<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Basic Principle of Life Expanding</title>
	<atom:link href="http://kehidupanpd.info/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kehidupanpd.info</link>
	<description>Because Your LIFE is IMPORTANT</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Mar 2010 06:46:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>&#8221; MENGAPA ORANG  INGIN  PEMBINAAN (COACHING)??? &#8221; 1.</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2010/03/06/mengapa-orang-ingin-pembinaan-coaching-1/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2010/03/06/mengapa-orang-ingin-pembinaan-coaching-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 06:46:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang PUHONG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/2010/03/06/mengapa-orang-ingin-pembinaan-coaching-1/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak Orang-orang datang untuk mengikuti  suatu Pembinaan dengan berbagai banyak alasan yang berbeda, tapi  terkadang selalu sering terjadi ketidak cocokan setelah mengikuti Pelatihan.
antara Teori  dan kenyataan, Kadang-kadang disonansinya adalah sangat  sedikit sekali.                    [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak Orang-orang datang untuk mengikuti  suatu Pembinaan dengan berbagai banyak alasan yang berbeda, tapi  terkadang selalu sering terjadi ketidak cocokan setelah mengikuti Pelatihan.<br />
antara Teori  dan kenyataan, Kadang-kadang disonansinya adalah sangat  sedikit sekali.                            Mengapa sering terjadi hal demikian seperti itu?, Kemungkinan sebagian besar pesertanya belum begitu Tahu secara jelas dan Rinci apa yang dibutuhkan dalam Pembinaan Pengembangan Dirinya,<br />
1.	Mungkin dalam suatu Pembinaan yang tidak lengkap, hanya dalam penyampaian Teorinya saja dalam satu atau dua sesi. Ini biasanya  sering dilakukan oleh seorang  Presenter ( Pembawa Acara ) dengan perlengkapan seperti :  LCD, laptop, OHP dan lain sebagainya, dimana tugasnya hanya menyampaikan teori-teorinya saja tentang cara-cara  keterampilan pengembangan Diri. sampai peserta TAHU tentang  cara Pengembangan Diri,. Sehingga para peserta sekedar hanya sampai TAHU saja, akan dasar-dasar dari Sumber Daya Manusia (Self Skills) yang dimilikinya.<br />
2.	Kemudian di sesi berikutnya adalah tugas dari Pelatih (Trainer)  dengan perlengkapan mungkin hanya membutuhkan Spidol besar dan kertas buram besar dipapan tulis atau mungkin White board untuk memberikan contoh latihan-latihan yang akan dilakukan oleh para pesertanya. Dengan masing-masing  peserta tahu apa yang akan dilatih pada dirinya sendiri. Dimana sang Pelatih memberikan petunjuk kepada masing-masing peserta apa-apa saja yang perlu dilatih, oleh masing-masing pesertanya yang sesuai  dengan kebutuhan para peserta itu sendiri. Hingga para pesertanya Mengerti apa yang perlu dilatih pada Self Skillnya sendiri dalam pengembangan Diri yang dibutuhkannya.<br />
3.	Setelah itu barulah dibutuhkan seorang Coach dalam mendampingi nya setelah peserta mampu melatih dirinya sendiri, hingga dapat menguasi ketrampilannya masing-masing sampai Paham dan Tahu akan Manfaat dari  Sumber Daya yang dimilikinya. Dimana Tugas dari seorang Coach adalah memberikan suatu BIMBINGAN kepada peserta yang sudah mampu melatih diri dalam Pengembangan Self Skillnya ,dengan jalan berdiskusi tentang apa-apa yang telah dilakukan oleh peserta dengan melihat hasil perkembangan dari para pesertanya.  Dan memberikan laporan-laporan hasil analisa dari  pelatihan-pelatihan yang dilakukan para peserta.<br />
COACHING membantu orang untuk mengambil arah baru, dan untuk dapat mengambil langkah-langkah menuju kebahagiaan, Dimana bukan untuk menjalankan  kenyamanan di tempat yang sama, sehinga tidak ada suatu peningkatan Pengembangan Dirinya yang lebih. Sebab seseorang yang merasa nyaman, itu biasanya sulit untuk dapat mengembangkan Dirinya, hanya orang-orang yang merasa tidak nyamanlah yang akan mampu mengembangkan Dirinya, dengan suatu Pembinaan yang tepat oleh Seorang Coach yang  mengerti dan paham akan Pengembangan Diri dari  SUMBER DAYA MANUSIA  yang ada.<br />
PEMBINAAN semacam apakah yang dibutuhkan oleh seseorang?,  hingga dapat mengembangkan Dirinya menjadi lebih baik dan nyaman didalam kehidupannya?.  Dengan jalan hanya mengikuti suatu Pembinaan pada :<br />
1.	Hanya sampai TAHU sajakah?, tentang  SUMBER DAYA MANUSIA  dengan mengikuti Penyampaian dari seorang PRESENTER  saja, yaitu yang disebut hanya METODE nya saja?<br />
2.	Sampai Mengerti sajakah?, tentang SUMBER DAYA MANUSIA  dengan mengikuti Pelatihan dari seorang TRAINER  saja, yaitu yang disebut TEHNIK  nya saja?<br />
3.	ATAU hingga dapat Memahami  dan TAHU akan Manfaat dari SUMBER DAYA MANUSIA yang dimilikinya dengan didampingi oleh seorang COACH, yaitu yang disebut ATITUDE. Sehingga MAMPU menjadi COACH atas DIRInya sendiri, dalam artian dia mampu menguasi Sumber Daya yang dimilikinya hingga menjadi PERSONAL MASTERY atas dirinya,<br />
Dia akan MAMPU menciptakan METODE dan TEKNIK sendiri hasil dari PERSONAL MASTERY yang telah dilatihnya menghasilkan PERSONAL POWER, hingga terlatih menjadi MAHIR akan Sumber Daya yang dimilikinya.<br />
Seumpama seseorang mebutuhkan cara untuk dapat membangun USAHA, maka orang itu BUTUH seorang KONSULATAN, sebab KONSULTAN lah yang akan memberi TAHU cara-caranya mendirikan suatu USAHA dan lain2nya, dan KONSULTAN  itu pulah yang  akan menjadi (HERO) Pahlawannya.<br />
Sedangkan dalam suatu PERUSAHAAN, itu membutuhkan seorang COACH, dalam Pembinaan Sumber Daya Manusia didalam Perusahaan itu, dan dimana yang menjadi  (HERO) Pahlawannya adalah Perusahaan itu sendiri , telah mampu memperdayakan Sumber Daya Manusianya di Pimpin oleh seorang MANAGER yang sudah jadi COACH dalam Perusahaan itu.<br />
Jawabannya dari MENGAPA?, itu adalah disebabkan banyak yang TAHU namanya SUMBER DAYA MANUSIA, sayangnya tidak banyak yang mau ( TAHU DIRI ) KENAL dan MENGENALI serta MENGGALI  SUMBER DAYA yang Dimiliknya berupa MODALITIES dan SUB-MODALITIES.                   Itulah sesungguhnya aku sebagai “COACHMAN (KUSIR DELMAN)” yang  hanya mementingkan agar dapat muatan penuh untuk DAPURku TETAP NGEBUL, dengan jalan menulis  yang menurutku tidak karuan ini. Dengan HARAPAN dapat mengeluarkan SERTIPIKAT pernah NAIK DELMAN ku.( COACHMAN ) si Kusir Delman orang yang terbodoh di dunia ini, disebabkan ada penumpang Cantik di pantatin sedangkan pantat Kuda dihadapin terus. itulah Guwe KanG PuHong.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2010/03/06/mengapa-orang-ingin-pembinaan-coaching-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A PRACTICING NLP PRACTITIONER® DYNAMIC COACHING International Certification</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2010/03/06/a-practicing-nlp-practitioner%c2%ae-dynamic-coaching-international-certification/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2010/03/06/a-practicing-nlp-practitioner%c2%ae-dynamic-coaching-international-certification/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 02:59:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang PUHONG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/2010/03/06/a-practicing-nlp-practitioner%c2%ae-dynamic-coaching-international-certification/</guid>
		<description><![CDATA[Victory Access International ™
A PRACTICING NLP PRACTITIONER® DYNAMIC COACHING
International Certification
Ingin mengetahui lebih dalam tentang NLP, ilmu NLP yang sesungguhnya dan bagaimana aplikasinya dalam kehidupan, HANYA ADA DI
A PRACTICING NLP PRACTITIONER®
DYNAMIC COACHING
Sebenarnya seorang manusia diciptakan SEMPURNA.
Banyak orang belum meraih prestasi puncak karena mereka BELUM TAHU CARA untuk meraihnya. Banyak CARA yang dilakukan untuk dapat memberdayakan PIKIRAN [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Victory Access International ™<br />
A PRACTICING NLP PRACTITIONER® DYNAMIC COACHING<br />
International Certification</p>
<p>Ingin mengetahui lebih dalam tentang NLP, ilmu NLP yang sesungguhnya dan bagaimana aplikasinya dalam kehidupan, HANYA ADA DI</p>
<p>A PRACTICING NLP PRACTITIONER®<br />
DYNAMIC COACHING</p>
<p>Sebenarnya seorang manusia diciptakan SEMPURNA.<br />
Banyak orang belum meraih prestasi puncak karena mereka BELUM TAHU CARA untuk meraihnya. Banyak CARA yang dilakukan untuk dapat memberdayakan PIKIRAN BAWAH SADAR secara OPTIMAL<br />
dalam usaha untuk meraih PRESTASI dan meningkatkan KUALITAS HIDUP, Menciptakan TEROBOSAN dalam HIDUP.<br />
Banyak orang menjadi sulit dalam hal BERKOMUNIKASI<br />
Sehingga mempengaruhi dalam melejitkan PRESTASI PUNCAK</p>
<p>Anda ingin tahu jawabannya :<br />
A Practicing NLP Practitioner Certification International Certification<br />
“DYNAMIC COACHING”<br />
(CONSCIOUSLY COACHING AND THERAPY TECHNIQUE)</p>
<p>DIPANDU OLEH</p>
<p>3  s/d 4  ORANG PEMBAWA ACARA SEKALIGUS<br />
PERTAMA KALINYA</p>
<p>Banyak orang tua bingung dalam hal berkomunikasi dengan anak terutama anak berkebutuhan khusus, begitu pula dengan para guru yang mengalami kesulitan dalam meningkatkan prestasi belajar murid-murid di sekolah. Mendidik anak dirasakan sulit BUKAN karena anak yang sulit diarahkan, namun karena orang tua belum memahami cara yang tepat berkomunikasi dan mengatasi perilaku anak dengan teknik-teknik tertentu, sehingga para ahli khususnya psikolog, dokter, psikiater juga tidak dapat memberikan ’label’ dan diagnosa yang salah hanya karena tidak memahami bagaimana cara si anak berkomunikasi. Semuanya ini HANYA karena mereka tidak mengetahui caranya dan belum mengalami terobosan dalam hidup mereka.</p>
<p>Dynamic coaching dirancang untuk membantu peserta menerapkan Neuro-Linguistic Programming (NLP) dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peserta dapat menciptakan terobosan dalam hidup untuk menjadi yang terbaik, lebih sukses dan bahagia, mampu berkomunikasi dengan baik terhadap anak, orang lain sekalipun anak berkebutuhan khusus, dan lebih hati-hati dalam menegakkan diagnosa. NLP dikenal sebagai psikologi modern yang unik dan sangat efektif untuk membangkitkan semangat dan mengubah perilaku seseorang. NLP telah banyak di gunakan oleh para pendidik, psikolog, dokter, psikiater, top eksekutif dan manager perusahaan/instansi besar di seluruh dunia dalam pencapaian prestasi puncak, kepemimpinan, peningkatan penjualan, negosiasi, berkomunikasi, mengobati pasien, terapi, diagnosis.<br />
Mengikuti pelatihan ini, secara OTOMATIS kita memiliki dan menguasai HEBATnya sikap, pengetahuan, kemampuan dan kompetensi setingkat NLP PRACTITIONER sekaligus dapat melakukan Coaching karena semua teknik Therapy untuk pemberdayaan hidup Manusia DIBUKA. Betapa dahsyatnya ketika kita tahu apa yang harus kita lakukan untuk membuat hidup lebih bermanfaat dan berguna bagi orang lain.</p>
<p>MANFAAT PROGRAM<br />
SETELAH mengikuti program ini, peserta:<br />
• Memahami NLP yang sesungguhnya<br />
• Memahami tentang pemberdayaan manusia secara utuh<br />
• Memahami tentang komunikasi pikiran sadar dan bawah sadar<br />
• Mampu mengolah dan memprogram pikiran secara benar (bukan Betul)<br />
• Mampu menghilangkan penyakit mental (mental block)<br />
• Mampu melakukan coaching pada diri sendiri dan orang lain<br />
• Mampu melakukan terapi dengan sangat mudah<br />
• Mampu melakukan komunikasi dengan lebih mudah<br />
• Mampu melakukan pengobatan berbagai penyakit<br />
• Mampu mengatasi kondisi yang tidak diinginkan akibat pengalaman trumatik<br />
• Mampu menghilangkan fobia dan gangguan mental lainnya<br />
• Mampu mengaplikasikan sikap, pola pikir dan perilaku NLP dalam kehidupan positif<br />
• dll banyak lagi kemampuan luar biasa lainnya</p>
<p>GARIS BESAR MATERI WORKSHOP<br />
1. Introduction to NLP, Framework and Pillars of NLP (Basic Pure NLP)<br />
2. NLP Presuppositions<br />
3. Sumber daya manusia (HUMAN RESOURCES) dan gaya belajar manusia (HUMAN LEARNING STYLES).<br />
4. Representational Systems<br />
5. Editing Modalities and Sub Modalities<br />
6. Framing and Reframing<br />
7. States of Excellence<br />
8. Dasar-dasar NLP Murni (BASIC PURE NLP).<br />
9. Ketrampilan dasar diri (SELF SKILL) dengan menyadari potensi diri (SENSE OF SELF), penguasaan diri (PERSONAL MASTERY) dan kekuatan dalam diri (PERSONAL POWER).<br />
10. Strategi dan sistem berpikir (STRATEGIC AND SYSTEMIC THINKING SKILL).<br />
11. Merelasikan ketrampilan dasar manusia (RELATIONAL SKILL).<br />
12. Sinergi keingingan, kebutuhan, kelayakan, kesiapan dan usaha (NEED, PREPARE and ACTION).<br />
13. Keyakinan yang membangun dan penerapan nilai kehidupan (CONSTRUCTIVE BELIEF AND VALUE).<br />
14. Eliminating Fears and Phobias<br />
15. Terapi diri dengan DIFFERENTIAL INTEGRAL THERAPY™.<br />
16. etc terapi lainnya yang luar biasa DAHSYATNYA</p>
<p>Akan diadakan di  Kota Semarang pada tanggal  12 s/d 14 maret. 2010.<br />
Bertempat di Jln Kyai Saleh </p>
<p>JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN INI !!</p>
<p>Batch XIX<br />
Jumat &#8211; Minggu,<br />
Pk. 09.00 &#8211; 17. 00 WIB</p>
<p>Investasi???<br />
Mengapa HARUS bayar mahal untuk ilmu yang tidak dapat dipraktekkan dalam kehidupan ¿<br />
Berapa seharusnya investasi yang Pantas untuk sebuah training yang powerful dan akan merubah Anda sampai kepada level Attitude ¿<br />
A PRACTICING NLP PRACTITIONER AKAN MENJAWABNYA DAN MEMBERIKAN LEBIH DARIPADA YANG ANDA BUTUHKAN..</p>
<p>10Jt? 8 Jt ¿ 6 Jt ¿<br />
Ya.. Harga normal 7.8 juta<br />
Namun Anda mendapatkan harga promosi untuk memberdayakan hidup Anda lebih efektif<br />
Tidak semahal yang Anda bayangkan<br />
HANYA 3,2 JUTA SAJA</p>
<p>Anda akan memperoleh :<br />
Manual Book, Workshop Kits, Lunch &amp; Coffee Break<br />
Certificate A Practicing NLP Practitioner dari Victory Access International™</p>
<p>Tidak menerima pendaftaran dan pelunasan di lokasi acara</p>
<p>Informasi &amp; Pendaftaran<br />
Bpk Okky S.0818 292982</p>
<p>Peserta terbatas : 1 kelas  hanya 16 orang saja.</p>
<p>Bagaimana kata alumni?<br />
“Saya dapat memanfaatkan Differential Integral Therapy untuk para pasien saya.”<br />
 Aji Hoesodo,Dr.MD.Prof.  – (Batch I / Doktor Spesialis Kejiwaan / Jakarta)</p>
<p>“Saya sering menangani pasien yang memiliki masalah berat, seperti sulit tidur, bunuh diri dengan terapi yang diajarkan” Widi Nugroho, SE (Batch I/Lampung/Hypnotherapist)</p>
<p>“Satu pembimbingan yang butuh Anda ikuti untuk pengembangan hidup Anda.”<br />
Rini Febriani, MPsi – (Batch II / Psikolog / Jogjakarta)</p>
<p>“Semua materi yang diberikan sangat berguna untuk meng-coach diri sendiri<br />
agar dapat berkembang secara maksimal”<br />
Kristiana Haryanti, Dr. – (Batch III / Doktor Psikologi Industri / Semarang)</p>
<p>“Sangat bermanfaat untuk membantu tugas saya sebagai trainer di BKD.”<br />
Heryanto, Drs., MSi – (Batch III / Kepala HRD Pemkot / Semarang)</p>
<p>Dipandu oleh :<br />
WORLD CLASS COACH<br />
International Certified Trainer of NLP<br />
Stefanus Isaac Tamzil MD<br />
1 dari 19 International Trainer NLP University (Robert Dilts)<br />
Head Trainer yang memiliki autorisasi mengajar di Indonesia</p>
<p>Okky Sulistijo<br />
• #1 Master of Abundance Coach<br />
• Co-Founder A Practicing NLP Practitioner®<br />
Pembawa Acaranya : </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2010/03/06/a-practicing-nlp-practitioner%c2%ae-dynamic-coaching-international-certification/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“OBROLAN konyol Orang Tua dan Anak Muda”</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2010/02/02/%e2%80%9cobrolan-konyol-orang-tua-dan-anak-muda%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2010/02/02/%e2%80%9cobrolan-konyol-orang-tua-dan-anak-muda%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 14:18:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang PUHONG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/2010/02/02/%e2%80%9cobrolan-konyol-orang-tua-dan-anak-muda%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Pemuda  dari kota datang  ke desa dipinggir pantai. dia menghampiri Orang tua yang sedang  asyik memancing :
Pemuda      :  Hai Pa’  dapat banyak kah ikannya hari ini??
Orang Tua   :  Wah!, lumayan Nak! Cukuplah untuk beli beras dan sisanya untuk lauk nasi.
Pemuda  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang Pemuda  dari kota datang  ke desa dipinggir pantai. dia menghampiri Orang tua yang sedang  asyik memancing :<br />
Pemuda      :  Hai Pa’  dapat banyak kah ikannya hari ini??<br />
Orang Tua   :  Wah!, lumayan Nak! Cukuplah untuk beli beras dan sisanya untuk lauk nasi.<br />
Pemuda      :   Oooo!, beginikah pekerjaan Bapak setiap harinya?.<br />
Orang Tua   :  Ya!! Inilah kerjaan saya setiap harinya. Lho  anda dari mana asal??<br />
Pemuda       :  saya dari kota gede Pak!, kesini dalam rangka penyuluhan Sumber Daya Masyarakat Pak!.<br />
Orang Tua   :   Oh ya!!! Pak Kades sudah memberi khabar bakal adanya tamu tenaga ahli dari kota yang  akan adakan bimbingan pengetahuan buat orang-orang desa disini.<br />
Pemuda      :   Betul sekali Pak!  Hmmmm begini Pak! Maaf ya!!, bolehkah saya bertanya-  tanya kepada Bapak?. sambil menemani Bapak memancing!!.<br />
Orang Tua   :  Silahkan – silahkan! maaf saja yaa! , tempat nya seperti ini adanya.<br />
Pemuda      :   oooH!! tak apalah, yang penting Bapak tak terganggukan?.<br />
Orang Tua   :   Oooo tidak! Bapak malah  senag dan berterima kasih Anak mau menemani Bapak memancing , mending lah dari pada bengong  sendiri, menunggu umpan dimakan ikan!!. Ooh ya! tadikan Anak mau bertanya? silahkan lah.<br />
Pemuda      :   Maaf, sejak kapan Bapak mulai menekuni pekerjaan memacing ini???<br />
Orang Tua   :   ya!!  sejak kecil saya sudah memancing,  sampai sudah punya keluarga dan anak lima pun saya masih memancing, sudah menjadi hobby  memancing  ini buat saya.<br />
Pemuda       :  Apakah selama ini bapak tak mempunyai keinginan  dari hobby memancing untuk menjadi nelayan agar mendapakan hasil yang lebih?.<br />
Orang Tua    :  Maksud nya  apaaa?<br />
Pemuda       :  Yaaaa!! nelayan  itukan’ bakal dapat ikan lebih banyak, ketimbang  dengan satu kail  yang  digunakan bapak  itu!!.<br />
OrangTua     :  Aaaaah!!! nelayan kan’ sama juga memancing,!!!, hanya Bapak kan mancing nya ditepi pantai , sedangkan nelayan itukan dengan perahu memancingnya ketengah laut!.<br />
Pemuda       : Itulah maksud saya!!, dan kenapa Bapak tak mau  punya keinginan memliki sebuah perahu ?, agar dapat lebih banyak ikannya.<br />
Orang Tua   :   Seandainya  sudah punya perahu dan punya hasil yang cukup!!, lalu apa lagi?<br />
Pemuda      :  Ya!!, bila sudah mempunyai hasil banyak ,dan dikumpulkan untuk membeli sebuah perahu pancing  yang lebih besar lagi, agar dapat penghasilan yang lebih banyak lagi Pak!!.<br />
Orang Tua   :  Lalu setelah punya perahu pancing  yang  agak besar!!!. Apa lagi yang perlu dilakukan?.<br />
Pemuda      :   Setelah punya penghasilan yang cukup dari perahu pacing itu!!, Bapak dapat membeli sebuah kapal yang  lengkap didalamnya ada pabrik untuk menghasilkan ikan itu siap dalam kaleng  untuk siap dihidangkan, sehingga kehidupan Bapak akan berubah menjadi orang  kaya raya. dan keluarga pun ikut bahagia.<br />
Orang Tua  :   Nah!! , setelah menjadi kaya raya dan anak-anak saya pun bahagia, lalu apa lagi yang  perlu saya lakukan??.<br />
Pemuda     :   Yaa!!! Setelah Bapak  menjadi kaya raya dengan penghasilan dari kapal itu,    barulah boleh melakukan hobby Bapak itu.<br />
Orang Tua  :  Hai !!!! Anak muda begitukah  cara engkau akan memberikan bimbimgan Sumber Daya Masyarakat didesa ini?<br />
Pemuda     :  YA!! Semacam itulah,  saya akan memberikan bimbingan agar masyarakat desa ini lebih maju dan mempunyai pandangan yang  jauh lebih kedepan.<br />
Orang Tua  :  Tahukah kau?  Hai anak muda!!  Aku yang  tua ini kan!!, sedang melakukan hobbyku memancing!!!,  kenapa harus menunggu menjadi orang kaya dulu???,  baru dapat melakukan hobby memancingku!!, lalu kapan?? aku dapat menyalurkan hobby ini!!, bila menunggu menjadi orang  kaya terlebih dahulu!!!.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2010/02/02/%e2%80%9cobrolan-konyol-orang-tua-dan-anak-muda%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AKIBAT dari ANTI BIOTIK (THERAPHY dibawah sadar).membuat guwe ngurut dade dlm ati ” Astagfirullah”.</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2009/12/05/akibat-dari-anti-biotik-theraphy-dibawah-sadar-membuat-guwe-ngurut-dade-dlm-ati-%e2%80%9d-astagfirullah%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2009/12/05/akibat-dari-anti-biotik-theraphy-dibawah-sadar-membuat-guwe-ngurut-dade-dlm-ati-%e2%80%9d-astagfirullah%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 15:02:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang PUHONG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/2009/12/05/akibat-dari-anti-biotik-theraphy-dibawah-sadar-membuat-guwe-ngurut-dade-dlm-ati-%e2%80%9d-astagfirullah%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini benar- benar terjadi dan sering dialami para pasien yang menjadi imum akibat anti biotik yamg dilakukan oleh para Therapy dibawah sadar, Dimana kejadian ini sering dijumpai dibeberapa kota di Indonesia ini.dimana guwe temuin baru-baru ini di kota guwe yang kebetulan tetangganya dateng menceritakannya ke guwe.
Seorang Anak lelaki usia 14 tahun mengalami kelainan jiwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah ini benar- benar terjadi dan sering dialami para pasien yang menjadi imum akibat anti biotik yamg dilakukan oleh para Therapy dibawah sadar, Dimana kejadian ini sering dijumpai dibeberapa kota di Indonesia ini.dimana guwe temuin baru-baru ini di kota guwe yang kebetulan tetangganya dateng menceritakannya ke guwe.<br />
Seorang Anak lelaki usia 14 tahun mengalami kelainan jiwa dengan berperilaku aneh bila disekolahnya, Ia sering memukuli teman-temannya dengan berkata kamu kaya Papah saya, bahkan ada guru yang dibencinya dan pernah dilempar batu sambil menjerit  berkata kamu sama dengan Papah.<br />
Ternyata Ibunyapun menderita depresi yang terkadang dirumahpun sering mengamuk tidak karuan dengan menghancurkan peralatan rumah tangga.<br />
Singkat cerita si Ibu dan putranya pindah kota mencari ketenangan dan sekolah untuk putranya. Ternyata baru beberapa bulan sekolah penyakitnya kambuh agak parah disebabkan disekolah itu banyak Bapak-bapak yang mengajarnya. Dan teman-temannya pun kena sasaran amukannya, dan si Ibupun mengalami penderitaan stres yang lebih parah ketika kumatnya datang. Sehingga para tetangganyapun ikut repot mengurusnya.<br />
Setelah diselidiki si Ibu dan Putranya itu di kota yang lama telah ditherapy bahkan dirawat oleh Dokter spesialis jiwa. Yang katanya telah diobati menggunakan terapy bandul. Yang ahirnya diambil kesimpulan Harus diungsikan ke kota lain dengan alasan sang penyebab masalah masih berada  dekat dalam lingkungan kotanya.<br />
Dikota yang barupun tak ada satupun para Therapy bahkan para Dukun dan Paranormal  tak mampu mengobatinya. Sehingga hanya dibekali Obat Penenang saja yang berakibat si Ibu dan Putranya selalu membawa Obat Penenang itu kemana-mana, Untung tak diraihnya dan Malangpun tak dapat ditolaknya dan Ujung &#8211; ujungnya sepakat menyatakan sering  KEMASUKAN ARWAH SYETAN sehingga ketika ngamuk perlu Dipasung lalu diberi Obat penenang, Itulah kesimpulan  cerita yang didapatnya. Menurut cerita keluarga terdekatnya dan para tetangga yang simpati kepadanya.<br />
Dari beberapa kejadian yang sering  guwe temuin, timbul beberapa Pertanyaan dan Pernyataan :<br />
1.	Kenapa Masih bayak yang belum mau menyadari sebagai Therapis bawah sadar untuk mempelajari Ilmu  pengobotan yang benar – benar menyembukan dan bukan Berbangga dengan hanya sekedar Menghilangkan Rasa Sakitnya saja?.<br />
2.	Ingat  bahwa BANGSA yang BESAR adalah Bangsa yang Mengenal Sejarah BANGSANYA.<br />
3.	ILMU pengobatan NENEK MOYANG BANGSA Indonesia Sungguh Luar Biasa Hebatnya.lalu KENAPA Berbangga dengan ILMU TEMPEL KOYO dan Obat Penghilang Rasa Sakitnya saja ( ANTI BIOTIK).<br />
4.	Sadarkah sebagai Therapis mengalami penderitaan Stres yang sama dengan para penderita Stes?????., sehingga dengan berbagai Cara saling Memamerkan Diri tak ubahnya sebagai Penjual Kecap No 1 diDUNIA, dan tak ubahnya penjual Obat di  Kaki Lima.<br />
5.	Sadarkah dengan Ilmu Tempel Koyo itu banyak penderita stres ingin menguasi Ilmu itu untuk digunakan  bukan pada tempatnya yaitu untuk memperdaya Orang lain agar mau nurut  pada kemaunnya.<br />
6.	Bila benar menjadi seorang Therapis maka tak perlu MENGIKLAN DIRI,lihat para pemegang Ilmu Kesehatan ( DOKTER) tidak beriklan. Sebab bila mengiklankan Diri itu tandanya MENDERITA STRES akan ke AKU an DIRI ingin diHARGAI dan diKenal.<br />
7.	SADARLAH BAHWA ILMU PENGOBATAN dari NENEK MOYANG banyak dipelajari oleh pakar-pakar Ilmu orang luar Negri.<br />
8.	Galilah SUMBER DAYA  yang Dimiliki Pemberian Tuhan agar menjadi Potensi melalu mendalami Kitab-Kitab ALLAH yang 4, maka akan menemukan cara-cara Penyembuhan yang Luar Biasa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2009/12/05/akibat-dari-anti-biotik-theraphy-dibawah-sadar-membuat-guwe-ngurut-dade-dlm-ati-%e2%80%9d-astagfirullah%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Petuah yang Disalahgunakan IV &#8211; Bagian III</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2009/10/31/petuah-yang-disalahgunakan-iv-bagian-iii/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2009/10/31/petuah-yang-disalahgunakan-iv-bagian-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 15:49:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>&#39;Bos Ngapusi&#39;</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Terapi Konyol Ala NLP &#8211; Bagian 3
Baru kali ini perasaan saya begitu lelahnya,  padahal pada awalnya saya begitu antusias untuk memulai diskusi. Emosi  saya dipermainkan terus menerus sehingga saya sudah tidak sabar untuk  segera mengakhiri debat yang sepertinya tidak berkesudahan ini. Apalagi  ketika Coach mulai menyinggung lagi perbedaan antara &#8216;Gejala Utama&#8217; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Terapi Konyol Ala NLP &#8211; Bagian 3</strong></p>
<p><span style="font-family: Arial;font-size: small">Baru kali ini perasaan saya begitu lelahnya,  padahal pada awalnya saya begitu antusias untuk memulai diskusi. Emosi  saya dipermainkan terus menerus sehingga saya sudah tidak sabar untuk  segera mengakhiri debat yang sepertinya tidak berkesudahan ini. Apalagi  ketika Coach mulai menyinggung lagi perbedaan antara &#8216;Gejala Utama&#8217;  dengan &#8216;Penyebab Utama&#8217;.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial;font-size: small">Merasa punya jawaban yang tepat, saya  kembali bertanya. “Lho, kalau seseorang datang dengan &#8216;<strong>Phobia kecoa&#8217;. </strong>Penyebab utamanya ya pasti <strong>kecoa </strong>lah. Memangnya ada yang lain?”</span></p>
<p><span style="font-family: Arial;font-size: small">Tiba-tiba Coach mengubah posisi duduknya  sembari bertanya “Bagaimana jika &#8216;<strong>kecoa&#8217;</strong> itu adalah &#8216;<strong>metaphor&#8217; </strong> dari &#8216;<strong>Penyebab Utama?&#8217;</strong></span></p>
<p><span style="font-family: Arial;font-size: small">“Hah??!! Apakah ada hal seperti itu?” kembali saya tersentak kaget.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial;font-size: small">“Sangat banyak! Terutama di Indonesia  yang budayanya tidak memungkinkan seseorang untuk membuka diri terlalu  banyak“</span></p>
<p><span style="font-family: Arial;font-size: small">Coach melanjutkan dengan lirih, “Bertobatlah.  Bahkan sampai sekarang para founder dan developer  NLP tidak menggunakan  istilah therapy didalam karya karyanya. Berhentilah menjadi <strong>The Rapist. </strong> Dan mulai belajar menjadi therapist yang sesungguhnya dimulai dengan  melakukan therapy terhadap diri sendiri.”</span></p>
<p><span style="font-family: Arial;font-size: small">Tiba-tiba saya teringat kembali asal  muasal mengapa kami memulai diskusi. Lalu saya pun menuntut . “Lalu  mengapa Bapak berani menggunakan istilah  <strong>Differential Integral Therapy</strong>?”.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial;font-size: small">Coach hanya tersenyum.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial;font-size: small">Pada saat itu saya tersadar bahwa Coach  kembali lagi telah berhasil melakukan therapy terhadap kesombongan dan  kemunafikan diri saya yang merasa menjadi TUHAN. Melalui keyakinan bahwa  selama ini saya merasa mampu menyembuhkan JIWA MANUSIA.</span></p>
<p><span style="font-family: Arial;font-size: small">Tanpa sadar air mata menetes keluar dari  ujung kedua kelopak mata saya.</span></p>
<p>Selesai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2009/10/31/petuah-yang-disalahgunakan-iv-bagian-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Petuah yang Disalahgunakan IV &#8211; Bagian II</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2009/10/05/petuah-yang-disalahgunakan-iv-bagian-ii/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2009/10/05/petuah-yang-disalahgunakan-iv-bagian-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 04:42:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>&#39;Bos Ngapusi&#39;</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Terapi Konyol Ala NLP &#8211; Bagian 2 
Pikiran saya melayang jauh ke masa-masa ketika saya masih menjadi mahasiswa kedokteran ketika Coach mengatakan, “Waktu kamu kuliah kedokteran dahulu apa sich yang disebut “Sembuh”; Yang diajarkan oleh guru kamu? Jangan-jangan kamu ini waktu kuliah dulu &#8216;Kurang Belajar&#8217; sehingga sekarang jadi &#8216;Kurang Ajar&#8217; sama pasien “
Saya yang sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Terapi Konyol Ala NLP &#8211; Bagian 2 </strong></p>
<p>Pikiran saya melayang jauh ke masa-masa ketika saya masih menjadi mahasiswa kedokteran ketika Coach mengatakan, “Waktu kamu kuliah kedokteran dahulu apa sich yang disebut “Sembuh”; Yang diajarkan oleh guru kamu? Jangan-jangan kamu ini waktu kuliah dulu &#8216;Kurang Belajar&#8217; sehingga sekarang jadi &#8216;Kurang Ajar&#8217; sama pasien “</p>
<p>Saya yang sudah dari tadi sangat sebal menjawab sekenanya, “Sembuh itu kalau sakit dari si pasien sudah hilang.”</p>
<p>Coach bertanya lagi, “Jadi kalau seseorang datang dengan keluhan &#8216;panas badan&#8217; ,  apakah dapat dikatakan sembuh jika panasnya sudah hilang?”</p>
<p>Dengan cepat saya menjawab, “Ya iya&#8230; lah, habis mau apa lagi?“</p>
<p>Dengan tidak kalah cepat Coach segera menanggapi, “HAH!!! Jadi kalau begitu kalau seseorang datang dengan keluhan panas badan kasih saja Paracetamol (salah satu obat penurun panas badan) banyak-banyak. Tidak perlu kasih yang lain lagi”.</p>
<p>Pada saat inilah saya mulai sadar, “Ya&#8230; tidak dong. Paracetamol &#8216;kan hanya untuk menghilangkan gejala panas badannya saja.”</p>
<p>Lalu Coach nyeletuk lagi, “Lalu kenapa dokter menambahkan antibiotik pada pasien yang datang dengan keluhan panas badan?”</p>
<p>Saya yang mulai mendapatkan angin mulai mengajukan protes. “Tidak semua panas badan perlu diberikan antibiotik.“</p>
<p>“Jangan lari dari topik. Seandainya seorang panas badan disebabkan karena tifus. Apa yang terjadi dengan pasien jika dokter hanya memberikan Paracetamol? Lalu karena dia merasa sudah sembuh dan tidak menjaga pola makan malah keluyuran seharian serta tidak istirahat yang cukup, apa yang akan terjadi?” Coach kembali membombardir saya dengan pertanyaan yang memojokan.</p>
<p>Saya jadi agak lemas dan perut menjadi mual ketika menjawab, “Dapat mengakibatkan &#8216;kematian&#8217; karena lambungnya yang terluka dapat terjadi bocor lambung.“</p>
<p>Dengan suara yang tenang, Coach kembali bertanya, “Jadi apa yang disebut sebagai &#8216;SEMBUH&#8217; itu?”</p>
<p>Tanpa perlawanan lagi, saya pun menjawab, “Kalau penyebab utama dan efek samping dari pengobatan tersebut sudah diselesaikan.“.<br />
“Ingat baik-baik!!! Bedakan &#8216;Penyebab Utama&#8217; dengan &#8216;Gejala Utama&#8217;. Itu yang membedakan seseorang &#8216;SEMBUH&#8217; atau &#8216;TIDAK&#8217;. Seorang dokter saja begitu hati-hati dalam proses penyembuhan fisik sehingga tidak sembarangan melakukan pengobatan karena dapat mengakibatkan hal yang fatal. Apa yang terjadi jika kamu yang mengaku sebagai &#8216;terapis&#8217; sembarangan terhadap &#8216;JIWA&#8217; orang dalam melakukan sebuah proses yang kamu katakan sebagai Therapy? Bagaimana dengan nasib dari &#8216;JIWA&#8217; yang malang itu kalau kamu sebagai terapisnya selalu lari dari tanggung jawab?!!!” kata Coach sambil matanya memelototi saya yang sudah sangat malu dengan pertanyaan-pertanyaan terakhir.</p>
<p>Dengan lirih saya masih mencoba membela diri, “Saya tidak pernah mengaku sebagai terapis. Yang saya lakukan hanyalah membantu teman-teman yang membutuhkan pertolongan”</p>
<p>Suara Coach tiba-tiba mengeras lagi, “Jangan lari dari tanggung jawab. Selama ini &#8216;kan setiap orang yang &#8216;phobia&#8217;, &#8216;kecanduan&#8217;, &#8216;depresi, &#8216;autis&#8217; atau apapun, terapinya selalu itu-itu saja &#8216;kan? Apa bedanya seperti panas suhu badan, terapinya hanya satu yaitu Paracetamol?”</p>
<p>Saya kembali protes keras, “Bukankah ada begitu banyak metode terapi. Dari Fast Phobia Cure, Hypnotherapy, Client Centered, Gestalt , EFT, dll”.</p>
<p>Coach tersenyum mengejek, “Itu semua &#8216;kan hanya merk dagang yang lain dari Paracetamol. intinya hanya menyelesaikan &#8216;Gejala Utama&#8217; tanpa memperdulikan &#8216;Penyebab Utama&#8217;!!!”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2009/10/05/petuah-yang-disalahgunakan-iv-bagian-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Petuah yang Disalahgunakan IV &#8211; Bagian I</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2009/10/05/petuah-yang-disalahgunakan-iv-bagian-i/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2009/10/05/petuah-yang-disalahgunakan-iv-bagian-i/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 04:30:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>&#39;Bos Ngapusi&#39;</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Terapi Konyol Ala NLP &#8211; Bagian 1
Suatu pagi, di sebuah kota yang terletak di Jawa Tengah, saya bersua dengan salah seorang trainer yang cukup dikenal di lingkungan ranah NLP Indonesia. Kami pun lalu larut dalam perbincangan tentang berbagai hal yang menyangkut dunia NLP, hingga beberapa saat kemudian terlontarlah sebuah pernyataan dari bibir beliau yang membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Terapi Konyol Ala NLP &#8211; Bagian 1</strong></p>
<p>Suatu pagi, di sebuah kota yang terletak di Jawa Tengah, saya bersua dengan salah seorang trainer yang cukup dikenal di lingkungan ranah NLP Indonesia. Kami pun lalu larut dalam perbincangan tentang berbagai hal yang menyangkut dunia NLP, hingga beberapa saat kemudian terlontarlah sebuah pernyataan dari bibir beliau yang membuat saya cukup kaget.</p>
<p>Pada awalnya, saya menganggap bahwa hal itu hanyalah sebagai sebuah guyonan belaka, namun kemudian saya mulai menjadi serius ketika sang trainer tersebut mengatakan bahwa pernyataannya tersebut dikutip dari website yang beralamat di www.nlpisnottherapy.com.</p>
<p>Website ini mengatakan bahwa menurut Richard Bandler; NLP bukanlah therapy!</p>
<p>Karena saya merasa sangat penasaran,maka saya pun berkunjung ke website tersebut untuk mempelajari lebih lanjut. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, jangankan mendapatkan jawaban, saya justru bertambah bingung. Yang menjadi pertanyaan adalah bukankah NLP itu hasil dari memodel beberapa therapist terkenal?</p>
<p>Pada saat yang bersamaan, Coach Cahaya Hati baru saja memperkenalkan teknik NLP terbaru . Beliau memberi nama teknik ini “Differential Integral Therapy”.</p>
<p>Saya pikir inilah kesempatan saya untuk yang kesekian kalinya untuk menguji Coach ini, karena selama ini saya selalu dibuat jengkel dan sakit hati dalam menerapkan NLP di kehidupan sehari-hari. Inilah saat yang tepat untuk menghadapkan pendapat beliau yang dikontraskan dengan pendapat dari Richard Bandler.</p>
<p>Hanya saja jawaban dari beliau; seperti biasa kembali membuat saya tercengang-cengang.</p>
<p>Ketika saya membenturkan pernyataan di atas, Coach dengan santainya menjawab: “Memang betul hampir semua metode dan teknik NLP saat ini hanyalah merupakan P3K yang membantu mendidik dan melatih pikiran klien dalam mengelola perasaannya sehingga belum layak untuk disebut sebagai terapi.”</p>
<p>Maka saya pun mulai mencoba menyudutkan. “Bukankah metode dan teknik NLP itu adalah hasil dari memodel beberapa psikoterapis terkenal seperti Milton Erickson, Fritz Perls, Virginia Satir dan lain-lain?“<br />
“Betul!” Coach hanya menjawab singkat.</p>
<p>Hati saya mulai girang mendengar jawaban tersebut dan bertanya kembali. “Lalu mengapa metode dan teknik NLP tidak boleh disebut sebagai terapi?”</p>
<p>Kali ini Coach balik bertanya. “Sekarang coba sebutkan metode dan teknik di dalam Psikologi Klinis yang layak disebut sebagai terapi???!!!“</p>
<p>“Lho, memangnya tidak ada?” Saya balas bertanya lagi untuk mengejeknya.</p>
<p>“Sebagian besar dari metode dan teknik terapi yang ada saat ini sifatnya hanya sementara, karena hanya fokus pada gejala. Apalagi kalau terapisnya seperti kamu yang terlalu sering melakukan imposing yang tidak relevan terhadap pasien!“ jawab Coach sambil memalingkan wajahnya.</p>
<p>Saya mulai tersinggung dan dengan suara yang mulai tinggi, saya mengatakan,  “Lho, saya ini berpegang teguh pada salah satu prinsip terapi dalam NLP yaitu content free.“</p>
<p>Dengan santai, Coach bertanya balik, “Kenyataannya berapa banyak pasien kamu yang telah “SEMBUH”?“</p>
<p>Dengan agak sedikit narsis, saya menjawab dengan mantap, “Saya lihat  mereka semua pada akhirnya menjadi happy dan mendapatkan apa yang mereka mau“.</p>
<p>Kali ini dengan suara agak sinis, Coach berkata, “Apakah “HAPPY” itu berarti mereka sudah “SEMBUH”?</p>
<p>Ketika dihadapkan dengan sebuah pernyataan persamaan yang mempertanyakan apakah pasien yang “happy” dapat berarti bahwa pasien tersebut telah “sembuh”. Maka saya pun segera berpikir keras untuk mencari jawaban yang langsung segera dapat mengunci pernyataan persamaan tersebut.</p>
<p>Segera setelah mendapatkan jawaban, “Lho, misalnya seseorang datang dengan keluhan &#8216;phobia pada kecoa&#8217;. Jika orang itu sudah tidak takut lagi pada “kecoa”; bukankah berarti orang itu sudah “SEMBUH”?!!!</p>
<p>Coach menjawab dengan suara yang semakin meninggi, “Kamu ini Therapist atau The Rapist, sich sebenarnya?“</p>
<p>Kali ini saya luar biasa kaget. Spontan saya bertanya, “Maksudnya?“</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2009/10/05/petuah-yang-disalahgunakan-iv-bagian-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>-+  TRAINER adalah PELATIH yang MELATIH  +-</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2009/07/29/trainer-adalah-pelatih-yang-melatih/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2009/07/29/trainer-adalah-pelatih-yang-melatih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 09:43:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang PUHONG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Dikurun zaman era globalisasi ini, di Indonesia telah terjadi banyak perubahan yang begitu pesatnya. Salah satunya adalah dibidang Sumber Daya Manusia ( SDM ). Yang mana sudah ada Mentri Pemberdayaan SDM di Indonesia ini.
Berkat adanya Mentrinya di Negeri ini, munculah para Trainer – Trainer yang berkualitas sebagai Trainer, sehingga sering mengadakan Training dibeberapa tempat dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dikurun zaman era globalisasi ini, di Indonesia telah terjadi banyak perubahan yang begitu pesatnya.<span> </span>Salah satunya adalah <span style="black;">dibidang<span> </span>Sumber Daya Manusia ( SDM ).</span><span style="normal;"> Yang mana sudah ada Mentri Pemberdayaan SDM di Indonesia ini.</span></p>
<p class="MsoNormal">Berkat adanya Mentrinya di Negeri ini<strong>, munculah para Trainer – Trainer</strong> yang<span> </span>berkualitas sebagai Trainer, sehingga sering mengadakan Training dibeberapa tempat dan hampir diseluruh pelosok negeri ini sudah mengenal apa itu namanya Training dan berserta para Trainernya.<span> </span><span> </span>Hampir di setiap Perusahaan Pemerintah dan Perusahaan Swasta, sampai para Guru dan Dosenpun bahkan para Mahasiswanya pun banyak yang mengikuti berbagai Training yang diselengarakannya<strong><em>, dengan tujuan meningkatkan SUMBER DAYA</em></strong> <strong><em>yang dimilikinya,</em></strong><span id="more-166"></span></p>
<p class="MsoNormal">Dari hasil mengikuti Training selama ini, ternyata tidak banyak PERUBAHAN dibidang SUMBER DAYA MANUSIA nya, setelah Training kembali KEHABITAT semula. Yang ternyata selama ini banyak yang SALAH GUNA mengenai Training itu sendiri. <span> </span>Pengamatan <span> </span><strong><em>saya <span> </span></em></strong>yang agak picik dan yang sok tahu ini, mencoba menganalisa kejadian dari <span> </span>semua Training <span> </span>yang terjadi di Indonesi, Dimana cara Penyampaian sebuah Ilmu mengenai <span> </span>SUMBER DAYA<span> </span>MANUSIA <span> </span>itu dapat dilakukan dengan cara :</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>1.<span style="none;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong>Memperkenalkan dan<span> </span>menjelaskannya = mengetahui ( <span> </span>Presenter &amp; Interpret ).</strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>2.<span style="none;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong>Memberikan Pelajaran dan Pengertian =<span> </span>mengerti ( Learning</strong><span> </span>).</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>3.<span style="none;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong>Melatihnya hingga paham.= menggunakan ( Training<span> </span>).</strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>4.<span style="none;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong>Membimbingnya hingga dapat menfaatkan =<span> </span>dapat menfaatkan ( Coach )</strong></p>
<p class="MsoNormal">Sehingga dengan ke tiga cara tersebut diatas dilakukan<span> </span>secara benar, maka hasil dari suatu pelatihan akan mempunyai hasil<span> </span>yang baik, sedangkan <strong><em>saya</em></strong> dalam pelatihan yang terjadi selama ini bercampur baur tidak jelasnya suatu pelatihan, yang disebut latihan ( training ) itu kebanyakan hanyalah melatih Hapalan dari judul-judul sebuah Metode dan Teknik belaka, dengan cara Presenter &amp; Interpret <span> </span>mengimlakan /mendikte nama-nama dari<span> </span>Metode dan Teknik yang di<span> </span>Training.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Yang sesungguhnya <span> </span><em>saya</em> </strong><span> </span>adalahTrainer <strong>sebagai Pelatih yang Melatih Hapalan belaka</strong>, tentang<span> </span>Metode dan Teknik sampai sebatas mengetahui (Presenter &amp; Inerpret) saja, yang <strong><em>saya anggap sebagai Pelatihan</em></strong>. ternyata<span> </span><strong><em>saya</em> <span> </span><em>bukanlah sebagai PELATIH ( TRAINER) </em></strong><span> </span>yang<span> </span>sesungguhnya <strong><em>melatih</em></strong> <strong>SUMBER DAYA MANUSIA</strong> agar menjadi <strong>POTENSI DIRI</strong>.</p>
<p class="MsoNormal">Melatih Manusia untuk menjadi ahli dibidang olah raga itu layak disebut Pelatih Olah Raga.<span> </span>Melatih Manusia untuk menjadi ahli dibidang Suara itu layak disebut Pelatih Olah Suara. <span> </span>Melatih Manusia untuk ahli dibidang Photo,Vidio, itu layak disebut Pelatih Olah Penglihatan</p>
<p class="MsoNormal">Nah! Bagaimana melatih Manusia diluar bidang yang diatas????, apakah masih perlu dilatih oleh Manusia lain?????. Dan yang <strong><em>anehnya adalah saya tidak pernah mau mengenali SDM yang diliki</em></strong> <strong><em>oleh saya</em></strong>, apa lagi mekatihnya untuk <strong>menjadi Personal Power</strong>. <strong><em>Tahu namanya SDM tapi tak</em></strong> <strong><em>kenal<span> </span>Rupa</em></strong> <strong><em>dan Jenisnya SDM itu sendiri seperti apa?????????.</em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="115%;">Jadi<span> </span></span><em>yang namanya PELATIH ( TRAINER ) itu sesungguhnya siapa sih???????????????. </em></strong>Kalau bukan<strong> Manusia</strong> itu sendiri yang <strong>TAHU DIRI</strong> akan <strong>SDM</strong> yang dimilikinya, lalu <strong><em>melatihnya</em></strong> menjadi <strong>PERSONAL MASTERY</strong> sehingga <strong><em>mempunyai</em></strong> <strong>PERSONAL POWER</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2009/07/29/trainer-adalah-pelatih-yang-melatih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MOzaIK-moZAik keHENINGan</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2009/06/09/mozaik-mozaik-keheningan/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2009/06/09/mozaik-mozaik-keheningan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 19:30:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Co Ploq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Self Awareness]]></category>
		<category><![CDATA[Self Coaching]]></category>
		<category><![CDATA[Self Therapy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Dinginnya malam ini mendorong jari-jariku menuliskan kisah ini. Ditemani suara kipas angin dan sekali waktu suara mesin sepeda motor di samping rumah, menyadarkanku untuk menuangkan ide-ide yang sedang deras mengalir. Jam dinding menunjuk pukul 01.16 dini hari.
Meski mata sudah mulai ingin menutupkan, kedua telapak kaki terasa teramat dingin menempel erat di keramik lantai rumah, hasrat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="justify;">Dinginnya malam ini mendorong jari-jariku menuliskan kisah ini. Ditemani suara kipas angin dan sekali waktu suara mesin sepeda motor di samping rumah, menyadarkanku untuk menuangkan ide-ide yang sedang deras mengalir. Jam dinding menunjuk pukul 01.16 dini hari.</p>
<p>Meski mata sudah mulai ingin menutupkan, kedua telapak kaki terasa teramat dingin menempel erat di keramik lantai rumah, hasrat diri yang kuat untuk mensharingkan penemuan AHA hari ini, sayang untuk dilewatkan. Sebuah penemuan yang menyadarkanku betapa pentingnya mampu hening dibalik keramaian. <span id="more-164"></span></p>
<p>Dengan kedua lengan tangan menempel ringan di ujung meja, aku mulai mencari cara bagaimana memulai awal cerita. Lalu muncullah dari arah kiri visual in berupa kata-kata dari pikiran yakni &#8220;melayang&#8221;.</p>
<p>Hening itu diam, kosong.<br />
Rasa itu merasa, menjalar, mendingin, menyentuh, menghangat.<br />
Sedang pikiran melayang-layang seperti gambar logo windows di desktop komputer, plus disertai kata-kata yang bersuara menempelnya&#8230;datang dan pergi, ke kanan dan ke kiri, turun dari atas kebawah, bawah ke atas, dinamis.</p>
<p>Dan di saat menuliskan kalimat di alenia ini, tiba-tiba bersumber dari tengkuk leher saya terasa sekali &#8220;mak clekit&#8221;, yaitu rasa panas di satu titik kecil seperti ditusuk jarum, lama-kalamaan melebar menjadi rasa gatal. Tanpa dikomando muncullah beberapa gambaran visual dan auditory melayang-layang: &#8220;Slide 1: garuk!, slide 2: biarin aja, slide 3: masak nyerah ama nyamuk?, slide 4: ilang deh konsentrasi nulis nih&#8221;.</p>
<p>AHAnya<br />
keheningan dengan tenang dapat melihat, mendengar, merasakan itu semua&#8230;<br />
sangat tenang, bening, dan jelas.</p>
<p>Dalam hening, muncul *eling&#8230;ini pikiran sedang mikir, itu perasaan lagi merasakan<br />
Dalam hening, muncul *eling&#8230;ada ruang lebar kosong antar pikiran dan perasaan<br />
Dalam hening, muncul *eling&#8230;aku mau merespon seperti apa&#8230;?</p>
<p>Sekarang aku jadi sadar&#8230;<br />
ternyata keruwetan-keruwetan selama ini<br />
sering terjadi karena<br />
tumpang tindihnya,<br />
campur baurnya,<br />
konsletnya,<br />
&#8230;pikiran &amp; perasaan</p>
<p>Terima kasih Hening!&#8230;darimu aku belajar *eling, tuk menjadi bening</p>
<p>*Eling = Sadar = Aware</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2009/06/09/mozaik-mozaik-keheningan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trainer Keblinger</title>
		<link>http://kehidupanpd.info/2009/06/05/trainer-keblinger/</link>
		<comments>http://kehidupanpd.info/2009/06/05/trainer-keblinger/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 14:15:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Co Ploq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Attitude]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>
		<category><![CDATA[Trainer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kehidupanpd.info/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Trainee mengeluh kepada Trainer nya:
&#8220;Bapak melatihkan banyak ilmu kehidupan kepada saya, 
tetapi kenapa ilmu Bapak tersebut 
tak membawa perubahan dalam hidup saya
padahal saya sudah berusaha keras mempraktekkannya?&#8221;
Jawaban sang Trainer:
Bagaimana mungkin ilmu tersebut teruji kepadamu
lha wong saya sendiri tak pernah mempraktekkan ilmu itu?
&#8212;&#8211;
*Tak  seorangpun benar-benar menjadi Trainer, sebelum ia sendiri tuntas melatihkan ilmu tsb pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang Trainee mengeluh kepada Trainer nya:</p>
<p style="30px;"><em>&#8220;Bapak melatihkan banyak ilmu kehidupan kepada saya, </em></p>
<p style="30px;"><em>tetapi kenapa ilmu Bapak tersebut </em></p>
<p style="30px;"><em>tak membawa perubahan dalam hidup saya</em></p>
<p style="30px;"><em>padahal saya sudah berusaha keras mempraktekkannya?&#8221;</em></p>
<p>Jawaban sang Trainer:<span id="more-163"></span></p>
<p style="30px;"><em>Bagaimana mungkin ilmu tersebut teruji kepadamu</em></p>
<p style="30px;"><em>lha wong saya sendiri tak pernah mempraktekkan ilmu itu?</em></p>
<p>&#8212;&#8211;</p>
<p>*Tak  seorangpun benar-benar menjadi Trainer, sebelum ia sendiri tuntas melatihkan ilmu tsb pada dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kehidupanpd.info/2009/06/05/trainer-keblinger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
