Selamat datang! Selamat membaca!
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
atas kunjungan Anda ke portal ini.
Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila setelah membaca
tulisan dari para kontributor, komentator atau curahan hati
dari para pembaca, membuat Anda merasa tersinggung bahkan marah.
Bukan maksud kami atau penulis untuk menyinggung langsung
kepada para pembaca, karena sebuah tulisan bukanlah
suatu benda atau suara yang dapat Anda rasakan.
Silahkan tulis dengan jelas komentar Anda tentang
tulisan yang membuat Anda tersinggung agar kami dapat
memperbaiki tulisan di portal ini..
Terima kasih apabila tulisan para kontributor dapat bermanfaat
untuk Anda. Silahkan Anda gunakan sebaik-baiknya.
Kami doakan Anda berhasil. Apabila masih ada keraguan
dalam mempraktekkannya, silahkan hubungi kami.
Butuh dan Perlunya saya Belajar menjadi World Class Trainer
Written by Co Ploq on October 13, 2008 – 9:02 am - Dibaca 511 kaliSalam Progresif!
Saya menuliskan tulisan ini adalah sebagai hasil dari proses pembelajaran yang saya dapatkan dari butuh dan perlunya saya belajar untuk meraih apa yang benar-benar saya inginkan menjadi trainer. Pengalaman belajar ini menempelak diri saya yang selama ini sudah berpikir dan merasa jago ngajar, sok pinter, sok ahli training.
Kenyataannya yang sebenar-benarnya terjadi pada saya selama ini adalah saya benar-benar belum ngerti apa-apa tentang ilmu ngajar, saya belum paham sebenar-benarnya hakekat mengajar, saya belum benar-benar mau melatih VAK (Visual, Auditory, Kinestetik) saya sendiri…sebenar-benarnya mengajar itu adalah belajar.
Inilah hasil pembelajaran dari keinginan saya belajar:
1. Sudahkah saya benar-benar MEYAKINI KEBENARAN dari DASAR ILMU yang akan saya BAGIKAN kepada orang lain? Sebelum saya mendapatkan pencerahan ini, saya selama ini sekedar tahu, tak mau tahu, tak paham secara dalam dari dasar ilmu yang akan saya bagi. Akibat daripada pengetahuan dasar keilmuan yang terbatas, cekak, bahkan saya ragukan sendiri ini, inilah jadinya saat saya di depan kelas: menjelaskan konten ilmu menjadi hambar, design dan alur training menjadi gak karuan juntrungan sambung mengambungnya (loop), belum lagi kalau muncul pertanyaan atau sanggahan dari audience, wow sangat mudah sekali saya goyah, jawaban meluncur deras tanpa aras. Read more »
Tags: NLP, Trainer NLP, Training NLP
Posted in Umum | 23 Comments »
