang direktur dari dua perusahaan ternama dengan industri berbeda yang dilaksanakan baru – baru ini. Topik talkshow saat itu adalah mengenai bagaimana meningkatkan produktivitas pekerja, namun tanpa disadari topik tersebut malahan bergeser ke topik kenaikan harga BBM [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Petunjuk Praktis Menyikapi Kenaikan BBM</strong></p>
<p>Ada sebuah kisah lucu ketika saya menjadi narasumber dalam suatu radio talkshow bersama dua orang direktur dari dua perusahaan ternama dengan industri berbeda yang dilaksanakan baru – baru ini. Topik talkshow saat itu adalah mengenai bagaimana meningkatkan produktivitas pekerja, namun tanpa disadari topik tersebut malahan bergeser ke topik kenaikan harga BBM dan lucunya semua penanya baik yang melalui sms ataupun yang menelepon secara langsung lebih tertarik membahas kenaikan harga BBM tersebut berikut dampaknya dan saya hanya bisa tersenyum sebab sang penyiarpun begitu menikmati topik baru yang tidak direncanakan sebelumnya ini.</p>
<p>Awalnya saya berusaha untuk mencoba mengarahkan kembali tetapi karena berpikir dan merasa topik ini seru juga, yah biarkan saja sambil melakukan pembenaran di dalam perasaan, ya nggak ada benar atau salah deh yang penting manfaatnya, siapa tahu topik baru ini lebih BERMANFAAT buat orang banyak.</p>
<p>Satu hal yang menarik adalah begitu banyak orang yang terlihat panik menghadapi dampak kenaikan harga BBM tersebut. Pikiran saya menerawang dan akhirnya MENEMUKAN satu memori dimana salah seorang teman saya pernah berkata, bukankah arti kata NAIK itu bagus ? Bukankah bila saya bertanya pada karyawan di tempat saya berkarya siapa yang mau NAIK gaji ? semua mau unjuk jari dan berkata MAUUUUU atau bila anak – anak ditanya siapa yang mau NAIK kelas respon dan jawabannya sama. Jadi sebenarnya NAIK itukan positif, benar ? Tapi pak kalo NAIK yang ini kan bikin kita sengsara. Benar, dengan kenaikan harga BBM banyak pos – pos kenikmatan yang terpaksa harus dikendalikan dan bukankah dengan demikian kita bisa hidup lebih bijaksana.<span id="more-8"></span></p>
<p>Sebagai seorang Coach biasanya saya memulai sesi coaching saya dengan pertanyaan, apa sih yang anda benar – benar inginkan untuk anda raih di dalam hidup ini ? Rasanya pertanyaan tersebut sudah saatnya juga saya gunakan untuk diri saya sendiri. Kenaikan harga BBM membuat saya menyentuh kembali neraca keuangan keluarga saya yang selama ini berdebu dan tidak pernah tersentuh. Saya bertanya kepada diri saya sendiri, apa sih yang benar – benar saya inginkan terhadap keuangan keluarga di dalam hidup saya ini ? Wow, saat itu saya dipaksa mendefinisikan banyak hal dan dipaksa membongkar satu ruang dalam pikiran saya yang berdebu dan dipenuhi oleh sarang laba – laba karena sudah lama tidak saya masuki.</p>
<p>Kemudian, ketika pertanyaan kedua saya tanyakan kepada diri saya sendiri, saya semakin tersentak karena begitu saya bertanya bagaimana kondisi saya saat ini ? bagaimana keadaan saat ini ? sumberdaya apa saja yang saya miliki ? ternyata saya mau tidak mau memasuk ruang lain dalam pikiran saya yang pintunya karatan yang kalau dibuka bunyinya … kriet … kriet karena kurang pelumas, banyak kecoanya dan baunya itu lo minta ampun</p>
<p>Saya bersyukur ternyata kenaikan BBM membuat saya memasuki ruang – ruang yang selama ini saya abaikan.</p>
<p>Wah ternyata ada jurang lebar yang memisahkan antara apa yang saya inginkan dengan kondisi saya saat ini, dengan segala sumberdaya yang saya miliki. Apa yang harus saya lakukan ya ? pikiran saya terus mencari dan terus mencari jawabannya. Aha … akhirnya saya menemukan banyak PILIHAN. Memang kondisi krisis membuat saya kritis sehingga saya kreatif menemukan PILIHAN dalam menyikapi apa yang terjadi di sekeliling saya. Walapun istri saya sempat mengernyitkan dahinya pada saat saya sodorkan PILIHAN tersebut, keluar juga komentar dari mulutnya baiklah Pa, saya dukung Papa …….. aaaaah ….. leganya…..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2008/05/21/menjadi-coach-buat-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
